Dugaan Perampasan Dan Pelecehan Seksual Di Koperasi Air Kehidupan Dilapor Ke Polisi

IMG-20170608-WA0011Kandis,kompasriau-Hari ini, Kamis (8/6/2017),  Jakiman dan kawan-kawanya melaporkan dugaan tindak pidana pengrusakan barang, perampasan dan dugaan pelecehan seksual, yang terjadi pada tanggal 2 Juni 2017, sekira pukul 09.00 Wib, di Tkp Perum Supir  KAK, Kel. Samsam, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak.

Laporan disampaikan ke Polsek Kandis sesuai Surat Tanda Penerimaan Laporan No.Pol: STPL/145/VI/2017/Riau/Res Siak/Sektor Kandis.

Pasalnya menurut, Indra Sinulingga selaku Ketua Serikat Pekerja Perjuangan Indonesia (SPPI), bahwa anak-anaknya Jakiman dan kawan-kawanya sudah beberapa hari tidak bisa sekolah karena semua pakaian dan alat sekolahnya diduga dirampas secara paksa dan dirusak oleh oknum sekelompok “preman” dan dibuat di lapangan bola Km 2 Jalan Libo baru Desa Sam-Sam, Kecamatan Kandis.

“Barang-barang karyawan koperasi air kehidupan itu diduga rusak sebagian, karena dirampas pelaku saat pengosongan rumah itu, kemudian barang itu dibuang pelaku di lapangan bola Km 2 jalan Libo baru, Desa Sam-Sam. Bahkan saat ini anak-anak korban masih trauma akibat pelecehan seksual terhadap ibunya”ungkap Indra Sinulingga kepada awak media ini, Kamis (8/6/2017).

Bahkan Indra Sinulingga mengaku sudah koordinasi dengan Kanit dan Kapolsek Kandis terkait dugaan terjadinya pelecehan seksual, perampasan dan pengrusakan barang-barang pelapor yang dijaga ketat oleh security di lapangan Bola Km 2 Libo baru.

“Bapak Kapolsek Kandis dan Kanitnya sangat respon terhadap penanganan kasus yang terjadi di koperasi air kehidupan ini. Penyidik akan membuat terpisah berkas perkara perampasan, pengrusakan dan dugaan pelecehan seksual terhadap ibu rumah tangga itu, karena tadi sudah dua orang anggota SPPI yang di BAP. Jadi kita tunggu pengembangan penyelidikan kasus ini,”ujar Indra.

Namun, Indra Sinulingga juga sangat mengeluhkan betapa miris nasib sejumlah anggota SPPI yang saat ini ada yang sudah 5 hari tidak bisa bertukar pakaian anak balitanya dan tidak bisa beli susu untuk anaknya, karena semua barang berharga mereka tidak bisa diselamatkan dari tangan oknum pengusaha, yang diduga digusur secara paksa dari dalam rumah tanpa adanya rasa kasihan.

“Oleh karena itu, hari ini, Jakiman membuat laporan secara resmi ke Polsek Kandis, karena pada saat pihak koperasi air kehidupan melakukan pengosongan terhadap rumah karyawan bernama Mangandar Malango,kemudian Mangandar Malango dan isterinya menghalang-halangi agar pihak KAK tidak bisa mengeluarkan barangnya dari dalam rumahnya, tetapi pada saat itu,  oknum kabag keuangan koperasi berinisial M.S menarik kuat baju isterinya Mangandar Malango sampai koyak di dihadapan anak-anaknya yang masih dibawa umur dan dihadapan orang banyak,”urai Indra Sinulingga.

Namun hingga saat ini, Kepala PK Koperasi Air Kehidupan, Lamhot Sitohang, ketika berulang kali dikonfirmasi melalui pesan singkat (SMS) ke nomor tetepon genggamnya 0852656756…, belum ada tanggapan atau penjelasan.

Begitu juga Direktur Koperasi Air Kehidupan, Dian C Anggara Situmorang, ketika dikonfirmasi via pesan singka ke nomor telepon gemggamnya dengan nomor 0811233448…., guna dimintai tanggapannya terkait hal tersebut, namun hingga saat ini belum ada tanggapannya.

Selain itu, Staf HRS koperasi air kehidupan, Nircan Sinurat,  kendati sudah berulang kali dikonfirmasi awak media ini via telepon genggam dengan nomor 08239030713….,namun hingga saat ini belum ada tanggapannya.***(Kriston).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *