Polhut Propinsi Riau Patroli Di Kawasan Hutan

0
35

IMG-20170819-WA0000Pekanbaru,kompasriau-Sehari setelah negeri ini melaksanakan HUT – RI ke 72, Kamis (17/08/2017), ke esokan harinya, Jumat (18/08/2017), Polisi Kehutanan (Polhut) Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Propinsi Riau, yang dipimpin langsung komandannya, Zailani dengan  menggunakan sepeda motor trail warna hijau, melakukan patroli memasuki kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) SS. Hasyim. Kabarnya tujuan patroli tersebut untuk melakukan penegakan hukum terhadap para pengusaha yang menguasai kawasan hutan Tahura SS. Hasyim  tanpa izin itu.

Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia baru-baru ini merespons kabar  media online kompasriau, soal alih fungsi kawasan hutan Kabupaten Kampar tanpa izin dari Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik Indonesia.

Dirjen Planologi Kehutanan Dan Tata Lingkungan,Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehunanan, telah menindaklanjuti kabar media online kompasriau kepada Kepala Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah XIX Pekanbaru.

Pada intinya, saat ini kabar media online kompasriau, soal kawasan hutan berubah fungsi tanpa izin sedang dalam kajian dari Dirjen Planologi Kehutanan Dan Tata Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan.

Menanggapi hal itu,Ketua umum Perkumpulan Pegiat Penyelamat Kekayaan Daerah Riau (P3KD-R), S.Purba mengatakan bahwa kasus kawasan hutan Tahura SS sudah berulang kali dikabarkan media online maupun media cetak, namun hingga saat ini usaha perkebunan ilegal tersebut masih bebas melakukan aktivitas di kawasan hutan dan  terkesan tidak ada tindakan hukum dari aparat penegak hukum di Propinsi Riau.

“Konon tidak ada tindakan hukum dari aparat penegak hukum maupun dari pihak Dinas Lingkungan Lidup dan Kehutanan Riau, sehingga mengundang reaksi keras dari mahasiswa pada hari Jumat (18/08/2017). Puluhan mahasiswa mengatasnamakan Gerakan Mahasiswa Peduli Lingkungan selaku Korlap, Angga Sastra Wibowo melakukan unjuk rasa ke Mapolda Riau dan Dinas Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Propinsi Riau. Konon dampak dari unjuk rasa para mahasiswa tersebut, pada hari yang sama Polisi Kehutanan Tahura SS. Hasyim Dinas Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Propinsi Riau langsung turun kelokasi kawasan hutan Tahura SS. Hasyim,”ungkap S.Purba kepada awak media ini,Sabtu (19/8/2017).

Unjuk rasa yang dilakukan para mahasiswa peduli lingkungan hidup di halaman  Mapolda Riau dan Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Propinsi Riau menyebut terkait permasalahan penyalahgunaan perizinan penangkaran Ikan Arwana dan penyalahgunaan izin HTI yang dilakukan PT. Panca Eka Pekanbaru. Sementara itu keberadaan PT. Panca Eka yang mengalihfungsikan kawasan hutan Tahura SS. Hasyim tersebut menjadi penangkaran ikan Arwana sudah berlangsung sejak lama.

“Patut kita dipertanyakan patroli yang dilakukan Kepala Tahura Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Propinsi Riau, yang dikomandoi, Zailani itu. Ditujukan kepada siapa dan mengawasi Tahura SS. Hasyim yang sudah beralihfungsi menjadi kebun sawit agar tetap terpelihara atau untuk penegakan hukum terkait pembukaan hutan yang tidak prosedural atau hanya kamuflase semata,”ujar S.Purba.

Menurut S.Purba, pembukaan hutan kawasan Tahura SS. Hasyim yang dilakukan para mafia hutan sudah berlangsung lama. Dikabarkan sejak 2003 silam, jauh lebih dahulu penerbitan penetapan kawasan Tahura SS. Hasyim sesuai SK Menhut No.134/Menhut-II/1999 dengan luas 6.170 hektar berlokasi di Kabupaten Siak, Kampar dan Kota Pekanbaru boleh dibilang Tahura SS. Hasyim nyaris gundul, yang tersisa diperkirakan sekitar 1.500 hektar.

Pembukaan hutan kawasan Tahura SS. Hasyim diduga  adanya pembiaran dari pihak Kehutanan Riau terhadap para mafia yang melakukan kegiatan membuka hutan kawasan Tahura SS. Hasyim terbukti hingga saat ini belum ada tindakan yang signifikan terhadap para mafia hutan kawasan Tahura SS. Hasyim tersebut, padahal berdasarkan undang-undang No.41 Tahun 1999 dan UU No.18 Tahun 2013 tentang Kejahatan Kehutanan, bila ada kemauan pihak aparat penegak hukum bersinergi dengan Dinas Lingkungan hidup dan Kehutanan penegakan hukum berdasarkan Undang-Undang No.41 Tahun 1999 dan Undang-Undang 18 Tahun 2013,  ibarat membalikkan telapak tangan, namun undang-undang tersebut boleh dibilang “diatas kertas”.

“Belum ada satupun pengusaha perambah hutan kawasan Tahura SS. Hasyim yang di jebloskan kepenjara atau denda, bahkan justru konon dibiarkan merajalelanya para mafia hutan kawasan Tahura SS. Hasyim melakukan pembukaan kawasan hutan Tahura SS. Hasyim, diduga  oknum aparat Kehutanan di kawasan Tahura berkolaborasi dengan para mafia hutan kawasan Tahura SS. Hasyim,”ujar S.Purba.

Dikatakan S,Purba, kasus  alih fungsi kawasan hutan Tahura, boleh dibilang paling disorot media ini, sebagai bukti kapolda Riau Irjen Pol Zulkarnain Adhinegara juga ikut menanggapi permasalahan perusakan kawasan hutan Tahura SS. Hasyim tersebut. Bahkan Kapolda Riau mengatakan, “Kalau soal izin itu ranahnya pemberi izin, tapi kalau izinnya tidak ada, kita tangkap,”kata Kapolda Riau, Irjen Pol Zulkarnain kepada Kompasriau belum lama ini.

Penegasan Kapolda Riau sempat membuat panik para pengusaha kebun sawit dalam kawasan hutan Tahura SS. Hasyim, namun karena tidak ada tindakan tegas maka pernyataan Kapolda Riau bak istilah  anak Medan “Gertak sambal” pedasnya hanya sesaat. Buktinya, oknum pengusaha kebun sawit dikawasan Tahura SS. Hasyim tak bergeming, hingga saat ini masih tetap saja beraktivitas, memanen, menanam, merawat, membangun rumah seperti yang ditemui Zailani kepala Tahura SS. Hasyim bersama anak buahnya pada saat patroli.

“Apakah ada tindakan tegas dari pihak Tahura SS. Hasyim.?. Sementara kawasan hutan Tahura SS. Hasyim ibarat “nasi yang sudah jadi bubur”. Maka dapat dipastikan aparat penegak hukum daerah ini, sekalipun instansi yang berwewenang Dinas Lingkungan Hidup dan  Kehutanan Propinsi Riau maupun Kementerian Lingkungan Hidup Dan  Kehutanan seakan terkesan tidak akan mampu melakukan pengembalian fungsi hutan kawasan Tahura. SS. Hasyim,”ujar S.Purba mengahiri ucapannya.***(Red).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here