Anggota DPRD Siak Himbau PT IMT Untuk Segera Melakukan Evaluasi Terhadap Penampungan Limbah

0
13

IMG-20170903-WA0009Siak,kompasriau-Anggota DPRD Siak komisi II dari Partai Hanura daerah Pemilihan IV (Minas,Kandis dan Sungai Mandau), Ir Mhd Ariadi Tarigan angkat bicara soal kabar di media online kompasriau.com, terkait Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT IMT unit UTJM di kawasan Desa Kandis, diduga masih membuang air limbah ke  dalam anak sungai, pada hari ini, Minggu 3 September 2017.

IMG-20170903-WA0000“PT IMT sudah  sejak tahun 1995 beroperasi di kawasan Kabupaten Siak. Tapi sangatlah kita sayangkan jika perusahaan sekelas PT IMT yang sudah bersertivikasi ISCC,RSPO dan ISPO sampai tidak patuh kepada ketentuan yang berlaku. Kita juga bertanya bagaimana keperdulian mereka dan komitmen berkelanjutan terhadap lingkungan disekitar perusahaan,”ujar Ir Ariadi kepada awak media ini ketika dimintai tanggapannya terkait masalah limbah tersebut, Minggu (3/9/2017).

IMG-20170807-WA0009Untuk itu, Ir.Mhd.Ariadi Tarigan menghimbau pihak PT IMT UTJM agar segera melakukan evaluasi terhadap sistem penampungan-penampungan limbah dari hasil pengolahan produksi kelapa sawit sebagaimana ketentuan yang berlaku.

Tarigan juga mengingatkan bahwa anak sungai yang mengalir dari tengah-tengah areal HGU pihak PT IMT dihilir menjadi tulang punggung penopang kehidupan masyarakat Kampung Kandis untuk mencuci dan mandi sehari-hari, maka sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga kelestarian kelestariaan sumber air mengalir satu-satu nya di Kampung Kandis.

“Kami juga meminta pihak-pihak berwenang yang terkait dalam Lingkungan hidup agar segera turun melakukan pengecekan lokasi yang diberitakan Kompas Riau. Jika terdapat kelalaian ataupun kesengajaan yang dilakukan pihak PT IMT UTJM, tentu harus dilakukan penegakan hukum dan tidak boleh pandang bulu,” tegas Ir.Mhd Ariadi Tarigan.

Seorang tokoh Agama Kampung Kandis yang tidak bersedia disebut namanya, bertempat tinggal di sekitar pinggir aliran anak sungai Sam-Sam menuturkan kepada awak media ini bahwa bukan rahasia umum lagi, sejak tahun 2001 sering menemukan anak sungai ini kotor sekali dan berbau seperti bau limbah sawit,sejak tahun 2001 sampai dengan tahun 2008.

“Kami sering dulu temukan  ikan-ikan di sungai ini mati karena berubahnya warna air menjadi kehitam-hitaman. Saat ini perubahan warna air sungai ini terjadi kebanyakan pada malam-malam hari antara pukul 00.00 sampai dengan pukul  02.00 Wib dini hari ,tapi tidak tampak lagi ada ikan dan diduga mati karena ikan-ikan disungai didepan rumah tinggal saya sudah habis yang kemungkinan karena peristiwa-peristiwa yang lalu,”tutur tokoh Agama itu kepada tim kompasriau, Minggu (3/9/2017).

Lanjutnya, kebocoran air limbah itu sudah pernah dilaporkan kepada Maneger PT IMT unit UTJM Parman Pa, dimana kata maneger jika ada kebocoran limbah ditemukan mengotori sungai agar segera melapor, karena menurutnya, bisa saja itu bukan dari pabrik PT Ivo Mas Tunggal kebun estata, karena limbah dari kolam-kolam pabrik sudah dialirkan menjadi pupuk melalui pipa-pipa varalon agar dapat segera dicek sumber kebocoran tersebut,” kata Parman Pa kepada masyarakat setempat itu.

“Namun untuk saat ini kami pernah melaporkan temuan adanya kebocoran yang diduga dari PT IMT unit UTJM, sekitar bulan agustus 2017 yang lalu via telepon pimpinan PT IMT unit UTJM, tapi mungkin karena sibuk tidak mengangkat telpon kami,”keluh tokoh agama itu sembari sambil menunjukan foto-foto kejadian kepada awak media ini.

Sangat disayangkan anak perusahaan PT SMART Tbk ini diduga masih tidak disiplin didalam pengelolan limbah-limbah yang dihasilkan dari proses olah produksi CPO PT Ivo Mas Tunggal dan terkesan “mengabaikan” kelestarian sumber-sumber air beserta habitat mahluk hidup didalamnya.*** (IGS).

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here