Terdakwa Perkara Dugaan Penyeludupan Manusia Ajukan Pembelaan

Dumai, kompasriau-Terdakwa perkara dugaan penyeludupan manusia melakukan pembelaan atau pledoi atas hukuman yang dijatuhkan JPU kepada terdakwa.

Surat pledoi terdakwa Tengku Said Saleh alias Saleh, Jowel dan terdakwa Fadil, dibacakan oleh penasehat hukum para terdakwa, Destiuruli Hasibuan SH, pada sidang lanjutan sore tadi, Rabu [6/9].

Sidang lanjutan perkara ini agendanya hanya seputar pembacaan surat pembelaan para terdakwa atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum [JPU] kejari Dumai, Hengki Fransiscus Munte SH yang menuntut para terdakwa pada sidang sebelumnya.

Surat pembelaan yang dibacakan oleh Destiur Hasibuan SH ini, adalah merupakan ungkapan para terdakwa atas tuntutan JPU Hengki Fransiscus Munte SH, dirasakan  sangat memberatkan para terdakwa.

Oleh karena itu, berangkat dari hal tersebut, para terdakwa ini mengajukan surat pembelaan kepada majelis hakim melalui pengacaranya, Destiur,SH dengan harapan majelis hakim mempertimbangkan dan meringankan hukuman mereka pada sidang putusan nanti.

Sebagaimana pada acara sidang-sidang sebelumnya, perkara ini disidangkan majelis hakim Firman Khadafi Tjindarbumi SH MH, sebagai pimpinan sidang dibantu hakim anggota Liena SH H.Hum dan hakim Irwansyah SH MH.

Bahwa pada sidang pembacaan tuntutan hukuman bagi para terdakwa pada sidang sebelumnya, Jaksa Hengki Fransiscus Munte SH, menuntut terdakwa Saleh dengan hukuman selama 7 tahun 6 bulan penjara.

Demikian dengan terdakwa Jowel, Hengki Fransiscus juga mengganjar hukuman untuk Jowel sama dengan hukuman Saleh yakni dengan tuntutan selama 7,5 tahun penjara.

Sementara untuk terdakwa Fadil, sesuai peran dan perbuatannya dalam perkara ini, JPU menuntut Fadil dengan tuntutan selama 6 tahun shooting masa tahanan yang dijalani sebelumnya.

Menurut JPU ini, perbuatan para terdakwa  terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana percobaan perdagangan manusia.

Para terdakwa melanggar pasal 120 undang-undang nomor 6 tahun 2011 tentang imigrasi.***(Tambunan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *