Koperasi Air Kehidupan Buka Kebun Sawit Secara Non Prosedural

0
27

Pekanbaru,kompasriau-Koperasi Air Kehidupan (KOP-AK) yang berada di kawasan Desa Sam-Sam, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak membuka perkebunan kelapa sawit seluas 5000 hektar secara non prosedural, karena di dalam kawasan hutan produksi Desa Sam-Sam, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak.

Berbagai keterangan yang dihimpun awak media ini pada saat melakukan investigasi di sejumlah instansi terkait di Kabupaten Siak, Senin (7/8/2017), menyebut koperasi air kehidupan membuka perkebunan kelapa sawit dalam kawasan hutan, hanya berbekal akte pendirian Koperasi yang diterbitkan Dinas Koperasi Kabupaten Siak, pada tahun 2007 silam, selaku ketua disebutkan Monang Situmorang, dengan jumlah karyawan yang berstatus harian lepas berjumlah 852 orang dan karyawan tetap berjumlah 271 orang, sedangkan anggota Koperasi Air Kehidupan berjumlah 49 orang yang diduga sebagai pemilik tanah dengan luas 5000 hektar tersebut.

Kabid Koperasi Dinas Koperasi Kabupaten Siak, Syafrawi, ketika diupayakan konfirmasi terkait keberadaan dan kegiatan KOP-AK, namun menurut salah seorang Staf Dinas Koperasi Kabupaten Siak pada bagian pelayanan mengatakan,” Pak Syafrawi sedang keluar yang berwenang memberikan keterangan kepada pers. Karena yang mengetahui soal koperasi air kehidupan, pak Syafrawi. Bapak temui aja pak Syafrawi,”saran Staf Dinas bagian pelayanan kepada awak media ini, tidak mau menyebutkan namanya, Senin (7/8/2017).

Sementara izin pelepasan kawasan hutan dari Kementerian Lingkungan Hidup Kehutanan (LHK) RI untuk Koperasi Air Kehidupan hingga saat ini belum ada. “Luas lahan kawasan hutan yang dialihfungsikan KOP-AK menjadi kebun sawit tersebut dikabarkan 5000 hektar, secara keseluruhan telah berproduksi,”terang sumber kepada awak media ini, Senin, (7/8/2017) di Siak.

Menanggapi hal tersebut, anggota DPRD Kabupaten Siak Komisi II, Ir, Ariadi Tarigan yang membidangi Kehutanan, ketika ditemui awak media ini di Hotel Grand Elite Pekanbaru, Senin malam (7/8/2017), membenarkan koperasi air kehidupan sudah terdaftar di Dinas Koperasi Kabupaten Siak, namun Koperasi Air Kehidupan tersebut belum mengantongi izin pelepasan dari kementerian lingkungan hidup dan kehutanan RI.

“Permasalahan pembukaan perkebunan kelapa sawit koperasi air kehidupan seluas 5000 hektar di dalam kawasan hutan, sudah kita laporkan ke Kementerian lingkungan hidup dan kehutanan RI, namun hingga saat ini tidak ada jawaban,”ungkap Ir.Ariadi.*** (Pur)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here