SK Pengangkatan CPNS KSOP Terbit

0
133

Dumai, kompasriauPerekrutan penerimaan CPNS dengan formasi jalur khusus untuk ditempatkan di lingkungan Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kementerian Perhubungan Laut, diurus oleh Suhartaty alias Cici, dan Helen Nora, awalnya cukup menyakinkan para korbannya.

Kenapa tidak, karena dari sekitar 60 orang pelamar CPNS tersebut, terdapat 15 orang sudah menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan atau surat diterimanya menjadi CPNS di lingkungan KSOP.

Yang menerima SK pengangkatan menjadi CPNS di lingkungan KSOP, merupakan pelamar tahap pertama yang diurus Suhartaty dan Nora yang berstatus terdakwa ini.

Dengan terbitnya SK pengangkatan pengawai kepada 15 orang itu, mendongkrak keyakinan sejumlah pelamar alias korban kalau formasi penerimaan jalur khusus yang diurus Hartaty adalah benar walau berjalan tahun kemudian diketahui kalau SK tersebut adalah bodong alias palsu.

Selain untuk meyakinkan para korban lainnya soal penerimaan/perekrutan CPNS jalur khusus itu, Suhartaty yang akrab disebut Cici itu menyuruh penerima SK untuk menjahitkan baju dinas di salah satu tukang jahit di Dumai, pertanda diterimanya sebagai pegawai layaknya seorang pegawai KSOP.

Kelihaian Cici melakukan perannya untuk lebih menyakinkan korbannya, Cici juga memberikan gaji dengan rappel beberapa bulan gaji bagi penerima SK terhitung semenjak SK para korban diterbitkan.

Ketika hakim majelis yang dipimpin Renaldo  M Hasoloan Lumbantobing SH MH, mempertanyakan kepada Hartaty alias Cici, soal SK, baju dinas maupun gaji yang diberikan rappel dimaksud pada saat itu Cici sebagai saksi dalam perkara Helen Nora, Cici mengakui hanya untuk menyakinkan para korbannya.

Dengan gamblang seakan tidak bersalah, kepada hakim majelis diakui Cici, bahwa yang menerbitkan SK pengangkatan pengawai dimaksud adalah Cici sendiri dengan membuka dan meniru format surat atau Kop surat Kementerian Perhubungan RI, termasuk nama dan tanda tangan saqlah seorang pejabat di kemenhub RI.

Demikian soal baju dinas KSOP yang dijahit bagi penerima SK maupun pemberian gaji dirappel beberapa bulan, menurut  Cici, semuanya hanyalah bohong belaka agar para korban lainnya termasuk penerima SK lebih yakin dan tidak bolak balik bertanya kepada Cici.

Menurut Cici, walau dia (Cici) meyakinkan para penerima SK agar sabar menunggu panggilan, akan tetapi hujan pertanyaan soal panggilan atau penempatan diakui Cici selalu datang dari para korban.

Berangkat dari tidak hentinya pertanyaan tersebt kepada Cici, sehingga Cici pun menciptakan akal untuk menerbitkan SK bodong alias palsu, memberikan baju dinas KSOP dan memberikan gaji seolah sudah diterima menjadi PNS dilingkungan KSOP karena sudah mendapat SK.

Menyikapi perkara ini, Marsudin Sinaga dalam sidang lanjutan itu menyebut, bahwa SK pengangkatan yang diterbitkan Cici terdapat sejumlah kejanggalan dan tanda tangan di SK bukanlah pejabat yang berwenang.

Dalan surat SK dimaksud, menurut Marsudin Sinaga, juga terdapat kejanggalan-kejanggalan lainnya, yakni tidak dibuat pertimbangan soal pengangakatan, tidak sesuai jumlah formasi CPNS yang diterima, nomor SK salah dan alamat surat dalam SK juga salah, jelas Marsudin.

Dalam perkara ini, terdakwa Suhartaty alias Cici, terungkap sebagai otak pelaku dugaan penipuan berkedok penerimaan CPNS dilingkungan Kementerian Perhubungan ini.

Modus yang diulakukan Suhartaty meng iming-iming atau mengelabui korbannya tampak sangat massif dan lakonnya mengelabui korbannya cukup professional.

Untuk merekrut para korban penerimaan CPNS tersebut, Suhartaty tampak memakai tangan Helen Nora. Artinya, hampir seluruh korban perekrutan dilakukan lewat Helen Nora. Mulai photo kopy KTP, Kartu keluarga dan persyaratan lainnya termasuk menerima uang pengurusan adalah lewat Helen Nora.

Akan tetapi fakta persidangan, bahwa seluruh uang yang diterima Helen Nora dari para korban yang jumlah nominalnya berfariasi, yakni Rp 75 juta, Rp 150 juta hingga Rp 200 juta perorang, seluruhnya diakui Nora diserahkan kepada Suhartay alias Cici.*** (Tambunan)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here