PT Ivo Mas Tunggal Wajib Bongkar Pipa Saluran Yang Dialirkan Ke Sungai

0
19

Tim Dinas Lingkungan Hidup Siak Tindaklanjuti Kabar Di Media Online Kompasriau.com

IMG-20170911-WA0012Siak,kompasriau-Pada hari Rabu tanggal 6 September 2017, pukul 13.00 Wib, Tim dari Dinas Lingkungan Hidup Kebupaten Siak melakukan peninjauan ke lokasi Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik PT Ivo Mas Tunggal PKS Ujung Tanjung, guna menindaklanjuti pemberitaan media online kompasriau.com, soal adanya dugaan pencemaran limbah PKS ke sungai kandis, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak.

IMG-20170807-WA0015Tim Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Siak yang dipimpin, Ardayani (Ketua), anggota, Dedi Susanto, Amsirman, dan Jaka Suhendra menyimpulkan bahwa pihak PKS PT Ivo Mas Tunggal wajib menutup secara permanen saluran yang terdapat di bronjong batu dan membongkar pipa saluran yang keluar bronjong yang dialirkan masuk ke sungai.

Pihak perusahaan dilarang membuang air limbah atau sejenisnya ke sungai kandis secara langsung, tanpa melalui pengolahan yang sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku.

Harapan pihak pelapor agar pihak PT Ivo Mas Tunggal menebarkan benih ikan ke dalam sungai kandis sebagai wujud dari program CRS dari PT Ivo Mas Tunggal dan melakukan pemeliharaan tebing sungai serta penanaman pohon di pinggiran sungai untuk menghindari abrasi.

IMG-20170807-WA0009Ditemukan kolam penampungan lindi, sebelum dipompakan ke kolam limbah PKS dan menurut informasi dari pekerja pabrik kolam, pernah meluap pada saat hujan deras karena volume air hujan yang turun melebihi kapasitas pompa.

Pada bronjong penahan erosi di tepi sungai kandis ditemukan pipa saluran yang diduga digunakan untuk membuang air hutan agar tidak terjadi erosi, namun karena air lindi itu meluap akhirnya juga mengalir lewat saluran tersebut.

IMG-20170807-WA0018Menurut tokoh masyarakat Kampung Kandis yang bertempat tinggal dipinggir anak sungai Kandis, bahwa awak bulan Agustus 2017, terjadi dugaan air limbah mengalir ke sungai Kandis. Sejak tahun 2001 sampai sekarang sungai tersebut mengalir ditengah-tengah pesantren yang airnya dipakai untuk mandi dan mencuci oleh para santri.

Menurut tokoh masyarakat, hal itu sudah sering dikomplain oleh masyarakat, namun tidak pernah ditanggapi oleh pihak PKS PT Ivo Mas Tunggal, padahal aliran sungai tersebut bermuara ke sungai Sam-Sam yang dipingirannya merupakan perkampungan masyarakat.

IMG-20170807-WA0002Bahkan tokoh masyarakat itu menyatakan ke tim kompasriau,  siap bersaksi kepada instansi terkait, bahwa masyarakat setempat sudah sering komplin soal dugaan air limbah mengalir ke sungai.

Indra Gunawan, peduli lingkungan di Kecamatan Kandis menjelaskan, bahwa pengolahan lindi merupakan salah satu alternatif untuk mewujudkan pengelolaan sampah secara terpadu dan berwawasan lingkungan.

Air lindi merupakan air dengan konsentrasi kandungan organik yang tinggi yang terbentuk dalam landfill akibat adanya air hujan yang masuk ke dalam landfill. Air lindi merupakan cairan yang sangat berbahaya karena selain kandungan organiknya tinggi, juga dapat mengandung unsur logam. Jika tidak ditangani dengan baik, air lindi dapat menyerap dalam tanah sekitar landfill kemudian dapat mencemari air tanah di sekitar landfill.

IMG-20170903-WA0005Lindi adalah limbah cair sebagai akibat masuknya air eksternal ke dalam timbunan limbah/sampah kemudian membilas dan melarutkan materi yang ada dalam timbunan tersebut, sehingga memiliki variasi kandungan polutan organik dan anorganik. Saat air hujan kontak dengan lahan sampah, sebagian air hilang menjadi limpasan dan mengalami evapotranspirasi. Sisa dari air tersebut masuk (infiltrasi) ke dalam timbunan sampah. Lindi akan timbul ketika kemampuan maksimum sampah menyerap air.

Seperti dikabarkan media ini sebelumnya, bahwa pada hari Rabu tanggal 6 September 2017, tim Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Siak yang dipimpin Kabid Pengendalian Pencemaran Dan Kerusakan Lingkungan Hidup Siak, Ardayani, S.Si,MSi, langsung turun ke lokasi Pabrik Kelapa Sait milik PT Ivo Mas Tunggal UTJM,  merespons berita di media online kompasriau.com, soal PKS PT Ivo Mas Tunggal diduga membuang air limbah ke anak sungai di kawasan Desa Kandis, Kecamatan Kandis.

Anggota tim, Dedi Susanto,ST sebagai Kabid  Penataan, Peningkatan Kapasitas Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Siak, mengucapkan terima kasih kepada wartawan media online kompasriau.com atas informasi yang diberikan kepada pihak instansi, terkait PKS PT Ivo Mas Tunggal diduga membuang limbah ke anak sungai di Desa Kandis, pada hari minggu,3 September 2017.

“Harapan kami agar lebih kritis media untuk menyoroti dan memantau soal limbah-limbah perusahaan yang diduga mencemari lingkungan di Kecamatan Kandis ini. Kami minta kerjasama dengan wartawan media kompasriau.com dan media lainnya dalam hal informasi terkait perusahaan-perusahaan yang mencemari lingkungan,”harap Dedi.

Ditegaskan Dedi, pihak PKS PT Ivo Mas Tunggal diberi waktu selama 7 (tujuh) hari untuk mencabut  pipa limbah yang mengarah ke anak sungai dan memperbaiki seluruh buangan air limbah dan segala bentuk air kotor tidak boleh dibuang ke sungai.

“Bila pihak PT Ivo Mas Tunggal tidak diindahkan peringatan pertama untuk memperbaiki seluruh buangan air kotor, maka kita akan lakukan tindakan sesuai hukum yang berlaku,”tegas Dedi kepada awak media ini termasuk kepada beberapa orang wartawan.

Menanggapi hal tersebut, Tim Klarifikasi PT Ivo Mas Tunggal membenarkan pada hari Rabu, tanggal 6 September 2017, PT Ivo Mas Tunggal telah menerima kunjungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Siak untuk melakukan investigasi dan verifikasi terhadap tuduhan yang dilayangkan kompasriau.com.

Hasil kunjungan lapangan Tim Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Siak menyatakan kondisi saluran drainasi air lindi tangkos dan kolam penampungan lindi PT IMT dalam keadaan bersih dan pipa didalam bronjong yang menjadi saluran air hujan ke arah sungai dalam keadaan bersih dan tertutup permanen. Oleh sebab itu, tuduhan yang dilayangkan kompasriau.com tidak benar.***(Red).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here