Seorang Anak Pengusaha Angkutan Bus Dihukum Pidana Penjara 5 Tahun

0
6

Dumai, kompasriau-J.S, warga Jalan Siderejo Gg Mulia, Kecamatan Dumai Selatan, Kota Dumai, terdakwa kasus sabu dan ekstasi dijatuhi hakim  Pengadilan Negeri Dumai pidana penjara selama 5 tahun.

Sementara terdakwa I.S, merupakan rekan terdakwa J.S dalam perkara yang sama, juga di jatuhi pidana penjara selama 5 tahun.

Vonis pidana penjara masing-masing terdakwa selama 5 tahun penjara, dibacakan hakim majelis di pimpin hakim, Azis Muslim SH, dalam sidang lanjutan pembacaan putusan, Selasa (19/9.

Selain hukuman pidana penjara 5 tahun yang di vonis kandas itu, terdakwa J.S dan I.S, juga dihukum denda masing-masing 1 miliar rupiah.

Apabila denda tidak di bayar, maka terdakwa akan mendapat hukuman tambahan selama 3 bulan kurungan.

Vonis yang dijatuhkan hakim kepada J.S dan I.S, lebih rendah dari tuntutan Jaksa Andy Bernard Simanjuntak SH.

Sebelumnya, JPU Andi Bernard menuntut J.S dan I.S dengan hukuman masing-masing selama 6 tahun penjara.

Sebagaima terungkap dalam persidangan sebelumnya, barang bukti dalam perkara ini diantaranya, 9 paket besar sabu-sabu, 6 paket sedang dan kecil setara 15,46 gram, pil ekstasi 2 butir dan plastik kecil pembungkus sabu.

Terdakwa J.S dan I.S di tangkap petugas BNN Kota Dumai di gudang dirumah milik J.S di Jalan Siderejo, Gg Mulia, 1 juli 2017, sekitar pukul 19 30 wib.

Sebagaimana di ketahui, J.S merupakan anak salah seorang pengusaha angkutan bus antar kota antar provinsi (akap) di Kota Dumai.

Sedangkan terdakwa I.S, juga warga Kota Dumai. Kedua terdakwa ini di jerat dengan pasal 112 ayat 2 undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.***(Aston Tambunan).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here