Cagar Budaya Makam Putri Tujuh

Dumai, kompasriau-Situs Cagar Budaya merupakan ikon sejarah yang menjadi legenda dan cerita suatu peninggalan masa lampau yang harus dilindungi dan dilestarikan.

Kota Dumai, adalah terbilang kaya memiliki situs cagar budaya diberbagai tempat dan lokasi di bilangan Kota Dumai.

Setidaknya ada 28 situs cagar budaya milik warga Kota Dumai tersebar dibeberapa tempat.

Cagar budaya bersejarah ini terus menerus mendapat perhatian dari warga Dumai khususnya Pemerintah Kota (Pemko) Dumai, sehingga cagar budaya tersebut dirawat berkesinambungan oleh Pemko Dumai.

Namun, dari sekian jumlah tempat situs bersejarah itu, Makam Putri Tujuh dan Pesanggrahan Putri Tujuh, adalah menjadi cagar budaya bersejarah ternama di Kota Dumai.

Makam Putri Tujuh dan Pesanggrahan Putri Tujuh adalah berada di kawasan kilang PT Pertamina Refinery Unit (RU) II Dumai-Riau.

PT Pertamina RU II Dumai, di Kota Dumai, merupakan perusahaan objek vital penyumbang devisa dan andil besar di Kota Dumai khususnya nasional.

Situs cagar budaya makam Putri Tujuh dan Pesanggrahan Putri Tujuh yang namanya melekat dengan nama perusahaan semi plat merah itu, dirasakan sungguh sulit di akses atau dikunjungi masyarakat khususnya warga Dumai karena berada di kawasan perusahaan objek vital.

Warga Dumai khususnya ahli waris turun temurun pemilik makam Putri Tujuh Telah lama menginginkan akses menuju makam tersebut bebas dikunjungi guna berjiarah.

Keinginan tersebut juga sudah berulang disuarakan warga Dumai ke pihak Pertamina RU II maupun lewat Pemko Dumai, namun tak kunjung terealisasi.

Suara para warga, elemen masyarakat bahkan sejumlah tokoh budaya dan suku setempat kabarnya berulangkali bersuara meminta Pertamina untuk membuka akses masuk secara bebas ke makam bersejarah itu, namun tak kunjung direalisasikan Pertamina.

Sudah silih berganti pemangku jabatan tertinggi di lingkungan PT Pertamina RU II Dumai, namun pernintaan warga soal membuka akses bebas masuk untuk berjiarah ke makam Putri Tujuh itu tak kunjung terkabul.***(Tambunan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *