Sekelompok “Preman”Lakukan Pengosongan Rumah Koperasi Air Kehidupan

IMG-20170619-WA0003Kandis,kompasriau-Keluarga Besar Serikat Pekerja Perjuangan Indonesia menilai bahwa tindakan-tindakan pihak Koperasi Air Kehidupan (KAK) bersama sekelompok “preman” untuk pengosongan rumah karyawan korban PHK sepihak, tak berprikemanusiaan.

Pasalnya,  pengosongan  terhadap sejumlah rumah karyawan dilakukan secara paksa oleh sekelompok “preman” dihadapan anak-anak karyawan yang masih dibawah umur di Desa Sam-Sam, Kecamatan Kandis, Jumat (2/6/2017).

IMG-20170619-WA0009Pengakuan sejumlah karyawan, bahwa aksi pengosongan rumah karyawan PHK sepihak tanpa penetapan PHI tersebut disaksikan oleh 2 (dua) orang anggota TNI dan anggota Kepolisian.

“Masak kami di PHK sepihak dan digusur secara paksa dari dalam rumah itu tanpa adanya penetapan dari PHI. Pihak mangement koperasi air kehidupan diduga mendatangkan sekelompok “preman” untuk mengusur kami, padahal ada 2 orang anggota TNI dan anggota polisi melihat sekelompok “preman” itu melakukan pengosongan rumah itu secara paksa dihadapan anak-anak kami,”keluh R. Silalahi dan isterinya kepada tim awak media ini, Senin (12/6/2017).

IMG-20170619-WA0008Ketika ditanya, dari mana anda tahu bahwa yang melakukan pengosongan rumah karyawan itu adalah sekelompok preman.? Dikatakan R.Silalahi, selama ini, sekelompok “preman” berjumlah sekitar 50 orang  tidak pernah bekerja atau karyawan di perkebunan koperasi air kehidupan.

“Sekelompok preman itu diduga suruh pihak koperasi air kehidupan untuk melakukan perampasan terhadap barang-barang kami dan pengosongan rumah karyawan PHK secara paksa. Kami semua karyawan tidak kenal orang-orang preman itu, karena kami tidak pernah lihat sekelompok preman itu bekerja di perkebunan koperasi air kehidupan ini,”ujar R.Silalahi yang diamini sejumah karyawan KAK.

IMG-20170619-WA0004Pimpinan Koperasi Air Kehidupan, Dian Anggara Situmorang dan Senior Manager Koperasi Air kehidupan, Ir Harianto Siburian, kendati sudah dikonfirmasi awak media ini secara tertulis soal perizinan perkebunan dan karyawan koperasi air kehidupan yang di PHK sepihak, namun hingga berita ini dimuat belum ada tanggapannya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Serikat Pekerja Perjuangan Indonesia (DPP-SPPI), Indra Gunawan mengaku sangat prihatin atas musibah yang dialami karyawan Koperasi Air Kehidupan korban PHK sepihak dan dugaan korban “kekerasan, pelecehan seksual,  dan premanisme “ pada saat pengosongan rumah dinas karyawan KAK, pada tanggal 2 Juni 2017.

“Seluruh barang-barang rumah tangga, baju anak sekolah  dan barang-barang berharga diduga dirampas oleh sekelompok preman diduga suruhan oknum pihak Perusahaan koperasi air kehidupan.”ungkap Indra.

Menurut Indra , berjumlah 5 orang anak-anak karyawan korban PHK ini trauma akibat pengosongan rumahnya secara paksa oleh sekelompok preman yang diduga sengaja didatangkan oleh pihak koperasi air kehidupan untuk merampas barang-barang dan  alat-alat sekolah anak-anak karyawan.

“Jadi hari ini kita dari keluarga besar DPP serikat pekerja perjuangan terus memberi bantuan kepada keluarga korban ini, karena kita sangat prihatin melihat anak-anak yang masih dibawah umur ini,”keluh Indra.

Dikeluhkan Indra, berjumlah 42 KK karyawan kpoerasi air kehidupan korban PHK sepihak tanpa penetapan dari PHI dan tidak mendapat pesangon dari pihak koperasi air kehidupan, padahal mereka sudah karyawan tetap selama 5 tahun lebih di koperasi air kehidupan di kawasan Desa Sam-Sam, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak.***(Kriston).

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *