Beras Catu Buruh PT Ivomas Tunggal Tak Layak Konsumsi

0
316

BERAS 1Kandis,kompasriau-Beras catu buruh PT Ivomas Tunggal Lestari, yang beralamat di Kampung Kandis, tak layak konsumsi. Hal tersebut dikeluhkan ketua PUK SPPI PT Ivomas Tunggal Lestaris, Bambang Prastowo kepada Awak media ini via telepon genggamnya, Rabu (12/7/2017).

SPPI 2“Pada tanggal 11 juli 2017 sekira pukul 09.00 Wib pagi, masuk truk tronton mengangkut beras ke unit IMTL-UTNW. Kemudian anggota yang mengangkut beras itu mengecek beberapa goni beras di dalam truk dengan membuka jahitan karung, tetapi kondisi beras tersebut dalam keadaan hancur, berwarna kuning, bau apek, berkutu dan tidak layak dimakan para buruh, maka pihak PUK SPPI tidak bersedia menerima beras yang infonya beras dari Medan-Sumut dengan nama Suplayernya Hery Tan sesuai yang tertera di dalam DO,”ungkap Bambang.

Menurut Bambang, beras catu yang diterima oleh karyawan bukan diberikan secara cuma-cuma sebagai tunjangan tetap sebagaimana ketentuan Undang-undang tenaga kerja melainkan di potong seharga Rp 9050/Kg dari Upah pekerja setiap bulan nya sebanyak 15 Kg x Rp 9050 = Rp.135.750 setiap pekerja dengan status lajang maupun sudah berkeluarga.

Padahal dalam ketentuan undang-undang nomor 13 tahun 2003 dan PP 78 tahun 2015, beras masuk kedalam tunjangan tetap.

Informasi yang berhasil dihimpun awak media ini menyebut untuk tahun 2017 harga maxsimal beras catu karyawan yang ditenderkan oleh Kantor Perwakilan Pekanbaru Jl.Teungku Umar adalah Rp.8400 s/d Rp.8600.

Dijelaskan Bambang, kalau dibuat simulasinya, untuk 13 unit kerja perusahaan PT IMT untuk catu berasnya dalam 1 bulan 100 s/d 150 ton. Didapati 9050 – 8600 = Rp.450/Kg selisih harga yang dibayarkan karyawan dengan harga tender. 150  Ton (150.000) x Rp 450  = Rp.67.500.000/ Bulan uang karyawan yang diduga digelapkan. “Andai harga Rp 9050/Kg berlaku selama 12 bulan sesuai SE BKS-PPS  tahun 2017. Rp.67.500.000 X 12  = Rp.810.000.000,”jelas Bambang.

Bahkan menurut Bambang Prastowo, kejadian ini sudah berlangsung 2 kali pada vendor beras yang sama. “Kami sangat kecewa. Kami tidak meminta lebih dari apa yang menjadi hak kami sesuai yang diatur undang-undang sebagai buruh, tapi untuk beras yang kami makan bersama anak isteri saja diperusahaan tidak bertanggung jawab. Kalau kami tidak teliti, tentu saja beras inilah yang akan kami berikan untuk dimakan oleh anak isteri kami ,apa kami tidak layak untuk dimanusiawikan,”ucap Bambang dengan nada yang sedikit tinggi.

Pimpinan Unit PT Ivomas Tunggal Lestari, Roni Afrion (Pjs Maneger), ketika dikonfirmasi via telepon genggamnya membenarkan adanya beras tidak layak masuk ke unit PT IMTL-UTNW.

“Kami berjanji akan segera berkoordinasi agar tidak berulang beras tidak layak yang masuk. Perusahaan berupaya secepatnya agar  karyawan kita tetap bisa mendapat hak-haknya sesuai ketentuan dan tepat waktu,”kata Roni  kepada awak media ini.

Lanjutnya, pimpinan unit sesegera mungkin menyampaikan komplin karyawan atas mutu beras bulan juli dengan pihak penjualan di perwakilan pekanbaru yang beralmat di Jalan Tengku Umar.

Ketika ditanya perihal harga tender perusahaan untuk juli 2017 adalah Rp.8600/Kg, sedang harga beras yang dibayar dipotong secara otomatis melalui verol upah setiap bulannya? Dijawab Roni, hal tersebut adalah kewenangan pihak penjualan.***(I.G)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here