Soal Oknum Ketua PN Diduga Memakai Penilaian Prestasi Kerja “Palsu”

0
3

Batam-Kepri,kompasriau– Aston Tambunan dan kawan-kawannya meminta kepada Ketua Pengadilan Negeri Sungai Liat Kelas IB, Sarah Louis, S.SH.Hum dan hakim Edward Harris,SH.MH untuk mengklarifikasi soal dugaan terbitnya penilaian prestasi kerja pegawai negeri sipil “palsu” di Pengadilan Negeri Batam, pada tanggal 10 Juni 2016.

“Sebagaimana amanat undang-undang Republik Indonesia nomor 14 tahun 2008 tentang ketebukaan informasi publik, tentu pihak Mahkamah Agung Republik Indonesia harus memberi ruang serta akses lebih terbuka kepada wartawan untuk mengakses informasi bagi kebutuhan publik, guna mewujudkan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam proses mutasi jabatan hakim di lingkungan  Mahkamah Agung. Untuk itu, kita minta kepada Ketua Pengadilan Negeri Sungai Liat dan petinggi Mahkamah Agung Republik Indonesia untuk mengklarifikasi terkait dugaan terbitnya penilaian prestasi kerja sipil “palsu” di Pengadilan Negeri Batam itu,”tandas Aston Tambunan kepada pemimpin Redaksi kompasriau, Senin (21/9/2017).

Pasalnya menurut Aston Tambunan, berdasarkan data dan informasi akurat yang dihimpun di lingkungan Pengadilan Negeri Batam, bahwa oknum hakim berinisial SL.S, SH, diduga sekongkol melakukan tindak pidana membuat, memakai penilaian prestasi kerja pegawai negeri sipil “palsu”, yang ditanda tangani oleh hakim,Edward Harris SH.M.H saat menjabat sebagai ketua PN Batam sejak tanggal 10 Juni 2016.

Namun, kendati hal itu sudah berulang kali dikonfirmasi kepada Ketua Pengadilan Negeri Sungai Liat Kelas IB, Sarah Louis,S. SH.M.Hum, dengan nomor 08238866…., guna klarifikasi terkait informasi tersebut, namun hingga saat ini, Sarah Louis, S.SH.Hum  masih memilih bungkam.

Begitu juga, Edward Harris, ketika dikonfirmasi via pesan singkat dan WhatsApp ke nomor 085234591., namun hingga saat ini belum ada tanggapannya.

“Kami sudah berupaya konfirmasi kepada Ibu Sarah Louis dan hakim Edward Harris,SH.MH via telepon genggamnya, guna klarifikasi soal penilaian prestasi kerja pegawai negeri sipil itu, tetapi sampai saat ini belum ada klarifikasinya,”keluh Aston Tambunan sembari sambil menunjukkan pesan singkat (SMS) konfirmasi yang terkirim di telepon genggamnya.

Informasi yang berhasil dihimpun tim awak media ini di lingkungan Pengadilan Negeri Batam, menyebut hakim Sarah Louis S. SH.M.Hum saat ini menjabat sebagai ketua Pengadilan Negeri Sungai Liat kelas IB. Sedangkan hakim Edward Harris,SH.MH disebut bertugas menjadi hakim tinggi di Samarinda.

Menurut sumber,  oknum hakim SL. S, SH.M.Hum diduga “bersekongkol melakukan kejahatan” di Pengadilan Negeri Batam dengan oknum hakim EHS ,SH.MH untuk membuat penilaian prestasi kerja pengawai negeri sipil “palsu”, dimana penilaian prestasi kerja pengawai negeri sipil tersebut sudah dirubah nilainya dan ditanda tangani oleh Edward Harris, SH.MH saat menjabat sebagai Ketua Pengadilan Negeri Batam, tanggal 10 Juni 2016.

Padahal Edward Harris ,SH.MH sebagai ketua Pengadilan Negeri Batam tahun 2016 tidak berhak untuk menerbitkan penilaian prestasi kerja pengawai negeri sipil atas nama hakim SL,S. SH.M.Hum, sejak tanggal 05 Januari S/d 28 Juni 2016, karena Hakim Edward Harris,SH.MH mulai menjabat ketua PN Batam sejak tanggal 10 Juni 2016, sesuai surat pernyataan melaksanakan tugas yang diterbitkan oleh ketua Pengadilan tinggi nomor:W4-U/1698/KP.04.09/VI/2016.

“Yang berhak menerbitkan penilaian prestasi kerja atas nama hakim SL,S  adalah Aroziduhu Waruwu,SH,M.H sebagai ketua Pengadilan Negeri Batam, pada tanggal 28 Desember 2015,”ungkap sumber.***(RED/RS/CA).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here