SPBU 14 288 638 Kelakap Tujuh Dumai “Bermasalah”

0
178
SPBU 2
Mobil pelanggan SPBU rusak diduga akibat solar yang diisi pekerja SPBU

Dumai,kompasriau-Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Nomor 14 288 638 yang berada di Jalan Lintas Kelakap Tujuh, Kecamatan Dumai Barat, “bermasalah”. Premium yang di minta para pelanggannya, akan tetapi solar yang diisi pekerja SPBU tersebut ke mobil dan sepeda motor dari selang nozel mesin pompa yang bertuliskan premium.

 Permasalahan di SPBU ini terungkap, ketika beberapa pelanggan pemilik sepeda motor dan mobil angkot komplin kepada petugas SPBU tersebut hari ini, Minggu (18/6/2017).

SPBU 3
Pelanggan SPBU konplin kepada pekerja SPBU

Setidaknya, ada dua unit pemilik sepeda motor dan satu unit sopir angkot komplin kepada pekerja SPBUtersebut karena motor dan mesin angkot pelanggannya mengalami kerusakan mesin setelah mereka mengisi bahan bakar minyak di SPBU tersebut.

 “Tadi saya mengisi premium di SPBU ini, setelah baru perjalanan sekitar 1 kilo meter dari SPBU, suara mesin motor saya agak lain dan suara klep mesin berbunyi kasar tidak seperti biasa. Lantas saya memeriksa minyak di tanki,”tutur Simatupang.

 Menurut Simatupang, ketika ia hendak berencana pergi keladangnya yang berada di Bukit Timah, kemudian Simatupang terlebih dahulu mengisi bahan bakar premium motornya karena kebetulan minyak motornya di tanki sudah tinggal sedikit.

 Lantas usai mengisi premium motornya, Simatupang bergegas meninggalkan SPBU, namun baru sekitar satu kilo meter berjalan dari SPBU, suara mesin motornya mengeluarkan bunyi yang tidak nyaman dan tidak seperti biasanya, suara klep agak kasar.

 Merasa baru mengisi minyak motornya, Simatupang mencoba mengecek minyak motornya dengan memasukkan salah satu jari tangannya kedalam lobang mesin untuk mengetahui isi minyak di dalam mesin motornya. Lantas Simatupang heran karena minyak mesin yang baru di isi bukan premium, tetapi minyak solar.

 “Minyak yang saya jolok dengan jari tangan ke dalam mesin motor, saya pastikan bukan premium, karena minyak tersebut susah kering. Itu tandanya minyak solar. Kalau itu premium, tentu cepat kering,”tutur Simatuapang pada awak media ini, Minggu (18/6/2017).

 Karena itu, setelah Simatupang memastikan minyak yang di isinya di SPBU 14.288.636 ,bukan premium, akan tetapi minyak solar, maka simatupang berbalik arah mendatangi SPBU 14.288.638 dan komplen kepada karyawan SPBU tersebut.

 Hal yang sama dirasakan Indra, salah seorang supir mobil angkot. Usai Indra mengisi bahan bakar di SPBU yang sama di Jalan KelakapTujuh, Kecamatan Dumai Barat Kota Dumai, mesin mobilnya bermasalah.

 “Belum jauh keluar dari SPBU mengisi minyak angkot ini, kenalpot mesin angkot saya mengeluarkan asap tebal dan suara mesin terasa lain dan tidak nyaman,”ungkap Indra dengan nada kesal.

 Menurut indra, mengetahui mesin mobil angkotnya ada masalah, lantas Indra kembali ke SPBU dan protes kepada pengelola SPBU, karena minyak yang seharusnya premium yang di isi ke angkot Indra, tetapi solar yang diisi pekerja SPBU 14.288.638.

 Pengamatan awak media ini di SPBU jalan kelakap tujuh Dumai, karyawan SPBU tampak sedang menguras minyak dari mesin motor milik Simatupang BM 5047 RK dan dari mesin mobil angkot milik Indra BM 1534 RU.

 Minyak yang di kuras atau dikeluarkan dari mesin motor Simatupang dan dari mesin mobil angkot Indra faktanya bukan lah premium, akan tetapi minyak solar.

 Meri, salah seorang karyawan yang mengaku sekretaris di kantor SPBU tersebut kepada awak media ini mengaku baru mengetahui masalah setelah pemilik motor dan angkot komplein kepada mereka.

 Meri membantah keras kalau pihaknya mencampur solar dengan premium.di SPBU tersebut “Tak mungkin kami mencampur solar dengan bensin, Itu namanya gila merusak nama baik SPBU kami,”bantah Meri mengklarifikasi konfirmasi awak media ini.

 Namun Meri membenarkan adanya banker yang baru dikuras beberapa waktu lalu dan di kuras sampai bersih oleh petugas dari Pekanbaru.

 Banker tersebut menurut Meri, sebelumnya berisi solar, tetapi setelah dikuras bersih, banker tersebut bukan lagi diisi solar, akan tetapi diganti dengan premium.

 “Baru hari ini banker diisi premium dan baru uji coba juga. Jadi dalam banker tersebut isinya bukan solar, tetapi minyak premium. Kami pun heran mengapa solar yang keluar,”ucap Meri, sembari mengarahkan awak media ini melihat salah satu banker minyak yang katanya baru di isi premium.*** (Tambunan)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here