Pemberkatan Nikah Di GKPI Mampu Jaya Ressort Dumai

FB_IMG_1503656081846Dumai,kompasriauTepat pada hari Rabu, 23 Agustus 2017, Sarido Sitompul dengan Dorasima Boru Situmorang menerima pemberkatan nikah di Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mampu Jaya Ressort Dumai Pangkalan Sesai di Basilam Baru, Kecamatan Sungai Sembilan,Kota Dumai.

Upacara pernikahan dilayani oleh Pendeta A.Sibuea.

FB_IMG_1503656101585(1)FirmanTuhan: 1 Tesalonika 4: 3. Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan.

Hadir dalam upacara tersebut, orang tua pengantin pria,T.Sitompul/Boru Togatorop, orang tua pengantin perempuan, P.Situmorang/Boru Nainggolan, Keluarga Besar Raja Toga Sitompul, Boru,Bere dan Ibebere se-Kota Dumai, Keluarga Besar Situmorang, Boru, bere dan Ibebere se-Kota FB_IMG_1503656026179Dumai, Keluarga pengantin perempuan dan pengantin pria dari Jakarta, Surabaya, Sibolga, Kota Batam, Tanjung Uban Bintan Utara, Tanjung Pinang, Pendeta dan jemaat GBI di Kota Dumai.

Usai upacara pemberkatan nikah di Gereja, kedua pengantin dan keluarga mengikuti acara adat di rumah orang tua pengantin perempuan di Jalan Horas, Simpang Pulai, Basilam Baru, Kecamatan Sungai Sumbilan. Acara adat berjalan dengan baik.

DSCF6560Pesan orang tua pengantin pria, T.Sitompul/Boru Togatorop.

Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala isteri sama seperti kristus adalah kepada Jemaat.

Keluarga adalah unit organisasi dan semua organisasi harus memiliki pimpinannya. Tanpa kepemimpinan, organisasi akan mengalami kekacauan. Seorang pemimpin ada agar organisasi itu tahu akan dibawa kemana.

Sikap tunduk adalah pedoman yang Tuhan berikan kepada istri agar dapat melanggengkan hidup bersama. Hal ini bukan perintah yang seolah-olah karena ketundukan adalah masalah / kelemahan manusia. Tanpa kecuali, kita semua sulit tunduk. Tapi ketika ketundukan terjadi, kerukunan dapat tercipta.

Tunduk tidak berarti tidak berpendapat atau kehilangan keunikan diri. Ingat, pernikahan adalah sebuah penyatuan bukan akuisisi. Dengan kata lain, istri sebagai penolong, istri boleh dan seharusnyalah menyumbangkan saran dan pendapat, namun setelah itu, dia menyerahkan keputusan akhir kepada suami.

Otoritas di dalam sebuah rumah tangga, telah diserahkan Tuhan kepada seorang pria / suami. Harmonisasi dapat terjadi ketika kepemimpinan di dalam keluarga dipegang pria. Bukan berarti, sang istri tidak becus dalam memimpin, bahkan ada istri yang bahkan lebih baik dalam memimpin. Tapi ketika kita menaati apa yang Tuhan katakan, maka kehidupan keluarga akan makin diperbaharui dan makin serupa Kristus dari hari ke hari.***

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *