PKS Dan Lahan Koperasi Air Kehidupan Seluas 4500 Hektar Diduga Kawasan Hutan Lindung

KARYAWAN KAK
42 Karyawan Koperasi Air Kehidupan di PHK sepihak tanpa pesangon.

Kandis,kompasriau-Kebobrokan oknum pejabat dan perangka Desa di Kabupaten Siak, Propinsi Riau, bakal terkuak soal izin operasional Pabrik Kelapa Sawit (PKS) berdiri di dalam kawasan hutan lindung.

Bakal terkuaknya kebobrokan oknum pejabat di Kabupaten Siak, diperkuat dengan pengakuan sejumlah karyawan Koperasi Air Kehidupan (KAK) kepada tim awak media ini, bahwa tanah tempat berdirinya PT Dian Anggara Persada PKS Mutiara Samsam Kandis dan lahan perkebunan kelapa sawit Koperasi Air Kehidupan (KAK) seluas 4500 hektar di Kecamatan Kandis diduga berada di dalam kawasan hutan lindung.

KAK
Karyawan Koperasi Air kehidupan di PHK sepihak tanpa pesangon

“Benar bahwa lahan perkebunan dan PKS Mutiara Samsam Kandis berada di dalam kawasan hutan lindung. Kami sudah pernah cek di kantor Camat dan di kantor kepala Desa, bahwa lahan perkebunan KAK dan tanah PKS Mutiara Samsam itu masih berada di dalam kawasan hutan lindung,”ungkap salah seorang kepala Dusun (kadus) di Desa Sam-Sam baru-baru ini kepada tim awak media ini, yang namanya dirahasiakan.

Menurut Kepala Dusun, pada tahun 2016, pihak managemen Koperasi Air Kehidupan pernah membuat surat keterangan “rekayasa” ada dusun (perkampungan) di dalam lahan koperasi air kehidupan. Di dalam isi surat  keterangan tersebut disebut seolah-olah ada dusun tempat penduduk sekitar 2600 Kepala Keluarga (KK), padahal kenyataannya di dalam lahan koperasi air kehidupan tersebut tidak pernah ada dusun, yang ada hanya karyawan koperasi air kehidupan berjumlah sekitar 700 orang.

“Surat keterangan dusun itu sengaja direkayasa diduga salah satu persyaratan untuk mengurus perizinan perkebunan itu ke Jakarta, karena ketua RT di perkebunan itu adalah karyawan koperasi air kehidupan. Jadi mungkin tidak mau setiap ketua RT di perkebunan ini untuk menanda tangani surat keterangan itu, tapi beberapa orang ketua RT di perkebunan itu sudah di PHK sepihak oleh managemen koperasi air kehidupan,”ungkap kepala Dusun.

Pimpinan Koperasi Air Kehidupan, Dian Anggara Situmorang dan Senior Manager Koperasi Air kehidupan, Ir Harianto Siburian, kendati sudah dikonfirmasi awak media ini secara tertulis soal perizinan perkebunan dan karyawan koperasi air kehidupan yang di PHK sepihak, namun hingga berita ini dimuat belum ada tanggapannya.

Seperti dikabarkan media ini sebelumnya, bahwa oknum karyawan bersama oknum security perkebunan koperasi air kehidupan diduga melakukan perampasan barang-barang milik karyawannya saat melakukan pengosongan rumah karyawanya, pada tanggal 2 Juni 2017 sekira pukul 9.00 Wib.

Menurut Ketua DPP Pekerja Perjuangan Indonesia (DPP-SPPI) Indra Gunawan, kendati 4 (empat) rumah karyawan KAK tersebut sudah bekerja selama 5 tahun menjadi karyawan tetap di perkebunan KAK, namun, pihak managemen Koperasi Air Kehidupan, diduga membawa “rombongan preman” sekitar 50 orang menuju rumah karyawannya bernama Mangandar Malango, untuk mengosongkan rumahnya secara paksa.

Seluruh barang-barang dan satu unit sepeda motor dibawa keluar dari dalam rumah tersebut. Setelah itu, “rombongan preman” menuju rumah karyawan bernama Ramauli Silalahi untuk mengosongkan rumah karyawan secara paksa dan membawa barang-barangnya keluar dari perkebunan Koperasi Air Kehidupan.

Begitu juga rumah karyawan bernama Jakiman Situmorang dan Sandra Hutabarat diduga secara paksa dilakukan pengosongan yang dipimpin langsung oleh M.Samosir.

Salah seorang karyawan bernama Dianto, Jumat (2/6/2017), melaporkan dugaan tindak pidana pengeroyokan terhadap dirinya, diduga dilakukan oknum pengurus perkebunan Koperasi Air Kehidupan yang berada di kawasan Kecamatan Kandis itu.

Laporan disampaikan ke Kepolisian Sektor Kandis sesuai Surat Tanda Penerimaan Laporan No.Pol: STPL/134/VI/2017/Riau/Res Siak/Sektor Kandis.

Menurut Indra Gunawan, terjadinya dugaan tindak pidana pengeroyokan terhadap Dianto, karena karyawan perkebunan KAK meminta haknya sesuai Undang-Undang ketenagakerjaan, karena pihak perkebunan koperasi air kehidupan hingga saat ini tidak memberi pesangon kepada karyawannya sesuai Undang-Undang ketenagakerjaan. “Pelapor mengalami luka robek pada alis matanya,”ujar Indra Gunawan.***(Kriston).

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *