Mantan Sekdaprov Riau Angkat Bicara Terkait Aset Pemprov Riau Dikavling

0
115

Pekanbaru,kompasriau-Mantan Sekretaris Daerah Propinsi (Sekdaprov) Riau, Wan Syamsir Yus, mengatakan bahwa tanah yang terletak di Jalan Garuda, Kelurahan Delima kota Pekanbaru, sertipikat Hak Pakai P.75 Tahun 1987 dan P.76 Tahun 1987, seluas 10 hektar itu masih berstatus aset Pemprov Riau.

“Tanah itu masih berstatus aset Pemprov Riau, walaupun sudah dikavling untuk PNS,”ujar Wan Syamsir Yus kepada awak media ini mengklarifikasi pemberitaan media ini, Senin (28/08/2017) di salah satu rumah makan di Jalan Pepaya Pekanbaru.

Wan Syamsir Yus yang juga mantan Walikota Dumai periode 2000-2005 ini, saat dikonfirmasi didampingi mantan Kabid Pengawasan Perlengkapan Setdaprov Riau, Edi mengapresiasi gebrakan Perkumpulan Penggiat Penyelamat Kekayaan Daerah Riau (P3KDR). “Lembaga ini bagus, terutama dalam penyelamatan aset daerah,”ujar Wan Syamsir Yus.

Kata Wan Syamsir, tanah milik Pemprov Riau sertipikat P.75 dan P.76  pernah diserobot sekelompok oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab yang mengaku-ngaku memiliki tanah dilokasi sertipikat P-75 dan P-76 tersebut.

“Mereka menguasai tanah dengan menggunakan sertipikat 4521 dan 4522 tahun 2009 dan mereka mencoba menduduki dan menguasai lahan, melalui Sekdaprov yang ketika itu saya sendiri sebagai Sekdanya menyurati BPN dan Walikota Pekanbaru, agar tidak menerbitkan IMB diatas tanah milik Pemprov Riau tersebut. Kemudian saya laporkan mereka (penyerobot red) ke Poltabes Pekanbaru. Mereka diperiksa termasuk RT/RW juga diperiksa. Untuk menyelamatkan asset Pemprov Riau dari oknum yang tidak bertanggungjawab sebagai pengawas dilapangan Pemprov. Riau menugaskan saudara Edi. Kalau tidak dijaga, habis, dan  untuk diketahui sertipikat 4521 dan 3422 sudah dibatalkan BPN Pekanbaru,”terang Wan Syamsir.

Ketika ditanya soal adanya patok-patok yang terbuat dari paralon, warna putih berukuran 4 inci dilokasi sertipikat P-75 dan P-76/1987 konon katanya sebagai tanda batas sempadan kavlingan.? Wan Syamsir Yus tidak membantah adanya patok-patok kavlingan dilokasi tersebut. Wansyamsir Yus mengakui bahwa tanah tersebut sudah dikavling untuk PNS. Ungkapan Wan Syamsir Yus terkait kaplingan dilokasi sertipikat P-76 dan P-76 tersebut dibenarkan oleh Edi selaku mantan pegawai perlengkapan Setda Prodapvo Riau.

Menurut Edi,  bahwa tanah milik Pemprov. Riau sertipikat P-75 dan P-76 tersebut sudah dikavling dan diperuntukkan untuk perumahan PNS, namun suratnya hingga saat ini belum dipecah, masih surat induk yakni sertifikat P-75 dan P-76 dan pemecahan surat setelah pembayaran dilunasi oleh pemilik lahan kavlingan tersebut.

Kata Edi, tentang pengalihan asset Pemprov Riau kepada PNS tidak ada masalah, karena untuk kesejahteraan PNS, namun Edy tidak menjelaskan berapa harganya tanah kavlingan Pemprov Riau tersebut dijual.

Pantauan dilapangan, bahwa lokasi lahan sertipikat P-75 dan P-76 seluas 10 hektar, seluruhnya telah terjual dengan harga kavlingan. Untuk sementara lokasi lahan tersebut dikelola oleh petani, dengan bercocok tanam, sayur-sayuran dan tanaman keras, dilokasi lahan Pemprov tersebut juga terdapat sejumlah bangunan permanen salahsatu bangunan permanen dilokasi lahan Pemprov Riau tersebut milik oknum pegawai Gubernur Riau.

Lokasi lahan sertipikat P-75 dan P-76 Jalan Garuda, Kelurahan Delima itu letaknya sangat setrategis di pusat kota Pekanbaru. Dari keterangan yang dihimpun awak media ini menyebut harga tanah di Jalan Garuda diperkirakan sekitar Rp.2.000.000,-/meter. Kabar yang beredar bahwa lokasi lahan sertipikat P-75 dan P-76 yang telah dikavling tersebut, sertifikatnya sedang dalam proses di BPN Pekanbaru tekait informasi ini.

Pengurus P3KD Riau akan membuat laporan kepada Gubernur Riau sampai sejauhmana proses pengalihan aset tersebut kepada pihak ke tiga.?.*** (PUR).

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here