Utusan Naposo Bulung Asal Riau Meraih Juara Umum Pada Acara Festival Gondang Naposo di Kawasan Danau Toba

RIAU JUARAPekanbaru,kompasriau-Akhirnya pemberian hadiah atas pencapaian utusan Naposo Bulung (Pemuda-Pemudi) asal Provinsi Riau telah selesai dilakukan, Kamis (08/06/2017), bertempat di kawasan komplek MTQ Riau atau berdekatan dengan kantor Dinas Pariwisata Provinsi Riau, yaitu pembubaran tim serta pemberian beberapa hadiah atas kerja keras dari para tim yang diutus.

Kegiatan tersebut juga sebagai akhir dari pembubaran kelompok kerja bidang kebudayaan Naposo Bulung Provinsi Riau, yang telah diutus sewaktu pelaksanan acara tersebut, yaitu setelah usainya Lomba dan Pagelaran Pesta serta Festival Gondang Naposo atau secara umum terkenal dengan kegiatan “Ritual Ajang Cari Jodoh” yang bulan lalu telah siap digelar oleh Pemerintah Kabupaten Samosir, yaitu dilaksanakan dikawasan Danau Toba,  pada 29 – 30 April 2017.

Bagi para Traveller yang penasaran dengan ritual ini juga ikut serta antusias berbondong-bondong hadir ke lokasi wisata kelas dunia tersebut, yang dinilai sangat unik. Gondang Naposo merupakan ritual etnis Batak sebagai media perkenalan dan tegur sapa, berbalas pantun antar pemuda dan pemudi sampai melangkah ke jenjang Pernikahan.

Pada saat itu, Pemerintah daerah juga menyediakan hadiah sebesar 20 Juta rupiah bagi para pelancong serta khususnya bagi para peserta yang datang ke Samosir guna menyaksikan festival tak biasa ini,” ujar Larshen Simamora selaku Ketua Umum Naposo Bulung se- Indonesia didampingi Kepala Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya Kabupaten Samosir,  amang  Ombang Siboro,  Rabu  (19/4/2017).

Pada saat sebelum pelaksanaan acara tersebut, bagi khalayak yang penasaran, ingin tahu dan tak mau melewatkan momen langka ini, dipersilahkan untuk menginjakkan kaki ke Pantai Pasir Putih Parbaba, Kecamatan Pangururan bulan lalu, 29 – 30 April 2017. di kawasan ini bakal segera disulap menjadi 10 Destinasi seperti surganya Pulau Dewata, Bali.

“Para pengunjung dapat menyaksikan 12 sanggar tari dari Samosir, Dairi, Tapanuli Utara, Tobasamosir, Pematangsiantar, Medan dan lainnya yang berpartisipasi mengikuti ajang tersebut.”ungkap Larshen Simamora yang juga menjabat sebagai Ketua BPH, Generasi Muda Toga Simamora Riau.

“Pagelaran tersebut diisi mulai dari utusan instansi pemerintah baik provinsi maupun kabupaten dan kota, lembaga pendidikan tinggi negeri dan swasta, lembaga pendidikan menengah negeri dan swasta, utusan gereja, lembaga seni budaya, komunitas seni budaya, lembaga maupun organisasi sosial, semua berbaur jadi satu dalam kemeriahan pesta tersebut,”tukas Larshen Simamora, utusan Naposo Simamora Debataraja se- Provinsi Riau.

Bagi yang mau ikut dan berpartisipasi pada saat acara tersebut, Panitia juga telah membatasi usia para peserta, yaitu minimal 16 tahun atau belum menikah. Masing-masing tim berjumlah minimal 25 orang dan maksimal 30 orang. Setiap tim harus memiliki  “Paminta Gondang”, serta menampilkan Formasi Gondang Mula-Mula, Somba, Hata Sopisik, Kreasi dan Hasatan Sitio-Tio.

“Keseluruhan rangkaian Gondang yang pada saat itu ditampilkan secara bebas untuk dapat lebih dikreasikan, namun tidak mengurangi makna dan tujuan akhir serta harus diiringi “Pargossi” yang disiapkan Panitia Penyelenggara. Sinopsis Gondang Kreasi harus sudah selesai dan diserahkan kepada Panitia,  paling lambat  27 April yang lalu,”tambah  Larshen Simamora mantan Sekretaris BPH  IKNSP – Ikatan Naposo Silaban Pekanbaru.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Kabupaten Samosir, melalui amang Ombang selaku Perwakilan Pemerintah Kabupaten Samosir juga menambahkan, bahwa bagi para peserta pada saat sebelum acara tersebut dilaksanakan, dapat mendaftarkan Tim langsung ke kantor Dinas Pariwisata Samosir pada jam kerja atau mengirim formulir melalui email parsenibud.kabsamosir@yahoo.com atau melalui facebook Dinas Pariwisata Samosir.

“Untuk pendaftaran terakhir para peserta pada saat itu adalah,  pada 27 April Jam 12.00 WIB, dengan kriteria penilaian meliputi, ketepatan tortor, penggunaan ulos, wiraga, wirasa dan wirama, komposisi atau pola lantai, etika atau disiplin, maupun inovasi gerak laku pada tortor kreasi,”ujarnya.

Festival Gondang Naposo merupakan ajang resmi yang telah mendapat persetujuan dari orang tua bagi anaknya untuk mencari jodoh serta dalam konteks dunia modern, agendanya mirip dengan  Take Me Out by Ancient Batak People’. “Rangkaian kalender pariwisata ini, kami harapkan juga menjadi sarana pertunjukan serta hiburan bagi wisatawan dan masyarakat,” kata amang Ombang.

Tahun ini kata dia, evennya dikemas beda dengan tahun-tahun sebelumnya. Di edisi 2017, pada saat itu penyelenggara juga menampilkan para muda-mudi dengan aksesoris khas Batak.

“Tarafnya sudah internasional. Nanti akan ditampilkan berbagai tortor muda-mudi yang ceria, sekaligus sarana muda-mudi asal Batak untuk mencari jodoh. Ini dibuat untuk mendongkrak angka kunjungan wisatawan ke Samosir, yang merupakan jantung-nya Danau Toba,”ujar Ombang bersama Larshen Simamora selaku Koordinator Pusat Punguan Naposo Bulung se-Indonesia.

Festival yang sudah digelar di Pasir Putih Parbaba ini juga dimeriahkan dengan hiburan rakyat, serta grup band terkenal di tanah Batak yaitu Stelfoise dan grup-grup band musik tradisonal lainnya. Tidak hanya itu, Festival yang digelar selama dua hari tersebut, juga sebelumnya telah diselenggarakan event sport tourism bertajuk Jelajah Sepeda Internasional (OKBA Internasional), serta yang tak kalah menarik Open Dragon Batt di Danau Toba juga telah sukses dilaksanakan.

Respon Bupati Samosir, Rapidin Simbolon, terkait penyelenggaraan acara tersebut sangat positif. Diapun langsung menempatkan posisi di barisan yang sama dengan Ombang.

“Ini sangat bagus. Target kita sekitar 5.000 hingga 10.000-an wisatawan berkunjung ke Samosir, baik wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara,”ujar Bupati Samosir Rapidin Simbolon bersama-sama dengan Larshen Simamora serta rombongan Naposo Bulung perwakilan Provinsi Riau.

Pada kesempatan tersebut, Rapidin Simbolon dalam kapasitasnya sebagai Bupati Samosir juga berpesan, untuk semua orang yang peduli dan ingin belajar tentang Budaya Batak Tortor Muda-mudi agar dikemudian hari untuk berkenan hadir kembali pada acara Festival Gondang Naposo tahun 2018 yang akan datang.

“Bagi wisatawan yang ingin menikmati Tradisi Budaya Batak yang sangat Langka ini, datanglah ramai-ramai ke Samosir untuk menyaksikan dan sembari berlibur. Nikmati budayanya, hiburannya dan nikmati keindahan alamnya,”. Beragam keunikan tersebut juga ikut disimak dan dinikmati oleh bapak Menteri Pariwisata RI, (Menpar) Arief Yahya. Alhasil, menteri asal Banyuwangi itu mengapresiasi agenda yang sudah dirancang Pemerintah Kabupaten Samosir tersebut. Khususnya bagi para Naposo Bulung utusan dari Riau yang berhasil tampil memukau dan meraih Juara Umum pada masing-masing Perlombaan Festival tersebut.               “ Maju terus Samosir dan Danau Toba,”tutur  MENPAR-RI,  Arief Yahya.

Kebetulan juga, suasana industri pariwisata pada saat itu sedang bergairah. Semua lini bergerak. Lewat festival unik tadi, mantan Dirut Telkom itu mengaku makin pede dalam mengejar target 2017 – 2018,  yakni sebesar 15 juta kunjungan wisatawan mancanegara dan 265 juta pergerakan wisatawan nusantara. “Delapan kabupaten di Danau Toba, Provinsi Sumatera Utara Saya lihat makin lama semakin kompak, kreatif dan semoga makin peduli akan kelestarian Danau vulkanik terbesar dunia serta sekaligus Danau terdalam di dunia,” kata Menteri Arief Yahya bersama dengan Bupati Samosir dan Larshen Simamora, Utusan Naposo Bulung dari Riau.***(T.Sitompul).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *