Helen Nora Di Hukum 2 Tahun 6 Bulan Penjara

Dumai, kompsriau-Terdakwa Helen Nora, perkara penipuan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), di hukum selama 2 tahun 6 bulan penjara, putusan hakim ini lebih rendah dari tuntutan JPU yang menuntut Helen Nora selama 3 tahun penjara.

Hukuman yang dijatuhkan hakim majelis di pimpin hakim Renaldo Meiji Hasoloan Lumban Tobing SH MH, saat berlangsung persidangan pembacaan amar putusan di Pengadilan Negeri (PN) kelas IA Dumai, hari ini, Kamis (10/8/2017).

Renaldo MH Lumban Tobing SH MH, didampingi hakim Alfonsus Nahak SH MH dan hakim Desbertua Naibaho SH MH, dalam pertimbangannya mengatakan, bahwa perbuatan terdakwa Helen Nora terbukti secara sah melakukan tindak pidana penipuan, sebagaimana diancam dalam pasal 378 junto pasal 65 KUHPidana.

Atas putusan yang dijatuhkan oleh hakim majelis terhadap Helen Nora, Helen Nora menjawab pertanyaan hakim menyebut masih pikir-pikir. Artinya, Helen Nora akan memberikan jawaban selama kurun waktu tujuh hari, apakah menerima putusan atau menolak dengan melakukan upaya hukum banding.

Sementara itu usai sidang, berangkat dari putusan hakim majelis memvonis Helen Nora selama 2 tahun 6 bulan penjara, keluarga Helen Nora yang turut memantau jalannya sidang, kepada awak media ini mengatakan seakan menduga kalau majelis hakim tidak mempertimbangkan surat pledoi atau pembelaan yang disampaikan Helen Nora kepada hakim.

Hal itu menurut keluarga Helen Nora, karena terdakwa Helen Nora katanya merupakan bagian dari korban penipuan dari terdakwa Suhartaty alias Cici (berkas terpisah-red) dalam penerimaan CPNS akal-akalan tersebut.

Dimana anak Helen Nora pasca dihembuskan terdakwa Suhartaty ada penerimaan CPNS jalur khusus, yang menurut Suhartaty bisa mengurus masuk PNS di KSOP Dumai, Helen Nora terlebih dahulu mengajukan anaknya untuk diurus Suhartaty dan Helen Nora juga memberikan uang urus kepada Suhartaty.

Bukan itu saja, bahwa seluruh uang yang diberikan para peserta kepada Helen Nora seluruhnya Rp 7,4 miliar, ditambah uang kwalifikasi setiap peserta untuk diurus masuk CPNS bohong-bohongan di Departement perhubungan laut atau Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Dumai oleh terdakwa Suhartaty alias Cici, diserahkan Helen Nora juga kepada Cici dan dibenarkan oleh Cici, hal ini dikesampingkan oleh hakim, sebut sumber itu.***(Tambunan).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *