Pemilik PT Ivo Mas Tunggal Disebut-Sebut “Kebal Hukum”

IVOMAS 3Siak,kompasriau-PT Ivo Mas Tunggal Kebun Ujung Tanjung Estate dan PT Smart TBK, yang berinduk kepada GAR LTD Singapura, disebut-sebut sejumlah warga “kebal hukum” soal menguasai tanah negara bekas areal sumur-sumur minyak milik Caltex di kawasan Desa Jambai Makmur tanpa izin dari Pemerintah.

Hal tersebut diperkuat dengan hasil investigasi tim awak media ini di kawasan Desa Jambai Makmur, Kamis (27/7/2017), bahwa tanah bekas areal sumur-sumur minyak milik Caltex dan areal bekas tanah kantor operasional Caltex sudah ditanami dengan tanaman kelapa sawit. Menurut sejumlah warga, sejak tahun 2002, tanah bekas areal sumur minyak Caltex tersebut diduga ditanami atau dikuasai oleh pihak PT Ivo Mas Tunggal.

IVOMAS 1Kendati awak media ini sudah upayakan konfirmasi kepada sejumlah petinggi PT Ivo Mas Tunggal via telepon genggam, namun hingga berita ini dimuat, sejumlah petinggi PT Ivo Mas Tunggal di Kandis dan Pekanbaru masih memilih bungkam.

Anggota DPRD Siak komisi II, Mhd Ariadi Taringan, mengaku sangat terkejut setelah mendengar informasi bahwa perusahaan besar seperti PT Ivo Mas Tunggal kebun Ujung Tanjung diduga melakukan pelanggaran hukum tanpa adanya tindakan hukum dari aparat yang berkompoten di propinsi Riau.

 “Perusahaan sebesar PT Ivo mas Tunggal  kebun Ujung Tanjung yang sudah menyandang sertifikasi RSPO dan ISPO, kita minta pihak-pihak terkait untuk melakukan peninjauan ke lapangan dan juga kita minta kepada pihak BPN kabupaten Siak untuk melakukan pengukuran terhadap HGU PT Ivo Mas Tunggal kebun Ujung Tanjung dan menetapkan tapal batas HGU secara jelas sebagaimana ketentuan undang-undang,”tandas Ariadi Tarigan.

Mhd Ariadi berharap agar pihak PT Ivo Mas Tunggal Ujung Tanjung jujur di dalam berbisnis di wilayah hukum kabupaten Siak, dan patuh kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku, sehingga tercipta hubungan simbiosismutualisme bagi semua pihak seperti “burung jalak dan kerbau”.

Menurut Thamrin, sejak tahun 2000 sumur minyak mentah caltex di tutup dan jalur-jalur suplai minyak dari sumur-sumur minyak Caltex di bongkar, sekitar tahun 2001-2002 pihak PT Ivo Mas Tunggal Kebun Ujung Tanjung diduga melakukan penanaman kelapa Sawit di atas tanah negara yang sebelumnya areal produk Perusahaan minyak Caltex.

Informasi yang dihimpun tim awak media media ini dilapangan menyebutkan, bahwa HGU PT I.T Kebun Ujung Tanjung memiliki HGU 2 (dua), yakni HGU nomor 1 tahun 1994 dan HGU nomor 2 tahun 1997.

“Tindakan penguasaan tanah tanah negara exs bekas kantor operasional Caltex yang berada di Desa Jambai Makmur diduga merugikan negara cukup besar pada sektor pajak,”sebut Thamrin dan kawan-kawannya kepada tim awak media ini, Kamis (27/7/2017).

Padahal menurut Thamrin, PT Ivo Mas Tunggal Ujung Tanjung sudah meraih penghargaan sebagai perusahaan terbaik di kabupaten Siak dan PT S.TBK adalah salah satu perusahaan yang sejak tahun 1992 sudah exsis di bursa saham Indonesia dan salah satu perusahaan yang berhasil meraih sertifikasi ISPO perdana 10 perkebunan sawit dari 9 perusahaan sawit terkemuka di Indonesia, pada tanggal 8 maret 2016.

“Tetapi fakta-fakta dilapangan, tentu perlu dipertanyakan azas kepatuhan bagi perusahaan-perusahaan yang telah berhasil meraih sertifikasi ISPO,”kritik Thamrin.***(I.G).

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *