Ganti Rugi Tanah Bukit Datuk Tak Kunjung Terealisasi, Warga Mengadu Ke DPC Pospera

Dumai, kompasriau-Setidaknya sejumlah 35 kepala keluarga (KK) masyarakat di Dumai masih terus gigih dan bersemangat untuk memperjuangkan haknya agar lahan mereka diganti rugi oleh PT Pertamina Refinery Unit (RU) II Dumai.

Sudah banyak upaya dan usaha yang dilakukan kelompok warga ini untuk memperoleh haknya agar lahan mereka seluas lebih kurang 112 hektar yang diduduki Pertamina, di areal perumahan Bukit Datuk Dumai segera diganti rugi.

 Sudah bergilir tahun warga tersebut berusaha berjuang tampa lelah, namun kelompok warga yang menamai dirinya korban Pertamina RU II Dumai dipimpin ketua kelompoknya, Juparno, tetap tidak putus asa untuk memperjuangakan haknya.

Kelompok warga korban Pertamina RU II Dumai ini masih terus berjuang, adalah karena warga berharap kalau keadilan dan kebenaran akan muncul dan berpihak kepada mereka walau dengan perjuangan yang panjang dan mahal.

 Berangakat dari harapan yang tidak akan pudar memperjuangkan hak mereka atas lahan yang dikuasai Pertamina RU II Dumai, warga korban Pertamina ini mencoba mengadukan nasib berkepanjangan yang dialami mereka kepada Posko Pengaduan Masyarakat (POSPERA), lewat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pospera Dumai, baru-baru ini.

 Alasan kuat hingga warga korban Pertamina ini membuat pengaduan ke POSPERA tidak lain karena kelompok warga menyadari kalau dirinya kelompok masyarakat kecil dan miskin suaranya tidak didengar pihak-pihak terkait yang berkompeten soal ganti rugi tanah.

Oleh karenanya, warga korban Pertamina lewat ketua kelompok, Juparno, berharap kepada POSPERA Dumai hingga pusat akan tulus memperjuangkan nasib mereka, agar lahan mereka di kawasan perumahan Bukit Datuk Pertamina RU II Dumai, diganti rugi.

 Juparno, yang merupakan cucu kandung atau ahli waris dari almarhum Mbah Pangat, notabene orang pertama membuka dan memiliki tanah/lahan yang sekarang menjadi kawasan perumahan Bukit Datu Pertamina RU II Dumai, meyakini Pospera akan memperjuangkan dan akan membantu mereka hingga ke tingkat pusat.

 Ketua DPC Pospera Dumai, Budiman Sihite, kepada media ini, Rabu (23/8/2017), membenarkan kalau pihaknya menerima pengaduan warga yang menamai dirinya korban Pertamina Dumai.

“Pengaduan warga yang menamai dirinya korban Pertamina RU II Dumai sudah kami terima. Beberapa warga perwakilan kelompok warga dari 35 kk tanggal 14 Agustus 2017 kemarin dipimpin ketua kelompoknya, Juparno, datang menghadap kami di Posko Pospera Dumai”, ungkap Budiman Sihite.

 Budiman Sihite ditemui awak media ini di kantornya Pospera, Jalan Marlan Jaya nomor 8, Kecamatan Dumai Selatan Kota Dumai, mengatakan, mewakili warga Pospera akan memperjuangkan tuntutan dan hak-hak warga “korban Pertamina” hingga tercapai solusi penyelesaian ganti rugi lahan dimaksut, kata Budiman.

 Menurut Budiman Sihite, terkait pengaduan warga korban Pertamina yang terus menuntut haknya dibayar oleh Pertamina, Budiman Sihite mengaku telah berko0rdinasi dengan DPD Pospera Riau di Pekanbaru maupun DPP Pospera Pusat di Jakarta.

Demikian dengan Adian Napitupulu, selaku Pembina Pospera Nasional yang juga sebagai anggota DPR RI Komisi VII FPDIP, menurut Budiman Sihite telah dikordinasikan.

Kata Budiman, Adian Napitupulu sangat mengapresiasi Pospera Dumai karena menerima pengaduan warga yang teraniaya dan berjanji akan berjuang mewakili warga.*** (Tambunan)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *