Jalan Sepahat-Sei.Pakning TA 2016 Rp.41,4 M Hancur, Anggaran Baru Muncul Rp.2,6 M

20170908_123448Bengkalis,kompasriau-Perkumpulan Penggiat Penyelamat Kekayaan Daerah (P3KD) Riau soroti pelaksanaan pekerjaan peningkatan Jalan Sepahat – Sei. Pakning (DAK) APBD Riau Tahun Anggaran (TA) 2016 Dinas PU-PR Provinsi Riau, mengalokasikan dana senilai Rp.41.444.874.454,00 dengan target fisik 9 Km, selaku pemegang kontrak PT.Modern Widya Tehnical, sesuai Nomor kontrak : 620/SPHS-BM/TING-SPSP/114/2016 tanggal 03 Mei 2016.

Namun masyarakat kecewa, karena belum ada setahun jalan tersebut, kondisinya sudah rusak, kerusakan tersebut diduga akibat manipulasi material.

Dalam papan nama plang proyek disebutkan jangka waktu pelaksanaan 210 hari kalender, juga disebutan jangka waktu pemeliharaan 180 hari kalender, namun, pada plang papan nama proyek tersebut konsultan pengawas tidak disebutkan.

“Pekerjaan peningkatan Jalan Sepahat-Sei.Pakning menelan biaya sebesar Rp.41,4 miliar dalam pelaksanaan kegiatan diduga kuat tidak sesuai kontrak. Pekerjaan yang dilaksanakan kontraktor tersebut tidak sesuai harapan masyarakat, karena kondisi badan jalan hancur sebelum waktunya,”beber S.Purba Ketua Umum P3KD Riau melaporkan hasil Investigasi lapangan Sabtu (09/09/2017).

“TA 2017. Oleh Dinas PU – PR Prov. Riau memunculkan kembali biaya perawatan jalan Sepahat-Sei.Pakning menggunakan dana APBD Riau sebesar Rp.2,6 miliar, selaku kontraktor PT. Paluh Karindo sesuai no kontrak : 620/SPHS-PUPR/PS-V/JJ-SSP/158/2017 tanggal 19 Mei 2017  anggaran pemeliharaan tersebut patut dipertanyakan,” ujar S. Purba.

Dkatakan S.Purba, aparat penegak hukum Kepolsian, Kejaksaan diharapkan melakukan penyelidikan Terkait pengalokasian dana APBD sebesar Rp.2,6 miliar untuk kegiatan pemeliharaan jalan Sepahat-Sei.Pakning karena proyek peningkatan jalan Sepahat- Sei.Pakning TA 2016 menelan biaya sebesar Rp.41,4 miliar belum setahun kondisi badan jalan hancur. Patut diduga pekerjaan yang dilakukan PT. Modern Widya Tecnikal tersebut asal jadi.

“Kontraktor pelaksana pekerjaan peningkatan jalan Sepahat – Sei.Pakning TA 2016 oleh PT.Modern Widya Tehnical harus bertanggungjawab atas kerusakan badan jalan tersebut, diduga disebabkan mutu proyek buruk. Pengusutan pelaksanaan pekerjaan peningkatan jalan Sepahat-Sei.Pakning TA 2016 tidak terkecuali kontraktor, pemberi pekerja Dinas PU-PR Prov. Riau harus bertanggungjawab dan diusut,”tandas S.Purba.

“DPRD Provinsi Riau selaku pengawas terkait penggunaan dana APBD Riau mestinya pro aktif mengawasi pelaksanaan proyek menggunakan dana APBD Riau dan Inspektorat pengawas internal, “jangan menunggu audit BPKP Perwakilan Riau” kemudian turun kelapangan, mestinya laporan masyarakat terkait penggunaan dana APBD Riau terindikasi menyipang dari ketentuan yang berlaku mestinya ditanggapi, sebagai awal dalam penyelidikan, bila ditemukan adanya penyimpangan dalam pelaksanaan pembangunan menggunakan APBD Riau direkomendasikan ke pihak aparat penegak hukum kepolisian dan kejaksaan. Tugas masyarakat dalam mengawasi pelaksanaan pembangunan diatur dalam undang-undang Dasar 1945,”ujar S. Purba.***(CA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *