Adira Finance Digugat Dugaan Penggelapan Mobil Milik Nasabah

0
23

Dumai, kompasriau-Herwandi, salah seorang warga Dumai, menggugat perdata PT Adira Dinamika Multi Finance (Adira) Cabang Dumai, lewat Pengadilan Negeri (PN) klas IA Dumai.

Perkara perdata ini disidangkan oleh hakim majelis dipimpin Desbertua Naibaho SH.MH dengan hakim anggota Renaldo Meiji Hasoloan Lumbantobing SH.MH dan hakim Alfonsus Nahak SH.MH.

Perkara ini telah berulangkali memasuki proses persidangan setelah mediasi antara Herwandi selaku penggugat dengan PT Adira salaku tergugat mendapat jalan buntu untuk berdamai dalam perkara ini.

Sidang lanjutan perkara ini kembali di gelar diruang sidang utama PN Dumai, hari ini, Selasa (1/8/2017), dengan agenda sidang mendengarkan keterangan dua orang saksi dihadirkan penggugat (Herwandi-red). Sedangkan dari pihak tergugat (Adira-red), dihadiri oleh kuasanya, Rio Rizal, SH.

Dalam keterangan saksi Indra maupun saksi Andi dihadapan sidang yang diperiksa hakim majelis secara terpisah atau bergantian, kronologis perkara perdata ini sungguh menarik perhatian dan mengundang tanya terhadap Adira selaku tergugat.

Bahwa atas keterangan kedua saksi seputar perkara, seyogianya kasus ini akan masuk ke ranah hukum pidana dan bukan perdata sebagaimana disidangkan hakim majelis, akan tetapi hal ini menjadi kewenangan hakim majelis untuk memutus perkara ini.

Ceritanya, Herwandi, melesingkan mobil yang dibeli Herwandi dari ibu saksi Andi bernama Hajjah Bahria. Namun untuk dana membeli mobil dimaksut, Herwandi melakukan pinjaman kepada pihak Adira lewat agen, Indra, sebesar Rp 60 juta dengan jaminan BPKB mobil CRV BM 1345 TG, warna kuning mas.

Dana yang dipinjam penggugat dari Adira adalah sebesar Rp 60 juta, dengan masa angsuran atau cicilan selama 3 tahun dan besar angsuran sebesar Rp 2.470.000,- per bulan.

Namun pendek cerita menurut saksi Indra, setelah berjalan waktu dalam masa angsuran, mobil merek CRV milik Herwandi, ditarik pihak Adira karena mengalami tunggakan angsuran sekitar 2 bulan. “Saya mengetahui mobil Herwandi ditarik setelah Herwandi memberitahu kepada saya,”ujar saksi Indra kepada hakim.

Sakis Andi maupun saksi Indra kepada hakim menyebut tidak tahu berapa pastinya tunggakan angsuran pinjaman Herwandi terhadap pihak Adira.

Sementara itu, kepada awak media ini usai persidangan dijelas Herwandi, bahwa mobil miliknya ditarik pihak Adira Januari 2017 lalu, ketika dia (Herwandi-red) sedang berada di luar daerah atau berada di Sumatera Barat (Sumbar).

Kala kejadian mobil Herwandi ditarik oleh pihak Adira, hanya isteri Herwandi saja berada di rumah saat pihak Adira mendatangi rumah Herwandi untuk memberi tahu soal tunggakan angsuran Herwandi.

Atas tungggakan angsuran tersebut, pihak Adira menyebut kapada isteri Herwandi untuk membawa mobil CRV milik Herwandi untuk dititip di kantor Adira saja, akan tetapi isteri Herwandi tidak mengijinkan mobilnya dibawa karena suaminya (Herwandi-red) tidak berada di rumah, “jelas Herwandi.

Namun pihak petugas Adira seakan memaksa akan membawa mobil dimaksud dengan cara di Derek, akan tetapi entah bagaimana kemudian, petugas Adira meminta kunci mobil tersebut dari isteri Herwandi dengan alasan hanya untuk melihat dan memphoto mobil tersebut.

Eh, ternyata setelah kunci mobil diberikan isteri Herwandi kepada petugas Adira itu, mobil tersebut saat itu di bawa kabur oleh petugas Adira. Dan pendek cerita, mobil tersebut dikabarkan telah dilelang alias dijual oleh pihak Adira tanpa sepengetahuan Herwandi alias penggugat.

Sebagaimana diakui Herwandi, terjadinya tunggakan angsuran kepada Adira, adalah sehubungan ada sesuatu urusannya di Sumbar, akan tetapi setelah mengetahui mobilnya ditarik pihak Adira, Herwandi menyebut telah mendatangi pihak Adira dengan maksud membayar tunggakan ansuran tersebut, akan tetapi pihak Adira seakan tidak menghiraukan niat baik Herwandi.

Diakui Herwandi, bahwa angsuran yang sudah dibayar Herwandi terhadap Adira sudah 28 kali angsuran dari 36 kali angsuran dengan angsuran perbulannya Rp 2 470 000,-.

Namun, hingga berita ini dilansir, awak media ini belum meminta klarifikasi soal kebenaran keterangan saksi maupun penjelasan Herwandi kepada awak media ini.*** (Tambunan)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here