Kabid BM PU-PR Dumai Angkat Bicara Rangkul Pers

20170816_111201Dumai,kompasriauKabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (BM – PUPR) Kota Dumai, H. Ismail ketika ditemui awak media ini, Kamis (24/08/2017) di ruang kerjanya, guna klarifikasi terkait dugaan penghentian sementara pekerjaan Peningkatan Jalan Kelakap Tujuh Dumai mengatakan, terhentinya pekerjaan peningkatan jalan Kelakap Tujuh tersebut dikarenakan material yang belum sampai dari Tanjung Balai Karimun tujuan Dumai.

“Agak terlambat karena materialnya belum sampai,”ujar Ismail.

Ketika ditanya soal dugaan adanya penanda tanganan dokumen palsu yang dilakukan pihak oknum kontraktor pemenang tender peningkatan Jalan Kelakap Tujuh, sehingga pekerjaan tersebut terhenti sementara. Ismail tidak menafikkan dugaan tersebut. “Tak ada masalah, semua dokumen  telah ditanda tangani dan sudah selesai,”terangnya.

Dikatakan Ismail, proyek peningkatan jalan Kelakap Tujuh dan Jalan SS Kasim Dumai segera dikerjakan.

Ismail juga berharap kepada rekan-rekan wartawan untuk melakukan control terhadap kegiatan proyek Bina Marga Dinas PU-PR Kota Dumai dengan adanya informasi dilapangan, sehingga akan lebih ketat  mengawasi pelaksanaan proyek di kota Dumai dengan adanya pengawasan dari pers dan masyarakat dan pekerjaan yang dilaksanakan para kontraktor akan lebih hati-hati menjaga mutu pekerjaan.  “Saya berharap pekerjaan proyek di kota Dumai sebagus mungkin. Jangan asal-asalan,”ujar Ismail diluar ruang kerjanya dalam perjalanan menuju salah satu kantin PU-PR Dumai.

Proyek jalan Ratusima Kelakap Tujuh Dumai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Dumai Bidang Bina Marga sumber dana DAK Penugasan jenis proyek peningkatan Jalan Kelakap Tujuh sebagai pelaksana pt.Bumi Riau Indah Jaya, Pimpinan Perusahaan Zali, menurut Ismail volume pekerjaan jalan Kelakap Tujuh sepanjang 2 Km, nilai kontrak Rp.35.473.265.000, biaya kontrak tersebut sudah termasuk penimbunan pada bahu jalan sepanjang 2 Km.

Pantauan dilapangan Konsultan pengawas  PT. Bentana Surya Cipta, lama pekerjaan 150 hari kalender hingga saat ini yang dikerjakan oleh kontraktor setakat lantai kerja yang panjangnya sekitar 200 san meter, setelah itu  kemudian kegiatan tersebut terhenti.

Penghentian kegiatan pekerjaan Jalan Kelakap Tujuh telah berlangsung sekitar dua puluh hari, terkesan digantung. Yang menarik perhatian publik, yakni tahun anggaran sumber dana DAK penugasan tersebut tidak disebutkan anggaran tahun berapa dalam papan plang yang dipasang pada pangkal proyek dimulainya pekerjaan (titik “0”)

Mengggantungnya pekerjaan peningkatan jalan Ratusima Kelakap Tujuh merugikan para pengguna jalan yang melintas di jalan tersebut menjadi terganggu, soalnya bila hujan lobang-lobang yang menganga pada badan jalan yang rusak tersebut berlumpur bagaikan kubangan kerbau, pada saat panas jalan tersebut penuh dengan debu, namun pihak kontraktor tidak melakukan penyiraman pada badan jalan yang berdebu tersebut.

Selain proyek peningkatan jalan Kelakap Tujuh yang dinilai lamban menjadi sorotan publik. Juga proyek peningkatan Jalan SS. Kasim menjadi sorotan, padahal pemenang tender proyek Jalan SS. Kasim  telah ditetapkan panitia lelang, yakni PT. Sentra Multikarya dengan nilai kontrak Rp.9.693.523.000,-. Proyek ini seharusnya sudah mulai dikerjakan 20 Juli 2017 jenis proyek hot mix plant, namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda kegiatan atau pemasangan plang proyek dilokasi tersebut.

Keterangan yang dihimpun awak media ini terkait pekerjaan lantai kerja peningkatan Jalan Kelakap Tujuh menyebutkan bahwa pekerjaan pembuatan lantai kerja pihak kontraktor tidak melakukan pembersihan secara keseluruhan pada lokasi pekerjaan dan tidak melakukan penimbunan pada lubang-lubang yang menganga disepanjang badan jalan yang rusak. Pihak kontraktor juga tidak menggeredor badan jalan. Memang ada pembersihan lokasi, tapi hanya pada bahu jalan, sementara lobang-lobang tersebut dibiarkan tidak ditimbun dan langsung dibuat lantai kerja,”sebut sumber.***(PUR)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *