Besok,Borhan Dan Pimpinan PT Bayu Pariama Batam Dihadirkan Dalam Sidang PPHI

0
13

Batam,kompasriau-Tidak terima atas PHK sepihak dan tanpa pesangon, Borhan mantan karyawan PT Bayu Pariama Batam (BPB) yang bergerak di bidang developer property di daerah Sekupang, telah melaporkan mantan Bosnya ke Kantor Dinas Tenaga Kerja Kota Batam pada hari Selasa (25/07/2017) lalu.

Atas laporan dan data pendukung yang diberikan oleh Borhan, Disnaker Kota Batam telah mengeluarkan dan menyerahkan surat panggilan Nomor B.0963 / TK-4 / PPHI / VII / 2017 kepada Borhan dan pimpinan PT BPB agar hadir hari Kamis (03/08) di Kantor Dinas Tenaga Kerja Kota Batam.

Pemanggilan tersebut dikeluarkan sesuai dengan ketentuan pasal 10 Undang –Undang No 2 Tahun 2004 JO Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI No.Kep,17/MEN/IX/2014 Pasal 13 ayat (1).

Berdasarkan ketentuan tersebut Disnaker Kota Batam meminta kehadiran kedua belah pihak dengan membawa data/berkas yang berkaitan dengan proses penyelesaian perselisihan hubungan industrial.

Konfirmasi oleh media ini kepada Borhan di kediamanya pada hari Rabu (26/07/2017) ,mengatakan, “Saya orang kampung dan awam dengan hukum pak, padahal Sahmadi orang besar dan anggota DPRD di Propinsi Kepri, yang seharusnya tempat pengaduan masyarakat yang tertindas seperti saya ini. Tapi beliau bukan mengayomi, sebaliknya malah memecat saya secara sepihak oleh Sahmadin tanpa pesangon, dan gaji saya dibawah UMK Kota Batam,”kata Borhan.

Borhan juga menyebutkan bahwa dalam slif gajinya ada potongan BPJS sejumlah 123 ribu rupiah padahal saya tidak memiliki kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

Borhan berharap agar permasalahan ini bisa diselesaikan secara kekeluargan, dan niat baiknya itu tidak mendapat respon positif dari pihak PT BPB.

”Bahkan surat permintaan perundingan Bipartit yang kirimkan sebanyak dua kali tidak mendapat tanggapan, tetapi saya sudah buat laporan resmi ke Disnaker Tanggal (17/07/2017) dan surat laporan saya itu sudah dibalas. Kamis (03/08) Rencananya saya dan PT BPB sudah memulai mediasi pertama yang dimediatori oleh Disnaker kota Batam,”ungkap Borhan.

Pernyataan berbeda disampailan Sahmadin (Owner PT BPB) kepada media ini di Morning Bakrie Green, “Saya tidak tau terkait bapak Borhan itu, karena bapak itu pekerja harian lepas, diproyek itu tidak ada lagi pekerjaan, padahal kita sudah tawarkan kepada bapak itu untuk kerja di Marina. Tetapi bapak itu tidak mau karena tidak tau naik Motor,”katanya.

“Masalah pak Borhan nanti akan kita kasih penghargaan. Kita tidak mampu kasih gaji UMK, karena bapak itu tidak tahu membaca, BPJS Ketenagakerjaan Pak Borhan itu ada, mungkin itu hilang dibuatnya. karena pembayaran itu separuh dari PT.BPB dan separuh dari Gaji karyawan. Nanti akan saya bicarakan dengan manajemen agar diberikan penghargaan kepada bapak Borhan,”Kata Sahmadin.

Disepakati atau tidaknya perkataan Sahmadin oleh ke-dua belah pihak akan kita ketahui besok Rabu 3/08/2017 sesuai surat panggilan.***(tim).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here