Edi Azmi SH Akan Melakukan Perlawanan Hukum Kepada PN Dumai

0
95

Dumai,kompasriau-Warga yang merasa tidak terima lahannya dieksekusi, lewat kuasa hukumnya, Edi Azmi SH, mengatakan akan melakukan perlawanan hukum kepada Pengadilan Negeri Dumai pasca dilakukan eksekusi lahan sawit seluas lebih kurang 30 hektar, Kamis (3/8/2017).

“Saya akan melakukan perlawanan hukum dengan laporan pengerusakan dan membuat gugatan perbuatan melawan hukum,”ujar Edi Azmi SH pada awak media ini siang tadi, Kamis (10/8/2017).

Alasan Edi Azmi akan melakukan upaya hukum dengan membuat laporan pidana pengerusakan dan gugatan perbuatan melawan hukum, kata Edi karena lahan klien Edi Azmi tidak turut para pihak dalam gugatan yang dimenangkan Zainab Siregar.

Akan tetapi dalam pelaksanaan eksekusi oleh Pengadilan Negeri Dumai hari kamis 3 Agustus 2017, lahan sawit warga (Ruslina, Sukemi dan lahan Rojali-red) yang merupakan klien Edi Azmi, turut dieksekusi.

Terkait hal tersebut, Humas Pengadilan Negeri Dumai, Liena, SH.M.Hum menjelaskan, bahwa perkara tersebut sudah diputus pengadilan dari mulai tahun 2012 dan putusan mengenai perkara tersebut sudah berkekuatan hukum tetap, karena sudah melalui proses pengadilan tinggi dan kasasi.

Menurut Liena, pada bulan Desember 2010, gugatan diajukan ke Pengadilan Negeri Dumai dan diputusan di Pengadilan Negeri Dumai, pada tanggal 26 Mei 2011. Kemudian tergugat, Barita Simbolon, Jhonny Simbolon, Sahat Simbolon dan Donal Simbolon mengajukan banding ke Pengadilan tinggi, pada tanggal 8 Juni 2011 dan perkara banding tersebut sudah diputus Pengadilan Tinggi pada tanggal 9 Desember 2011.

“Tetapi Jesman Marbun tidak banding, karena Jesman Marbun sebagai turut tergugat. Pada saat putusan di Pengadilan Negeri Dumai, Jesman Marbun sudah kalah, maka Jesman Marbun tidak melakukan banding dan balik lagi ke putusan Pengadilan Negeri Dumai,”terang Liena, SH kepada awak media ini.

Lanjutnya, pada tanggal 9 Desember 2011, putusan Pengadilan Tinggi menguatkan putusan Pengadilan Negeri Dumai. Kemudian perkara tersebut  diperiksa di Mahkamah Agung dan kasasi sudah diputus pada tanggal 20 Nopember 2013, yang pada pokoknya menguatkan putusan Pengadilan Negeri Dumai.

“Pada saat melakukan eksekusi, memang masuk 2 perlawanan dan yang 1 perlawan mereka sudah berdamai. Sesuai  aturan hukum yang berlaku, bahwa perlawan itu tidak mengalahkan pelaksanaan eksekusi, karena perkara ini sudah 3 tingkat pengadilan,”ujar Liena.***(Tambunan)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here