P3KD Riau Desak KPK Usut Tuntas Proyek PLTU Siak

0
17

Pekanbaru,kompasriau-Ketua Umum Perkumpulan Pegiat Penyelamat Kekayaan Daerah (P3KD) Riau S. Purba sikapi laporan warga masyarakat Kabupaten Siak ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan adanya potensi kerugian keuangan negara dalam pelaksanaan Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Siak.

Sikap P3KD Riau terkait mangkraknya proyek PLTU Siak yang diduga sebagai proyek akal-akalan itu, sangat penting karena laporan warga ke KPK terkait adanya dugaan kerugian negara dalam pembangunan PLTU Siak tersebut hingga saat ini dikabarkan belum ditanggapi KPK.

“Oleh karena itu, kami dari P3KD Riau mendesak KPK untuk melakukan penyelidikan dan mengusut tuntas terhadap para pelaku yang diduga terlibat dalam pelaksanaan proyek PLTU Siak itu, termasuk melakukan penyelidikan terhadap oknum BPKP Perwakilan Riau yang melakukan audit dengan menyatakan tidak adanya temuan,”tegas S.Purba kepada awak media ini, Kamis (10/8/2017) di Pekanbaru.

Menurut S. Purba, proyek PLTU Siak yang menelan dana APBD Siak sebesar Rp.91 miliar kondisinya saat ini memprihatinkan. “Karena sejak selesai dibangun dibiarkan, sehingga bangunan dan peralatan seperti turbin, ketel dan peralatan lainnya tampak berkarat dan disekitar areal PLTU Siak tersebut diselimuti semak belukar,”ujarnya.

Proyek PLTU Siak yang berlokasi di Desa Kotaringin Kecamatan Mempura Kabupaten Siak, dibangun diatas tanah milik Pemda Kabupaten Siak seluas 2 hektar, oleh Wakil Bupati Siak Alfredi, justru proyek PLTU yang belum rampung tersebut dinyatakan selesai, kemudian dilakukan peresmian. “Aneh proyek belum selesai, tapi diresmikan,” ujar S. Purba.

Yang mengejutkan menurut S.Purba,  banyak pihak terkait hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Riau, bahwa proyek PLTU Siak dinyatakan WTP (wajar tanpa pengecualian), padahal proyek PLTU Siak yang menghabiskan uang rakyat sebesar Rp.91 miliar dibangun tahun 2008 silam dan dilaksanakan dengan sisitim tahun jamak 2008-2011 sebagai pelaksana PT. Monaco. Kabarnya proyek PLTU tersebut akan dilanjutkan PT. Riau Power Dua yang juga anak perusahaan PT. RIC yang merupakan BUMD Provinsi Riau sebagai Direktur Utama Rida Kaliamsi.

Pantauan awak media ini dilapangan, kondisi PLTU Siak dalam keadaan mangkrak, sejak diresmikan oleh wakil bupati siak. “Belum pernah dilakukan uji coba, sudah diresmikan, sehingga ada kesan “peresmian tersebut terindikasi membohongi publik” yang seolah-olah proyek PLTU Siak diduga akal-akalan tersebut tidak ada penyimpangan,”jelas S.Purba.

Anggota DPRD Siak Komisi II, Ir Ariadi Tarigan ketika dimintai komentarnya, Senin (7/08/2017), terkait mangkraknya proyek PLTU Siak menyarakan kepada awak media ini agar soal Proyek PLTU tersebut dikonfirmasi kepada Komisi III DPRD Kabupaten Siak yang membidangi Energi Pertambangan.

“Memang proyek PLTU 2 x 3 MW dibangun diatas tanah milik Pemda Siak itu sudah di audit BPKP, tapi hasil audit BPKP Riau menyatakan tidak ada temuan dan ada tembusan hasil audit itu disampaikan ke DPRD Siak dan Bupati,” ujar Ariadi Tarigan.

Menurut Ariadi Tarigan, kendati PLTU Siak tersebut belum beroperasi, namun deviden terkait kerjasama antara BUMD Riau yang dalam hal ini PT. RIC  dengan Pemerintah Kabupaten Siak berjalan dengan baik. “ Artinya kewajiban PT. RIC untuk membayar keuntungan dari kerjasama tersebut tidak pernah ada masalah, hasil kerjasama tersebut berjalan mulus,” ujarnya.*** (PUR).

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here