Rehab Ruang Pengawasan Dinas Pendidikan Dumai Makan Korban

Sekretaris Disdikbud, RidwanDumai, kompasriau-Ruangan kantor bidang pengawasan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pemerintah Kota Dumai, saat ini tengah berlangsung rehabilitasi oleh kontraktornya CV Qiu Qiu, dengan jumlah anggaran Rp 550 juta lebih.

Sebelumnya pihak pekerja kontraktor telah melakukan proses pembongkaran dinding hingga atap bangunan yang lama, hanya terlihat beberap blok beton bangunan lama yang masih tersisa.

Ruangan kantor pengawasan Disdikbud yang lama dibongkar dan akan dibangun menjadi dua ruangan dan akan dijadikan berlantai dua.

Seperti hari-hari sebelumnya, pekerja memulai aktivitasnya untuk melanjutkan pekerjaan rehab kantor tersebut, namun sekitar pukul 10 30 wib, suara keras beton roboh datang dari lokasi bangunan itu hingga mengundang perhatian seisi kantor disdikbud itu.

Apa yang terjadi ? ternyata beberapa blok bangunan yang masih tersisa sebelumnya belum turut dibongkar, kemudian roboh hingga menimpa salah seorang pekerja bernama Dani (25). Namun media kompasriau belum mengetahui pasti kronologis robohnya blok bangunan dimaksud, dan saat ini dikabarkan bahwa korban sudah berada di RSUD Dumai.

Kasubag program evaluasi dan pelaporan Disdikbud Pemko Dumai, Zulham Abidin, ketika ditemui awak media ini di ruang kerjanya menyebut akan memberhentikan sementara pekerjaan rehabilitasi kantor pengawas disdikbud tesebut.

“Kita akan berhentikan sementara pengerjaan rehab bangunan itu dan akan kita berikan surat peringatan (SP),” ungkap Zulham.

Disinggung soal papan plang atau papan proyek rehab bangunan kantor pengawasan disdikbud tersebut tidak ada disekitar lokasi proyek dibenarkan Zulham, namun menurut Zulham pihak kontraktor mencetak sendiri, tetapi mungkin belum diambil kontraktornya, “kata Zulham.

Sementara itu, Sekretaris Disdikbud Pemko Dumai, Ridwan, menanggapi kejadian kecelakaan kerja tersebut mengatakan prihatin atas kejadian. Ridwan menyebut menyesalkan kejadian itu karena pihak konsultan tidak tanggap dengan situasi bangunan yang akan dikerjakan pekerja.

Karena itu, Ridwan menyebut pihak konsultan maupun kontraktor harus bertanggungjawab terhadap kejadian yang memakan korban itu.

Menurut Ridwan, saat ini korban tengah mendapat penanganan insentif dari pihak dokter atau perawat di Rumah sakit Umum Daerah (RSUD) Dumai.*** (Tambunan)

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *