Bisnis Galangan Kapal Di Batam Akan Kian Suram

Batam, kompasriau-Bisnis Galangan kapal kedepan dinilai akan kian suram. Terutama mengingat kondisi minyak dan gas dunia mengalami penurunan.

Hal ini disampaikan Direktur Jendral untuk Industri Metal,Mesin, Peralatan Transportasi dan Elektronik, Kementrian Perindustrian RI, I Gusti Putu Suryawirawan saat berkunjung ke Batam.

“Galangan kapal sedang lesu, sudah saatnya Batam beralih dari galangan kapal, mengingat industri migas sedang merosot,” ujar I Gusti saat peresmian produksi smartphone Nokia di PT Satnusa Persada Tbk, Pelita, Batam, Senin (4/9/2017).

Ia juga mengatakan selain migas yang sedang merosot, permintaan batu bara juga menurun, sehingga produksi tongkang juga menurun sejalan dengan permintaan batubara.

Menurutnya, pemerintah daerah (Pemda) dapat melihat peluang yang lain, seperti salah satunya produksi smartphone Nokia yang akan mulai diproduksi di Batam.

“Namun juga saya dorong agar Pak Abidin (pemilik Satnusa) memproduksi Baterai, agar produksi komponen dapat dimulai dari saat ini,” jelasnya.

Beberapa waktu lalu juga disampaikan oleh ketua Batam Shipyard and Offshore Association (BSOA) bahwa industri galangan kapal dalam dua tahun belakangan berada pada titik terendah.

Dan berdasarkan data penanam modal asing milik BP Batam yang menanamkam investasi, semuanya berorientasi pada industri teknologi tinggi. Seperti perakitan motor listrik, pembangkit listrik dari sampah, dan juga sebelumnya Satnusa juga menjadi tempat perakitan Smartphone Asus.*** (Roma)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *