Aparat Jangan “Tutup Mata” Terhadap PT Ivo Mas Tunggal Diduga Buang Air Limbah Ke Sungai

0
16

IMG-20170903-WA0000Kandis,kompasriau-Ketua Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Wartawan Republik Indonesia (DPC-PWRI) Siak, Indra Gunawan Sinulingga meminta kepada aparat penegak hukum di Kabupaten Siak untuk melakukan investigasi secara menyeluruh terhadap Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PKS PT Ivo Mas Tunggal, diduga kuat membuang air limbah sembarangan ke anak sungai kawasan Desa Kandis, pada hari ini, Minggu (3/9/2017).

IMG-20170807-WA0018“Aparat yang berkompoten jangan “tutup mata” terhadap dugaan pencemaran anak sungai itu. Kita minta aparat penegak hukum untuk melakukan langkah-langkah hukum terhadap dugaan pihak PKS PT Ivo Mas Tunggal membuang air limbah ke anak sungai Desa Kandis itu. Kami siap kerjasama dengan aparat penegak hukum. Begitu juga masyarakat setempat siap saksi bahwa di dalam sungai tersebut tidak ada lagi ikan, sejak air limbah kotor diduga dibuang ke anak sungai itu, ”ungkap Indra Gunawan kepada tim awak media ini,Minggu (3/9/2017).

IMG-20170807-WA0009Salah satu bukti menurut Indra, bahwa dipinggiran sungai masih jelas terlihat bekas-bekas berkarat bekas air limbah mengalir ke dalam anak sungai. “Padahal air sungai di kawasan Desa Kandis itu masih dipakai masyarakat sekitar untuk kebutuhan sehari-harinya. Untuk itu, kita minta aparat untuk memeriksa air anak sungai itu di laboratorium, apakah masih layak dipakai masyarakat setempat yang berdomisili disekitar pinggiran sungai Desa Kandis ini,”tandas Indra Gunawan.

Seperti diberitakan media ini sebelumnya, bahwa oknum petinggi PT Ivo Mas Tunggal “bohongi” publik soal air limbah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Ivo Mas Tunggal, diduga masih dibuang ke sungai Sam-Sam, Kecamatan Kandis.

Senin (28/8/2017), pihak PT Ivo Mas Tunggal, Anas Barus angkat bicara di media cetak menyebut pihak perusahaan PT Ivo Mas Tunggal sudah secara langsung menurunkan tim ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Saat pemeriksaan , ditemukan penutupan pipa telah dalam keadaan terbongkar. Pihak PT Ivo Mas Tunggal menutup kembali pipa saluran tersebut secara permanen.

Namun, dari hasil investigasi Team kompas Riau dan pengurus PWRI hari ini, Minggu (3/9/2017) pukul 09.15.Wib, ditemukan PT Ivo Mas Tunggal UTJM, diduga masih membuang air kotor ke anak sungai dan diduga limbah kotor tersebut dari pekerja membersihkan Pabrik Kelapa Sawit dan alat produksinya.

Bahkan tim Kompas Riau juga menemukan rembesan dan bekas limpahan air limbah dari kolong ke arah anak sungai yang mengalir ke sungai Desa Kandis.

“Pembohongan publik soal limbah PT Ivo Mas Tunggal”. Saudara Anas Barus “asbun” atau “asal bunyi” di media cetak mengatakan bahwa soal limbah, pihak PT Ivo Mas Tunggal melakukan pengecekan berkala.Tetapi hari ini kami masih menemukan di lapangan, pihak PT Ivo Mas Tunggal diduga masih membuang limbah sembarangan ke dalam anak sungai dan mengalir ke sungai Desa Kandis,”ungkap Indra Gunawan Sinulingga kepada Pemimpin Redaksi Kompas Riau,Minggu (3/9/2017).

Selain itu, pada tanggal 8 Agustus 2017, PKS PT Ivo Mas Tunggal di wilayah hukum Kabupaten Siak, diduga membuang air limbah ke dalam anak sungai dan mengalir ke sungai Sam-Sam pemukiman masyarakat di kawasan Desa Kandis.

Pengamatan tim awak media ini tepatnya di belakang  PT Ivo Mas Tunggal PKS, Minggu pagi tanggal 8 Agustus 2017, ditemukan  air limbah di tempat pengumpulan janjangan kosong (jjk) di areal PKS  di tampung di bak sendimentasi dan mengalir melalui satu pipa paralon ke dalam anak sungai. Dimana aliran anak sungai tersebut dihilir melewati pemukiman masyarakat Desa Kandis bermuara di  sungai Sam-Sam.

Air limbah yang dihasilkan dari proses akhir TBS PT IMT PKS tersebut berwarna keruh,berminyak dan berbau busuk terlihat mengalir dari arah Bak Sendimentasi tertutup seng melalui pipa paralon mengalir bebas ke anak sungai dibawahnya.

Ketika hal tersebut di konfirmasi awak media kepada Mill Maneger PKS, Parman via telepon genggam, Minggu (6/8/2017), namun hingga saat ini belum ada penjelasan terkait hal tersebut.

“Sangat disesalkan jika perusahaan sekelas PT IMT yang sudah menyandang sertifikasi RSPO dan ISPO itu, namun pada faktanya tidak layak mendapatkan sertifikasi yang berazaskan kepatuhan  kepada seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku,”ungkap salah seorang warga Desa Kandis  tidak mau ditulis namanya di media ini.

Padahal menurut warga, anak sungai yang mengalir dari areal HGU PT IMT PKS banyak digunakan masyarakat di kawasan Desa kandis untuk mandi, mencuci dan aktivitas kehidupan sehari-hari.***(tim).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here