Ketua PN Sungai Liat Masih Bungkam Soal Penilaian Prestasi Kerja “Palsu”

0
91
Jpeg

Batam-Kepri,kompasriau-Seperti dikabarkan media ini sebelumnya, bahwa oknum hakim berinisial SL.S, SH.M.Hum, diduga “bersekongkol” melakukan tindak pidana membuat, memakai penilaian prestasi kerja pegawai negeri sipil “palsu”, yang ditanda tangani oleh hakim,Edward Harris SH.M.H saat menjabat sebagai ketua PN Batam sejak tanggal 10 Juni 2016.

Kendati tim wartawan media ini sudah berulangkali berupaya konfirmasi kepada Ketua Pengadilan Negeri Sungai Liat Kelas IB, Sarah Louis,SH.M.Hum, dengan nomor 08238866…., guna klarifikasi terkait kabar tersebut, namun hingga saat ini  masih memilih bungkam.

Begitu juga, Edward Harris, ketika berulangkali dikonfirmasi via pesan singkat dan WhatsApp ke nomor 085234591., namun hingga saat ini belum ada tanggapannya.

Informasi yang berhasil dihimpun tim awak media ini di lingkungan Pengadilan Negeri Batam,Rabu (13/9/2017), menyebut hakim Sarah Louis S. SH.M.Hum saat ini menjabat sebagai ketua Pengadilan Negeri Sungai Liat kelas IB. Sedangkan hakim Edward Harris,SH.MH disebut bertugas menjadi hakim tinggi di Samarinda.

Menurut sumber,  oknum hakim SL. S, SH.M.Hum diduga “bersekongkol melakukan kejahatan” di Pengadilan Negeri Batam dengan oknum hakim EHS ,SH.MH untuk membuat penilaian prestasi kerja pengawai negeri sipil “palsu”, dimana penilaian prestasi kerja pengawai negeri sipil tersebut sudah dirubah nilainya dan ditanda tangani oleh Edward Harris, SH.MH saat menjabat sebagai Ketua Pengadilan Negeri Batam, tanggal 10 Juni 2016.

Padahal Edward Harris ,SH.MH sebagai ketua Pengadilan Negeri Batam tahun 2016 tidak berhak untuk menerbitkan penilaian prestasi kerja pegawai negeri sipil atas nama hakim SL,S. SH.M.Hum, sejak tanggal 05 Januari S/d 28 Juni 2016, karena Hakim Edward Harris,SH.MH mulai menjabat ketua PN Batam sejak tanggal 10 Juni 2016, sesuai surat pernyataan melaksanakan tugas yang diterbitkan oleh ketua Pengadilan tinggi nomor:W4-U/1698/KP.04.09/VI/2016.

“Yang berhak menerbitkan penilaian prestasi kerja pegawai negeri sipil atas nama SL,S.SH.M.Hum adalah Aroziduhu Waruwu,SH,M.H sebagai ketua Pengadilan Negeri Batam, pada tanggal 28 Desember 2015,”ungkap sumber.

Lanjutnya, hasil penilaian prestasi kerja pegawai negeri sipil tersebut diduga sengaja “dipalsukan dan dipakai” oleh oknum hakim SL.S. SH.M.Hum untuk kenaikan pangkat.

“Pasal 264 KUHP diatur bahwa pemalsuan surat diancam dengan pidana penjara paling lama delapan tahun, jika dilakukan terhadap akta-akta otentik,diancam dengan pidana yang sama barang siapa dengan sengaja memakai surat tersebut dalam ayat pertama, yang isinya tidak sejati atau yang dipalsukan seolah-olah benar dan tidak dipalsu, jika pemalsuan surat itu dapat menimbulkan kerugian,”terang sumber di lingkungan Pengadilan Negeri Batam kepada tim wartawan awak media ini yang tidak mau ditulis namanya di media ini.***(RS/CA/AS).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here