Pimpinan PT Ivo Mas Tunggal Bungkam Soal HGU Dan Daerah Aliran Sungai

0
40

Siak,kompasriau-Pimpinan PT Ivo Mas Tunggal masih bungkam soal dugaan adanya kelebihan luas areal Hak Guna Usaha (HGU) PT Ivo Mas Tunggal di kawasan Kecamatan Kandis, kendati tim wartawan media ini telah melayangkan konfirmasi kepada Pimpinan PT Ivo Mas Tunggal di Kecamatan Kandis, guna mempertanyakan hasil investigasi tim awak media ini soal dugaan adanya kelebihan luas areal HGU di kawasan Kabupaten Siak.

Berdasarkan data pada sertivikasi RSPO PT Ivo Mas Tunggal dengan nomor member 1-0056-08-000-00 yang beroperasi di Kecamatan Kandis (3 Pks,7 kebun + 1 Plasma Sei Tapung Kabupaten Kampar), diduga berbeda dengan data yang diterbitkan oleh Pemerintah Kabupaten Siak, surat tanggal 20 Januari 2015 kepada salah satu lembaga Negara. Dimana surat tersebut, Pemerintah Kabupaten Siak menyampaikan bahwa luas areal HGU PT Ivo Mas yang dilakukan pengukuran tahun 2006, luas keseluruhan 29.080 hektar, sedangkan ada RSPO lengkap dengan titik kordinatnya luas areal HGU PT Ivo Mas Tunggal 30.63132 hektar.

Informasi yang berhasil dihimpun tim awak media ini menyebut PT Ivo Mas Tunggal  yang beroperasi di Kecamatan Kandis memiliki lahan seluas 30.63132 hektar perkebunan kelapa sawit dengan 3 unit Pabrik Kelapa Sawit (PKS) berkapasitas 60 ton per jam.

PT Ivo Mas Tunggal adalah salah satu anak perusahaan terkemuka PT SMART Tbk suatu perusahaan produsen minyak Nabati terbesar di Indonesia  yang berpusat di Jalan Hm Thamrin Jakarta.

PT Ivo Mas Tunggal, pada tanggal 8 Maret 2013 meraih sertivikasi ISPO perdana yang diserahkan oleh Memtan Juwono.

ISPO adalah satu program sertivikasi yang berazaskan kepada kepatuhan kepada seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Namun demikian, menurut salah seorang karyawan PT Ivo Mas Tunggal, saat ini pihak PT Ivo Mas Tunggal telah menanami kelapa sawit di daerah aliran sungai (Das), padahal berdasarkan Permenhut 328/Menhut-II/2009 tentang penetapan daerah aliran sungai dan Kepmenhut 52/Menhut/2001, bahwa daerah aliran sungai wajib dihutankan.

Pengamatan tim awak media ini di lapangan, PT Ivo Mas Tunggal sudah menanami kelapa sawit daerah aliran sungai dan tidak dihutankan sebagaimana diatur di dalam Permenhut no 39/Menhut/2009 tentang DAS terpadu.

Ketika hal ini dikonfirmasi via pesan singkat kepada Estate Maneger PT Ivo mas Tunggal Unit UTNE, Edi, namun hingga berita ini ditayangkan, pihak Kebun ujung tanjung estate belum memberi jawaban, kemudian  Askep PT Ivo Mas Tunggal  Unit Kebun UTNE mengatakan, “Ok pak nanti kita sampaikan terkait hal tersebut,makasih atas infonya pak,”pesan Askep.***(IGS).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here