Dugaan Pelecehan Seksual Di Depan Anak Dibawa Umur Di Koperasi Air Kehidupan

Kandis,kompasriau-Anak-anak karyawan perkebunan Koperasi Air Kehidupan (KAK) sudah beberapa hari tidak sekolah karena semua pakaian dan alat sekolahnya diduga dirampas secara paksa oleh oknum sekelompok “preman” dan dibuat di lapangan bola Km 2 Jalan Libo baru Desa Sam-Sam, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak.

Demikian diungkapkan ketua Serikat Perjuangan Indonesia (SPPI), Indra Sinulingga kepada tim awak media ini, Rabu (7/6/2017).

“Betapa miris nasib sejumlah anggota Serikat Pekerja Perjuangan Indonesia kini, ada yang sudah 5 hari tidak bisa bertukar pakaian anak balita dan tidak bisa beli susu untuk anaknya, karena semua barang berharga mereka tidak bisa diselamatkan dari tangan oknum pengusaha, yang diduga mengusur karyawannya secara paksa tanpa adanya rasa kasihan. Oleh karena itu, kami dari pengurus SPPI akan melaporkan kasus ini kepada Kementerian tenaga kerja dan Komnas HAM di Jakarta,”ungkap Indra Sinulingga.

Menurut Indra, hari ini korban dugaan tindak pidana pelecehan seksual, perampasan dan pengerusakan barang yang terjadi di perkebunan koperasi air  kehidupan akan dilapor ke Polres Siak, karena oknum kabag keuangan bersama oknum security,  diduga melakukan perampasan, pengerusakan barang dan pelecehan seksual terhadap salah seorang karyawannya didepan anak-anaknya yang masih dibawa umur, pada tanggal 2 Juni 2017.

“Pada saat pihak koperasi air kehidupan melakukan pengosongan terhadap rumah karyawan bernama Mangandar Malango,kemudian Mangandar Malango dan isterinya menghalang-halangi agar pihak KAK tidak bisa mengeluarkan barangnya dari dalam rumahnya, tetapi pada saat itu,  oknum kabag keuangan koperasi berinisial M.S menarik kuat baju isterinya Mangandar Malango sampai koyak di dihadapan anak-anaknya yang masih dibawa umur dan didepan orang banyak,”ungkap Indra Sinulingga.

Ditegaskan Indra, tugas dan tanggung jawab manjemen perusahaan adalah untuk menerapkan dan menetapkan kebijakan-kebijakan yang digunakan dalam bagian perusahaan sesuai aturan hukum yang berlaku, namun manajemen koperasi air kehidupan melakukan tindakan pemecatan terhadap 24 orang karyawannya tanpa melalui proses. Padahal sejumlah karyawan tersebut selalu bertanggung jawab terhadap tugas-tugas yang diperintahkan manajemen koperasi air kehidupan.

“Tetapi sejak sebagian karyawan koperasi air kehidupan masuk ke organisasi Serikat Pekerja Perjuangan Indonesia, pihak koperasi air kehidupan langsung melakukan  pemecatan terhadap 24 orang karyawannya tanpa adanya surat peringatan atau surat teguran pertama, kedua dan surat peringatan ke tiga, padahal karyawan yang dipecat itu sudah bekerja di perkebunan koperasi air kehidupan selama 5 tahun,”ungkap Indra.

Kapolsek Kandis, AKP Ernis Sitinjak, ketika dikonfirmasi via pesan singkat, soal kasus tersebut, namun hingga saat ini belum ada keterangan dari Kapolsek Kandis.

Begitu juga Kepala PK Koperasi Air Kehidupan, Lamhot Sitohang, ketika berulang kali dikonfirmasi melalui pesan singkat (SMS) ke nomor tetepon genggamnya 0852656756…,soal pengosongan rumah karyawan tersebut, namun hingga berita ini dimuat belum ada tanggapan atau penjelasan.

Bahkan tim awak media ini sudah berupaya konfirmasi via telepon genggam kepada Direktur Koperasi Air Kehidupan, Dian C Anggara Situmorang, guna dimintai tanggapannya terkait hal tersebut, namun hingga saat ini belum ada tanggapannya.***(Kriston).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *