Petinggi PT Ivo Mas Tunggal Belum Mengklarifikasi Soal Air Limbah Dan Tanah Negara

0
294

Kandis,kompasriau-Hingga saat ini,  petinggi PT Ivo Mas Tunggal PKS Ujung Tanjung, belum mengklarifikasi soal dugaan PT Iva Mas Tunggal membuang air limbah sembarangan ke pemukiman masyarakat di kawasan Kandis, pada tanggal 6 Agustus 2017.

Seperti dikabarkan media ini sebelumnya, bahwa tim awak media ini menemukan air limbah di tempat pengumpulan janjangan kosong (jjk) areal belakang  PKS  di tampung di bak sendimentasi dan mengalir melalui satu pipa paralon ke anak sungai.  Dimana aliran anak sungai tersebut dihilir melewati pemukiman masyarakat Desa Kandis bermuara di  sungai Sam-Sam.

Menurut Indra Gunawan, air limbah yang dihasilkan dari proses akhir TBS PT Ivo Mas Tunggal  PKS tersebut berwarna keruh,berminyak dan berbau busuk terlihat mengalir  dari arah Bak Sendimentasi tertutup seng melalui pipa paralon mengalir ke anak sungai dibawahnya dan mengalir ke pemukiman masyarakat di sekitar pinggir sungai Sam-Sam.

“Sangat disesalkan jika perusahaan sekelas PT Ivoa Mas Tunggal, yang sudah menyandang sertifikasi RSPO dan ISPO itu, tetapi  pada faktanya tidak layak mendapatkan sertifikasi yang berazaskan kepatuhan  kepada seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku,”ungkap Indra Gunawan dengan nada kecewa kepada tim awak  media ini baru-baru ini.

Padahal menurut Indra Gunawan, anak sungai yang mengalir dari areal HGU PT Ivo Mas Tunggal PKS banyak digunakan masyarakat di kawasan Desa kandis untuk mandi, mencuci pakaian dan aktivitas kehidupan sehari-hari.

“Mungkin saja kelangkaan ikan-ikan di sungai Sam-Sam ini salah satu faktor penyebabnya  limbah yang dibuang oleh PT Ivo Mas Tunggal PKS itu,”ujar Indra Gunawan.

Ketika hal tersebut di konfirmasi awak media kepada Mill Maneger PKS, Parman via telepon genggamnya, namun hingga saat ini belum ada penjelasan dari pihak PT Ivo Mas Tunggal.

Selain itu, PT Ivo Mas Tunggal Kebun Ujung Tanjung, diduga menguasai tanah negara bekas areal sumur minyak milik Caltex di kawasan Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak.

Dikatakan Indra Gunawan, sejak tahun 2002, tanah bekas areal sumur minyak Caltex tersebut diduga ditanami atau dikuasai oleh pihak PT Ivo Mas Tunggal tanpa izin dari Pemerintah.

Menanggapi hal itu, Anggota DPRD Siak komisi II, Mhd Ariadi Taringan, mengaku sangat terkejut setelah mendengar informasi bahwa perusahaan besar seperti PT Ivo Mas Tunggal kebun Ujung Tanjung diduga melakukan pelanggaran hukum tanpa adanya tindakan hukum dari aparat yang berkompoten di propinsi Riau.

 “Perusahaan sebesar PT Ivo mas Tunggal  kebun Ujung Tanjung yang sudah menyandang sertifikasi RSPO dan ISPO, kita minta pihak-pihak terkait untuk melakukan peninjauan ke lapangan dan juga kita minta kepada pihak BPN kabupaten Siak untuk melakukan pengukuran terhadap HGU PT Ivo Mas Tunggal kebun Ujung Tanjung dan menetapkan tapal batas HGU secara jelas sebagaimana ketentuan undang-undang,”tandas Ariadi Tarigan belum lama ini.

Mhd Ariadi berharap agar pihak PT Ivo Mas Tunggal Ujung Tanjung jujur di dalam berbisnis di wilayah hukum kabupaten Siak, dan patuh kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku, sehingga tercipta hubungan simbiosismutualisme bagi semua pihak seperti “burung jalak dan kerbau”.

Awak media ini sudah upayakan konfirmasi kepada sejumlah petinggi PT Ivo Mas Tunggal via telepon genggam, namun hingga berita ini dimuat, petinggi PT Ivo Mas Tunggal di Kandis dan Pekanbaru  belum mengklarifikasi soal lahan bekas areal sumur minyak Caltex tersebut. ***(T.Sitompul).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here