Kades Sam-Sam Mengaku Dimamfaatkan Pihak Koperasi Soal Surat Keterangan “Fiktif”

0
19

KADES SEBELAH KIRISiak, kompasriau-Koperasi Air Kehidupan (KOP-AK), yang beroperasi tanpa izin di kawasan hutan di Desa Sam-sam, Kecamatan Kandis Kabupaten Siak, diduga memakai surat keterangan Desa “fiktif”, melibatkan oknum Kepala Desa (kades) dan oknum petugas Kecamatan Kandis.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dusun, ketua RT setempat dan sejumlah karyawan Koperasi Air Kehidupan kepada tim wartawan kompasriau baru-baru ini.

IMG-20170704-WA0000Menurut  beberapa orang perangkap Desa Sam-Sam, pada tahun 2016, oknum yang berkompoten di koperasi air kehidupan memanggil beberapa orang ketua RT setempat untuk meminta tanda tangannya dibubuhkan di surat keterangan desa, yang isinya seolah-olah di dalam areal koperasi air kehidupan ada perkampungan (kampung Sam-Sam)berpenduduk berjumlah 2500 kepala keluarga (KK).

“Padahal kenyataannya di dalam areal perkebunan koperasi air kehidupan tidak pernah ada perkampungan atau kampung Sam-Sam, tetapi pihak koperasi air kehidupan sengaja membuat surat keterangan desa seolah-olah ada kampung di dalam areal itu berpenduduk sekitar 2500 KK, sebagai persyaratan untuk mengurus izin koperasi itu kepada pihak-pihak terkait di Jakarta,”ungkap Kadus dan ketua RT setempat kepada tim wartawan.

Lanjutnya, pembuatan surat keterangan perkampungan “fiktif” tersebut melibatkan oknum kepala Desa Sam-Sam dan beberapa oknum petugas kantor kecamatan Kandis.

Hal tersebut diperkuat dengan pengakuan kepala kepala Desa Sam-Sam, Azam Munthe kepada wartawan kompasriau dan wartawan Dumai Pos, Kamis (3/8/2017), membenarkan adanya dibuat surat keterangan perkampungan “fiktif” seperti yang diungkapkan kepala Dusun dan ketua RT setempat kepada tim awak media ini.

Bahkan Kepala Desa Sam-Sam mengaku merasa dimamfaatkan oleh pihak koperasi air kehidupan dalam persoalan itu karena kurang tahu atas kondisi wilayah Desa Sam-Sam yang dipimpinnya saat itu.

Anehnya lagi, Kepala Desa Sam-Sam tidak mengetahui bahwa areal koperasi air kehidupan adalah kawasan hutan. Padahal pengakuan Kepala Dusun dan beberapa orang ketua RT setempat,  bahwa areal koperasi air  kehidupan tidak pernah ada perkampungan, tetapi yang ada adalah karyawan tetap koperasi air kehidupan yang bekerja di dalam kawasan hutan tanpa izin dari pemerintah setempat.

Data-data yang berhasil dihimpun tim awak media ini menyebut pihak koperasi air kehidupan menguasai kawasan hutan lebih kurang  5000 kektar dan memiliki 1 (satu) pabrik pengolahan sawit (PKS) berkapasitas 45 Ton/Jam.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Perkumpulan Pegiat Penyelamat Kekayaan Daerah Riau (P3KDR), S.Purba mengatakan, jika dari pemeriksaan  aparat bahwa kegalitas lahan koperasi air kehidupan berada dalam kawasan hutan dan diduga melakukan kegiatan perkebunan tanpa izin menteri atau pemerintah Propinsi Riau, tentu pihak Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Propinsi Riau melakukan langkah-langkah hukum.

“Oknum pemilik koperasi air kehidupan bisa ditetapkan sebagai tersangka baik sebagai perorangan ataupun korporasi yang melakukan kegiatan perkebunan di kawasan hutan tanpa izin Menteri  sebagai tersangka sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 92 Undang –Undang Republik Indonesia nomor: 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusak kawasan hutan,”ujar S.Purba kepada awak media ini, Sabtu (5/8/2017).

Pimpinan Koperasi Air Kehidupan, Dian Anggara Situmorang dan Senior Manager Koperasi Air kehidupan, Ir Harianto Siburian, kendati sudah berulang kali dikonfirmasi tim awak media ini soal izin perkebunan kelapa sawit koperasi air kehidupan tersebut, namun hingga berita ini dimuat belum ada tanggapannya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Propinsi Riau, Yulwiriati Moesa, kendati sudah berulang kali konfirmasi awak media ini via pesan singkat, terkait lahan KOP-AK tersebut, apakah benar berada di dalam kawasan hutan.?, namun hingga saat ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Propinsi Riau masih memilih bungkam .***(Indra).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here