Soal Dugaan “Pungli” Di Terminal Pengisian BBM Dumai

0
4

Dumai, kompasriau-Kepala PT Pertamina (Persero) Terminal Pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) Dumai, membantah tidak ada praktik pungli di lingkungan PT Pertamina Terminal Pengisian BBM sebagaimana pernah di rilis media ini.

Kepala Pertamina Terminal Pengisian BBM Dumai mengatakan, jika ada person dan bukti yang pungli, dimintanya untuk di infokan ke pihaknya.

“Info kepala depot tidak ada praktek pungli disana, jika memang ada tolong di infokan person, dan jika ada buktinya kita akan tindaklanjuti” ungkap kepala PT Pertamina Terminal Pengisian BBM melalui bagian SER retail PT Pertamina Teminal Pengisian BBM Dumai, Rifky Karfa Nasution.

Ditanya apa tanggapan kepala PT Pertamina Terminal Pengisian BBM soal BBM yang di “kencingkan” oknum-oknum supir truk tanki pengangkut BBM di lokasi penampungan BBM  ilegal, bukan kah adanya suatu konspirasi antara oknum-oknum sopir dan oknum-oknum petugas depot ? kepala depot itu tidak ada jawaban.

Demkian ditanya soal informasi dugaan praktik “pungli” yang dibantah pihak kepala PT Pertamina Terminal Pengisian BBM, apakah ada hubungannya dengan BBM yang di kencing alias dijual oknum sopir..?, lagi-lagi kepala depot tersebut juga tidak bersedia mengklarifikasinya.

Sebagaimana dirilis media ini sebelumnya, salah seorang pekerja di penampungan BBM  ilegal  di kawasan kecamatan Bukit Kapur mengungkapkan kepada tim awak media ini, bahwa adanya dugaan uang “pungutan liar” di lingkungan  terminal BBM Pertamina Dumai dan katanya sudah lama berlangsung.

Uang dugaan pungutan liar (pungli) dimaksud kata pekerja BBM itu merupakan pemberian oknum-oknum sopir truk tanki BBM kepada oknum-oknum petugas di tiga lokasi depot BBM tersebut.

Diantaranya, di pintu masuk yang ada dilapangan parkir dalam kawasan terminal menuju pompa pengisian BBM ke truk tanki, oknum sopir disebut memberikan uang kepada oknum security Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu.

Kemudian setelah si sopir truk tanki masuk di pengisian atau sedang bermuat BBM ke dalam truk tanki, oknum sopir katanya juga memberikan uang Rp 20 ribu ke oknum petugas per sekali masuk.

Sementara itu, disaat truk tanki usai bermuat dan masuk ke pos pemeriksaan isi muatan BBM, si oknum sopir katanya juga harus merogoh kantongnya untuk oknum petugas pemeriksa antara Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu rupiah.

Menurut sumber yang tidak bersedia namanya di ekspos mengatakan, bahwa uang yang diberikan oknum-oknum sopir kepada oknum petugas dimaksud, hanya sebagai uang pengertian saja.***(Tambunan).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here