Kepada Yth, Bapak Pemimpin Redaksi Kompasriau.com

Hal : Klarifikasi atas pemberitaan kompasriau.com

Dengan hormat,

Sehubungan dengan beberapa pemberitaan PT Ivo Mas Tunggal (PT IMT) yang muncul di media online kompasriau.com dari bulan Juni hingga September 2017 yang terkait dengan:

– Dugaan pembuangan air limbah PT IMT ke sungai

o 3 September 2017: Aparat Jangan “Tutup Mata” Terhadap PT Ivo Mas Tunggal Diduga Buang Air Limbah Ke Sungai: http://www.kompasriau.com/2017/09/03/aparat-jangan-tutup-mata-terhadap-pt-ivo-mas-tunggal-diduga-buang-air-limbah-ke-sungai/

o 3 September 2017: Anas Barus “Asbun” Soal PT Ivo Mas Tunggal Diduga Masih Buang Air Limbah Ke Sungai: http://www.kompasriau.com/2017/09/03/anas-barus-asbun-soal-pt-ivo-mas-tunggal-diduga-masih-buang-air-limbah-ke-sungai/

o 20 Agustus 2017: Petinggi PT Ivo Mas Tunggal Belum Mengklarifikasi Soal Air Limbah Dan Tanah Negara: http://www.kompasriau.com/2017/08/20/petinggi-pt-ivo-mas-tunggal-belum-mengklarifikasi-soal-air-limbah-dan-tanah-negara/

Dugaan penyerobotan tanah negara PT IMT

28 Juli 2017: Pemilik PT Ivo Mas Tunggal Disebut-Sebut “Kebal Hukum”: http://www.kompasriau.com/2017/07/28/pemilik-pt-ivo-mas-tunggal-disebut-sebut-kebal-hukum/

20 Juli 2017: Oknum Petinggi PT Ivo Mas Tunggal Masih “Tutup Mulut” Soal Dugaan Penyerobotan Tanah Negara: http://www.kompasriau.com/2017/07/20/oknum-petinggi-pt-ivo-mas-tunggal-masih-tutup-mulut-soal-dugaan-penyerobotan-tanah-negara/

Dugaan penggelapan uang beras buruh PT IMT

30 Agustus 2017: SPPI Bakal Unjuk Rasa Terkait PT Ivo Mas Tunggal Diduga Gelapkan Uang Beras Buruh: http://www.kompasriau.com/2017/08/30/sppi-bakal-unjuk-rasa-terkait-pt-ivo-mas-tunggal-diduga-gelapkan-uang-beras-buruh/

12 Juli 2017: Beras Catu Buruh PT Ivomas Tunggal Tak Layak Konsumsi: http://www.kompasriau.com/2017/07/12/beras-catu-buruh-pt-ivomas-tunggal-tak-layak-konsumsi/

Melalui surat ini, kami selaku perwakilan dari PT Ivo Mas Tunggal (PT IMT) ingin memberikan KLARIFKASI dan BANTAHAN terhadap pemberitaan tersebut.

PT Ivo Mas Tunggal (PT IMT) menyayangkan adanya pemberitaan yang tidak benar yang dilayangkan dalam beberapa pemberitaan di kompasriau.com dari bulan Juni hingga September 2017.

  1. Menanggapi tuduhan pencemaran limbah PKS ke sungai Kandis Kecamatan Kandis, pada hari Rabu, 6 September 2017 kami telah menerima kunjungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Siak untuk melakukan investigasi dan verifikasi terhadap tuduhan yang dilayangkan kompasriau.com. Adapun hasil kunjungan tim Dinas Lingkungan Hidup tersebut, sebagai berikut:

Hasil kunjungan lapangan Tim Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Siak menyatakan kondisi saluran drainasi air lindi tangkos dan kolam pengampungan lindi PT IMT dalam keadaan bersih dan pipa didalam bronjong yang menjadi saluran air hujan ke arah sungai dalam keadaan bersih dan tertutup permanen. Oleh sebab itu, tuduhan yang dilayangkan kompasriau.com tidak benar.

 

  1. Sehubungan dengan tuduhan penggunaan lahan Caltex (PT CPI) secara sewenang-wenang oleh perusahaan, PT IMT ingin menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak benar.

PT IMT dan PT CPI telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) pada tanggal 8 Januari 1996 yang telah diperbaharui melalui Addendum I di tahun 2007 dan Addendum II di tahun 2009. Hal tersebut dibuat dan disepakati sesuai prosedur yang berlaku dan dengan persetujuan dan rekomendasi dari Negara yakni melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian Pertambangan dan Energi (saat ini Kementerian ESDM).

 

  1. Menanggapi tuduhan penggelapan hak karyawan dan uang beras buruh, PT IMT juga ingin menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak benar. PT IMT sudah beroperasi sesuai dengan peraturan yang berlaku. Upah yang diberikan kepada pekerja telah mengacu kepada Upah Minimum Sektoral Propinsi (UMSP) Riau.

Upah pekerja PT IMT telah disepakati bersama dan tertuang dalam Perjanjian Kerja Bersama Badan Kerja Sama Perusahaan Perkebunan Sumatera (PKB BKS-PPS). Dalam PKB tersebut diatur bahwa upah pekerja terdiri dari upah uang dan upah natura berupa beras sebanyak 15 kg dengan mutu baik yang dapat diterima para pihak.

 

Sesuai Berita Acara Kesepakatan Bersama, nominal Upah Minimum Sektoral Propinsi (UMSP) Riau tahun 2017 senilai Rp Rp 2.516.812,- di dalamnya sudah termasuk nilai natura berupa beras sebesar 15 kg. PT IMT tidak melakukan pemotongan upah uang dalam payroll untuk pembelian beras sebagaimana yang beritakan kompasriau.com karena besaran upah uang telah ditetapkan di awal tahun sesuai kesepakatan dan berlaku tetap sepanjang tahun berjalan. Nilai beras BKS-PPS diumumkan diperuntukan sebagai pedoman anggota BKS-PPS untuk menghitung: upah lembur, pesangon atau apabila upah natura diberikan dalam bentuk uang.

Dalam kondisi beras yang diterima dirasa tidak dalam kondisi mutu yang baik yang dapat diterima oleh para pihak, terdapat prosedur pengembalian yang dapat dilakukan dan diketahui. Perwakilan pekerja melalui Serikat Pekerja/Serikat Buruh atas sepengetahuan wakil perusahaan dapat melakuan penolakan dan pengembalian dan akan ditukar sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Untuk diketahui bersama bahwa, proses penerimaan ataupun kedatangan beras ke gudang kebun melalui pemeriksaan kualitas yang melibatkan langsung pihak perusahaan,yaitu KTU (Kepala Tata Usaha) dan Serikat pekerja/Serikat Buruh melalui sistem sampling. Bila kondisi dari beras tidak sesuai maka sesuai prosedur yang berlaku maka beras langsung dipulangkan kepada vendor.

Selain dari beras yang diberikan kepada para pekerja, sebagai itikad baik perusahaan, PT IMT juga memberikan beras untuk tanggungan pekerja. Dalam hal ini, istri pekerja mendapatkan 9 kilogram beras dan setiap anak mendapatkan 7,5 kilogram beras (dengan batas maksmum 3 orang anak) sesuai dengan kualitas yang diberikan kepada pekerja.

PENUTUP

PT Ivo Mas Tunggal (PT IMT) selalu beroperasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku dengan menjunjung tinggi aspek keberlanjutan. Kami sangat menyayangkan pemberitaan yang tidak benar yang dilakukan oleh kompasriau.com yang telah menimbulkan presepsi negatif, menyudutkan, dan mencemari nama baik perusahaan.

Sesuai dengan etika jurnalistik yang berlaku di Indonesia, kami meminta kompasriau.com ke depannya untuk bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan beritikad baik. Kami mengharapkan kompasriau.com untuk selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah.

PT Ivo Mas Tunggal (PT IMT) meminta kompasriau.com untuk segera mencabut, meralat, dan memperbaiki pemberitaan-pemberitaan yang keliru, tidak benar, dan memberikan permintaan maaf kepada pembaca.

Demikian bantahan dan klarifikasi yang kami sampaikan. Atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.

Salam,

Tim Komunikasi PT Ivo Mas Tunggal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *