DPP SPPI Layangkan Surat Ke Dua Ke Petinggi PT Ivomas Tunggal

Siak,kompasriau-Pengurus DPP Serikat Pekerja Perjuangan Indonesia (DPP-SPPI) melayangkan surat ke dua kepada petinggi PT Smart Tbk dan PT Ivomas Tunggal, terkait  pembayaran bonus akhir tahun 2016 secara serentak di seluruh unit PT Ivomas Tunggal kepada karyawan SKU-H dan SKU-B sebagaimana ketentuan peraturan perundang-undang yang berlaku di Indonesia khususnya tentang ketenagakerjaan.

Dijelaskan ketua DPP SPPI, Indra Gunawan, berdasarkan Permenakertrans nomor 28 tahun 2014 pasal 15 ayat 1, bahwa dalam satu perusahaan hanya dapat dibuat 1 (satu) PKB  yang berlaku bagi seluruh pekerja di perusahaan yang bersangkutan baik PKWT maupun PKWTT.

PKB-BKSPPS tahun 2014 sampai dengan tahun 2017 pasal XIII ayat 2 mengatur dan menyepakati tentang  bonus, bahwa kedua belah pihak setuju membuat formula seperti yang di ajurkan mediator Direktorat penyelesaian hubungan industrial kementerian tenaga kerja dan transmigrasi Republik Indonesia sesuai dengan kesepakatan bersama BKS-PPS dengan  PP FSP PP SPSI.

“Pada tanggal 25 Februari 2010 dan besaran bonus tetap berdasarkan kesepakatan bersama PP-SPSI dan BKS-PPS, yang berhak mendapat bonus adalah pekerja  yang telah bekerja secara terus menerus selama 12 (dua belas) bulan pada tahun produksi, pekerja yang telah bekerja lebih dari 3 (tiga) bulan diberikan bonus tahunan secara proposional dan pekerja yang putus hubungan kerja dengan kualifikasi pensiun atau meninggal dunia,”terang Indra Gunawan kepada tim awak media ini, Rabu (5/7/2017).

Lebih lanjut Indra menjelaskan, defenisi pekerja berdasarkan undang-undang nomor 13 TAHUN 2003 adalah setiap orang yang bekerja dengan menerima upah atau imbalan dalam bentuk lain.

Besaran bonus karyawan PKWT sama dengan besaran bonus yang dibayarkan kepada karyawan tetap (SKU-H dan SKU-B) dengan ketentuan yaitu karyawan PKWT yang telah bekerja 12 (dua belas ) bulan penuh, maka berhak atas bonus penuh sebesar yang diterima karyawan SKU-H dan SKU-B berdasarkan kesepakataan formula pembayaran bonus tahun 2012. Kemudian karyawan PKWT yang belum penuh bekerja dalam 12 (dua belas) bulan tahun produksi 2016 berhak atas    bonus yang di porporsionalkan.

Pekerja dengan status PKWT di unit kebun PT Ivomas Tunggal pada umumnya adalah mereka bekerja sebagai pemanen, pemetik tanda buah segar (TBS), jenis pekerjaan utama dalam proses produksi pengolahanTBS sebelum menjadi turunan minyak sawit seperti CPO dan PKO.

Ketentuan peraturan perundang-undangan sudah sangat jelas bahwa didalam satu perusahaan hanya dapat dibuat satu perjanjian kerja bersama (PKB) berlaku sama kepada pekerja dengan status PKWT. Bonus akhir tahun produksi adalah keuntungan yang diperjanjikan dan disepakati oleh para pihak yang bersepakat dan disahkan sebagaimana ketentuan perundang-undangan di PT Ivomas Tunggal sampai saat ini berlaku PKB BKS-PPS tahun 2015-2017 disahkan oleh Direktur Jendral pembina hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja dengan nomor KEP.88/PHIJSK-PPKAD/PKB/VI/2015.

Pada pasal XIII ayat II memuat tentang hak dan tata cara pembayaran serta besaran bonus ditetapkan berdasarkan suatu kesepakatan.

“PT Ivomas Tunggal sampai saat ini sepanjang yang kami ketahui kesepakatan tahun 2012 adalah acuan besaran bonus yang dibayarkan kepada pekerja pada setiap akhir tahun produksi. Oleh karena itu, kami pengurus SPPI melayangkan surat ke dua kepada petinggi PT Ivomas Tunggal untuk mempertanyakan pembayaran bonus akhir tahun 2016 serentak di seluruh unit PT Ivomas Tunggal itu,”ujar Indra mengahiri ucapan kepada tim awak media ini.***(Kriston).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *