KOP-AK “Kangkangi” Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013

Pekanbaru,kompasriau– Koperasi Air Kehidupan (KOP-AK) yang  berlokasi di jalan Chevron Km.18 Desa Sam-Sam, Kecamatan Kandis Kabupaten Siak belum mengantongi izin, baik dari Pemerintah Kabupaten Siak, Dinas Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Propinsi Riau maupun dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.

Keberadaan Koperasi Air Kehidupan yang belum mengantongi izin tersebut sudah dilapor ke Kementerian LH Kehutanan RI, namun belum ada tindakan dari pihak Dinas Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Propinsi Riau maupun dari Kementerian LH Kehutanan RI.  Lokasi perkebunan kelapa sawit koperasi air kehidupan dipastikan berada di dalam kawasan hutan.

Hal tersebut diungkapkan anggota DPRD Siak Komisi II, Ir Ariadi Tarigan, saat dikonfirmasi awak media ini baru-baru ini di Pekanbaru.

“Lahan perkebunan sawit  koperasi air kehidupan seluas 7000 hektar itu belum ada pelepasan dari Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik. Jadi perbuatan pihak koperasi air kehidupan diduga melanggar undang-undang nomor 18 Tahun 2013 tentang kejahatan Kehutanan. Pelanggaran ini dapat di pidana dan denda miliaran rupiah,”ujar Ir, Ariadi Tarigan.

Secara terpisah, Kasi Perkebunan Dinas Pertanian Perkebunan Kabupaten Siak, Candra, saat dikonfirmasi awak media ini diruang kerjanya, Senin (7/08/2017) mengatakan, “Saya baru mendengar nama koperasi air kehidupan. Seingat saya dinas Pertanian Perkebunan Kabupaten Siak belum merekomendasikan terkait pembukaan kebun sawit atas nama Koperasi Air Kehidupan. Apakah petunjuk teknis maupun konfirmasi terkait keberadaan lokasi kebun sawit KAK tersebut,” ujar Candra.

Ucapan senada juga disampaikan Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Satu Pintu (DPMPST) Kabupaten Siak, Zulfikri, saat ditemui awak media ini, Senin (7/08/2017) mengatakan, “Baru kali ini saya mendengar nama Koperasi Air Kehidupan. Setahau saya Koperasi Air Kehidupan belum mengatongi izin dari DPMPST Kabupaten Siak,” ujar Zulfikri.

Berbagai keterangan yang dihimpun awak media ini bekerja sama dengan Tim Pegiat Penyelamat Kekayaan Daerah Riau (P3KDR) menyebutkan areal kebun sawit seluas 7000 hektar, yang dialihfungsikan Koperasi Air Kehidupan menjadi perkebunan kelapa sawit merupakan kawasan HPH PT. Rimba Rokan Perkasa (RRP). Yang menjadi pertanyaan banyak pihak kenapa justru adanya pembiaran oleh RRP terkait alihfungsi kawasan hutan produksi tersebut. Mestinya RRL melaporkan pembukaan kebun secara non procedural tersebut kepada Kementerain lingkungan hidup dan kehutanan Republik Indonesia atau setidaknya kepada Dinas Kehutanan Propinsi Riau.

Pantauan dilapangan Koperasi Air Kehidupan juga memiliki PT. Dian Anggara Persada PKS Mutiara Samsan Kandis di Jalan Chevron Km 18 Desa Sam-Sam, yang letaknya berdekatan dengan lokasi kebun Koperasi Air Kehidupan. Diinformasikan PKS Mutiara Samsam Kandis juga belum mengantongi izin dari DPMPST Pemerintah Kabupaten Siak. (PUR)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *