Dinas Kehutanan Merespons Kabar Kompas Riau Soal Koperasi Air Kehidupan

Riau,kompasriau-Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Propinsi Riau, Yulwiriati Moesa, menanggapi kabar di media online kompasriau.com, soal Koperasi Air Kehidupan (KOP-AK) dan PT Dian Anggaran Persada PKS Mutiara Samsam Kandis, yang beroperasi di dalam kawasan hutan di Desa Sam-Sam, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak.

“Kami sangat berterima kasih atas masukannya. Kita sedang berproses memerangi oknum-oknum yang melanggar hukum. Kita langsung rapat dengan Kabid penataan, Ka UPT Tahura di Dinas perdagangan Koperasi dan UMKM menanggapi berita soal koperasi air kehidupan,”pesan Plt Kepala Dinas LH Dan Kehutanan Propinsi Riau, Yulwiriati Moesa kepada pemimpin redaksi kompasriau.com, Selasa (15/8/2017).

Seperti dikabarkan media ini sebelumnya, bahwa  Koperasi Air Kehidupan (KOP-AK) dan PT Dian Anggara Persada PKS Mutiara Sam-Sam Kandis beroperasi di dalam kawasan hutan di Kecamatan Kandis,Kabupaten Siak tanpa izin dari Pemerintah Propinsi Riau.

Hal tersebut diungkapkan anggota komisi II DPRD Siak, Ir Mhd Ariadi Tarigan yang membidangi kehutanan kepada awak media ini baru-baru ini.

Menurut Ir Ariadi, keberadaan Koperasi Air Kehidupan yang belum mengantongi izin tersebut sudah dilapor ke Kementerian LH Kehutanan RI, namun belum ada tindakan dari pihak Dinas Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Propinsi Riau maupun dari Kementerian LH Kehutanan RI.  Lokasi perkebunan kelapa sawit koperasi air kehidupan dipastikan berada di dalam kawasan hutan.

 “Lahan perkebunan sawit  koperasi air kehidupan seluas 7000 hektar itu belum ada pelepasan dari Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik. Jadi perbuatan pihak koperasi air kehidupan diduga melanggar undang-undang nomor 18 Tahun 2013 tentang kejahatan Kehutanan. Pelanggaran ini dapat di pidana dan denda miliaran rupiah,”ujar Mhd Ir, Ariadi Tarigan.

Begitu juga Kasi Perkebunan Dinas Pertanian Perkebunan Kabupaten Siak, Candra, saat dikonfirmasi awak media ini diruang kerjanya, Senin (7/08/2017) mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Siak tidak pernah memberi rekomendasi pembukaan perkebunan sawit atas nama Koperasi Air Kehidupan di kawasan Desa Sam-Sam, Kecamatan Kandis, Kabupaten Bengkalis.

 “Seingat saya dinas Pertanian Perkebunan Kabupaten Siak belum merekomendasikan pembukaan kebun sawit atas nama Koperasi Air Kehidupan. Apakah petunjuk teknis maupun konfirmasi terkait keberadaan lokasi kebun sawit Koperasi Air Kehidupan tersebut,” ujar Chandra.

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Satu Pintu (DPMPST) Kabupaten Siak, Zulfikri, saat ditemui awak media ini, Senin (7/08/2017) mengaku baru mendengar yang namanya koperasi air kehidupan beroperasi di Desa Sam-Sam Kecamatan Kandis itu.

 “Baru kali ini saya mendengar nama Koperasi Air Kehidupan. Setahau saya Koperasi Air Kehidupan belum mengatongi izin dari DPMPST Kabupaten Siak,”ujar Zulfikri.

Anehnya, oknum pejabat yang berwenang di Dinas Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Propinsi Riau dan oknum pejabat yang berkompoten di Balai Pengamanan Dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Wilayah Sumatera Seksi Wilayah II Pekanbaru seakan “pelihara”  kegiatan koperasi air kehidupan dan PT Dian Anggara Persada PKS Mutiara Samsam Kandis “ilegal” bebas beroperasi di dalam kawasan hutan.

Padahal jika mengacu kepada undang-undang nomor 18 tahun 2013, jelas diatur, bahwa setiap orang yang menguasai, menjual hasil perkebunan yang berasal dari keguatan perkebunan di dalam kawasan hutan tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (2) huruf d; dan/atau mengolah hasil kebun dari perkebunan yang berasal dari kegiatan perkebunan di dalam kawasan hutan tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (2) huruf e dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 10 (sepuluh) tahun serta pidana denda paling sedikit Rp1.500.000.000,00 (satu miliar lima ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

Terakit kasus tersebut, Direktur Koperasi Air Kehidupan, Dian C Anggara Situmorang, kendati sudah berulang kali diupayakan konfirmasi via telepon  genggamnya dengan nomor 081123348….., namun hingga saat ini belum ada tanggapannya.***(TS)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *