Kepala UPT KPHP Model Minas Tahura Lakukan Patroli Rutin

Pekanbaru,kompasriau-Menyikapi merajalelanya “mafia hutan” melakukan aktifitas mendirikan bangunan rumah dalam kawasan hutan dalam kawasan KPHP Model Minas Tahura, Kepala (Ka) UPT KPHP Model Minas Tahura Zailani, SP, MMA bersama sejumlah personil UPT KPHP Model Minas Tahura terus melakukan patroli rutin. Patrol kali ini gabungan Jumlah personil petugas UPT-KPHP  Model Minas Tahura bekerjasama dengan TNI,  Polri berjumlah 50 orang. Petugas patrol gabungan tersebut menyebar dengan mengenderai sepeda dan mobil menelusuri kawasan hutan KPHP Model Minas Tahura.

Dalam patroli tersebut, petugas UPT KPHP Model Minas Tahura menemukan penggarap liar yang sedang beraktifitas membangun rumah dan membuka hutan dalam kawasan KPHP Model Minas Tahura ketika itu juga petugas patrol mengambil tindakan tegas membongkar bangunan tersebut, sementara itu petugas juga memukan sejumlah bangunan rumah  penggarap yang terlanjur berdiri, dan ditempati kepada mereka penghuni rumah petugas mengingatkan mereka untuk membongkar sendiri bangunan rumah tersebut.

Pengamanan kawasan KPHP Model Minas Tahura UPT KPHP melakukan pemasangan Plang disejumlah titik, bahwa kawasan yang diduduki para penggarap liar tersebut adalah hutan lindung yang harus dijaga kelestariannya. “Pada prinsipnya petugas patrol tidak akan mentolerir para penggarap liar yang melakukan aktifitas membangun rumah dan membuka hutan dalam kawasan KPHP Model Minas Tahura,”tegas Zailani Jumat (08/09/2017)

Tindakan tegas terhadap para penggarap liar dilokasi kawasan KPHP Model Minas Tahura harus ada efek jera. Setidaknya meminimalisir aktifitas para penggarap liar yang mengalihfungsikan kawasan KPHP Model Minas Tahura. Penggarapan liar yang dilakukan para cukong atau siapapun dalam kawasan Tahura Model Minas Tahura harus dilestarikan. Oleh karenanya hukum harus ditegakkan ujar Zailani.

Ditegaskan Zailani tudingan yang dialamatkan terhadap UPT-KPHP Model Minas Tahura “pelihara para perusak hutan” itu tidak benar, sama sekali tidak benar. UPT KPHP Model Minas Tahura tidak ada kepentingan dengan para penggarap liar, maupun cukong taah yang ada dalam kawasan KPHP Model Minas Tahura tersebut, maka kita buktikan  dengan melakukan patrol rutin ini, “tegasnya.

Berbagai keterangan yang dihimpun awak media ini, menyebutkan bahwa para penggarap liar yang melakukan aktifitas alihfungsi kawasan hutan dan membangun rumah dalam kawasan KPHP Model Minas diindikasikan dimodali para cukong tanah “berkantong tebal” asal Medan dan Pekanbaru cukong tanah bermain dibalik layar, penggarap liar didoktrin mengaku sebagai pemilik kebun dengan luas 10 ha hingga 15 ha, padahal dijadikan “tumbal” pemilik kebun yang sebenarnya para cukong tanah.

Para pekerja yang dipekerjakan sebagai pekerja berasal dari luar daerah Nias Sumatera Utara. Boleh dibilang para pekerja yang direkrut para cukong tersebut berpendidikan rata-rata jebolan SD dan tidak fasih dalam bahasa Indonesia di pekerjakan sebagai buruh, mereka dikedepankan menghadapi petugas UPT KPHP Model Minas Tahura mengaku sebagai pemilik tanah.

Dari keterangan yang dihimpun pekerja yang di setempel sebagai penggarap liar tersebut tidak punya jaminan terkait undang-undang ketenagakerjaan, seperti BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, Cuti, upah para buruh juga dibawah standar UMR.

Bukti kongkrit fakta dilapangan pemilik kebun adalah cukong tanah, melakukan aktifitas alihfungsi hutan kawasan KPHP Model Minas Tahura dijadikan perkebunan kelapa sawit, adalah Edi Kurniawan memiliki perkebunan kelapa sawit 270 ha, Edi Kurniawan digugat salah satu LSM ke PN Bangkinang berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Bangkinang dinyatakan bersalah, dan kalah karena menguasai lahan kawasan KPHP Model Minas Tahura tanpa izin, diperitahkan PN untuk mengosongkan dan para pekerja keluar dari lokasi perkebunan kelapa sawit yang dikuasai Edi Kurniawan artinya ada cukong tanah yang sengaja memporakporandakan kawasan KPHP Model Minas Tahura tersebut dengan mengedepankan buruh “yang buta hukum” sebagai pemilik kebun.

Meski putusan Pengadilan Negeri sudah berkekuatan hukum tetap, namun hingga saat ini Edi Kurniawan bersama pekerjanya masih tetap beraktifitas melakukan pemanenan, menjual hasil kebun sawit yang berada dalam kawasan KPHP Model Minas Tahura bangunan rumah pekerja masih tegak kokoh dilokasi tersebut bukti bahwa pemerintah lemah.  Pemerintah dalam hal ini Dinas LH Kehutanan Provinsi Riau yang berwenang mengamankan kawasan KPHP Model Minas Tahura tidak mampu menghentikan aktifitas Edi Kurniawan menguasai kebun sawit dalam Kawasan KPHP Model Minas Tahura artinya wibawa pemerintah daerah dipertaruhkan untuk mengamankan kawasan KPHP Model Minas Tahura.***(PUR).

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *