Bumdes Darul Aman Segera Bentuk Unit Usaha Penambangan Pasir

Bengkalis,kompasriau-Guna memanfaatkan kekayaan alam yang dapat menghasilkan keuntungan seluas-luasnya bagi masyarakat dan guna menambah pendapatan asli Desa (PADes),  Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Satu Hati Desa Darul aman segera mendirikan unit usaha penambangan pasir yang berada di wilayah Desa Darul Aman.

Hal ini terkandung dalam maksud dan tujuan pendirian BUMDes pada peraturan menteri Desa, Pembangunan Daerah tertinggal dan tranmigrasi Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2015 tentang pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Pengamatan wartawan kompasriau  di lapangan, bahwa Desa Darul aman yang memiliki kekayaan alam berupa pasir laut bukan menjadi rahasia lagi khususnya untuk Kabupaten bengkalis, karena hampir 80% suksesnya kegiatan pembangunan di Kabupaten Bengkalis menggunakan pasir laut dari Desa Darul Aman, kecamatan rupat, akan tetapi kekayaan alam yang melimpah ini dalam pengelolaanya diduga dikerjakan secara illegal alias belum mempunyai izin.

Sungguh ironis, jika kekayaan alam yang besar itu dan menghasilkan PADes di biarkan begitu saja, berdasarkan dukungan dari masyarakat dan Pemerintahan Desa Darul Aman,  BUMDes akan mendirikan unit pertambangan pasir laut. Selain untuk mendapatkan PADes juga membuka lapangan kerja bagi para masyarakat Desa Darul aman yang cukub besar, sehingga membantu menyukseskan program pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan.

Informasi yang berhasil dihimpun kompasriau di Desa Darul Aman, bahwa ada 20 kelompok penambang dan setiap satu kelompok berjumlah 4 orang, sehingga jumlah pekerja penambang sebanyak 80 orang dari masing-masing penambang adalah seorang kepala keluarga dan rata-rata memiliki1 (Satu) istri dan 2 (Dua) orang anak dengan demikian jumlah masyarakat yang menggangtungkan hidupnya pada pertambangan pasir yang di gagas BUMDes Darul Aman ini berjumlah 240 jiwa.

Dalam memberikan dukungan untuk unit pertambangan ini masyarakat Desa Darul Aman dengan beramai-ramai membubuhkan tanda tangan pada pertemuan yang di motori oleh Pemerintahan Desa darul Aman, Selasa (9/8/2016), bertempat di aula gedung BUMDes Darul aman.

Dalam pertemuan itu di hadiri oleh kepala Desa Darul Aman, Ketua BPD beserta anggota, LPMD, Kepala Dusun, anggota RT dan RW, Linmas ,tokoh Masyarakat, para penambang dan masyarakat darul Aman.

Kepala Desa Darul Aman Pramujo Rosyid.SHi mengharapkan kepada pemerintah Kabupaten Bengkalis dapat memberikan solusi atas pengelolaan pertambangan pasir laut yang berada di Desanya ini, pasalnya selama ini masyarakat menggantungkan diri perekonomianya pada pertambangan pasir laut itu.

Pria tiga anak ini juga menjelaskan bahwa selama bertahun-tahun masyarakat yang tergabung dalam kelompok penambang pasir di Desa Darul aman ini belum mempunyai izin, maka dengan berdirinya unit pertambangan pada BUMDes dan dikuatkan dengan peraturan Desa (Perdes) dapat menjadi payung bagi masyarakat dalam melakukan aktivitasnya.

“Kami berharap kepada pemerintah bengkalis dapat membantu dalam mempermudah pengurusan dokumen pertambangan pasir yang akan di kelola BUMDes ini, karena kami kawatir apabila  pertambangan ini tak mempunyai izin masyarakat akan menjadi korban hukum dan apabila berhenti menambang akan terjadi pengangguran atau pemerosotan ekonomi bagi masyarakat Desa Darul Aman,”ungkap Kades Darul Aman.

Sementara itu, Ketua Badan Milik Usaha Desa (BUMDes) Darul Aman, Choirul  mengatakan akan tetap berusaha membuka unit pertambangan tersebut, karena dukungan dari masyarakat dan pemerintah Desa sudah selesai.

Choirul Juga sangat menyayangkan apabila pemerintah Kabupaten Bengkalis tidak memberi peluang kepada BUMDes untuk mengelola kekayaan alam yang berada di Desanya dan tetap membiarkan penambangan illegal terus berlangsung.

“Kami berharap BPD dan Pemdes dapat secepatnya membuat dan mengesahkan perdes unit pertambangan pasir ini, karena sudah bertahun-tahun kekayaan alam kami di kelola oleh pihak lain yang tak berizin, sehingga tidak ada kontribusi atau PADes yang masuk, maka dengan ini kami sudah siap untuk mengelola pertambangan pasir ini, sehingga menghasilkan PADes yang fungsinya untuk pembamgunan  Desa atau kemajuan Desa,”ujar Chairul.

Selain dari masyarakat dukungan datang juga dari kelompok pengusaha penjualan pasir yang berada di kabupaten Bengkalis, seperti yang diungkapkan salah satu pengusaha penjualan pasir di Bengkalis, Mustafa Kamal Als Ujang kepada awak media ini.  Mustafa Kamal sangat mengapresiasi dan mendukung atas gagasan BUMDes Darul Aman untuk mengelola tambang pasir laut itu, karena sudah masuk dalam kekayaan lokal Desa itu sendiri sehingga akan menghasilkan PADes, dengan lahirnya perdes ini, maka aktifitas pertamabngan akan mempunyai payung hukum sampai ke tingkat jasa penjualannya.

“Semoga BumDes dan Pemdes Darul Aman cepat merampungkan perdes pengelolaan tambang pasir itu, kami sebagai pengusaha penjualan lokal sangat mendukung, sehingga dengan berjalanya kembali penambangan itu pasokan pasir yang berada di kabupaten Bengkalis terpenuhi,”ungkap Ujang.

Lanjutnya, sudah sangat wajar di era otonomi ini di berikan keleluasaan Pemdes untuk menjalankan otonomi Desa seluas-luasnya, sehingga Desa dapat memanfaatkan kekayaan alam yang terkandung di Desanya masing-masing, guna membantu pertumbuhan perekonomian masyarakat di desa itu sendiri, sehingga Desa tak lagi menggantungkan diri pada ADD/DD saja dalam membangun Desa.*** (Nankk)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *