Kajati Riau: Kasus Proyek Air Bersih Sudah Ditangani Kejaksaan Agung

0
136

Dumai,kompasriau-Proyek air bersih kota Dumai yang dilaksanakan dengan sistim tahun jamak tahun 2008-2011, sangat didambakan masyarakat kota Dumai, namun, hingga saat ini, proyek yang menelan dana APBD sebesar Rp.223 miliar tersebut dinilai beberapa kalangan gagal.

Kepala Kejaksaan Tinggi Riau, Uung Abdul Syakur, SH, MH saat melakukan kunjungan kerja ke Pemko Dumai, bertempat di pendopo Pemko Dumai,Rabu (27/9/2017), ketika ditanya awak media ini soal pemeriksaan Tim Satgas Kejaksaan Agung yang di pimpin Eko JP, SH terhadap sejumlah pejabat yang terkait dalam penanganan proyek air bersih tersebut, Kajati Riau  seakan enggan berkomentar dan mengatakan,”Kasus proyek air bersih Dumai sudah ditangani Satgas Kejaksaan Agung.  Kita tunggu saja hasilnya. Cukup ya,”ujar Uung Abdul Syakur, singkat begegas menuju mobil.

Kasus proyek air bersih kota Dumai bernilai Rp.223 milar tersebut yang diduga gagal tersebut telah dilidik Tim Kejaksaan Tinggi Riau dan Satgas Kejaksaan Agung Republik Indonesia, namun hingga saat ini, proyek air bersih yang di harapkan masyarakat Dumai belum juga terealisasi.

“Mengutip penjelasan Walikota Dumai, Drs H.Zulkifli AS dihadapan puluhan wartawan pada saat buka puasa bersama di Rumah makan Mahkota Jalan Dock Yard kota Dumai, mengatakan bahwa proyek infrastruktur air bersih sudah terbayarkan sebesar 70 % dari nilai kontrak sebesar Rp.223 miliar. Artinya besaran biaya yang telah terbayarkan sebesar Rp,156.100.000.000,00.

Penjelasan Walikota Kota Dumai, Drs H. Zukifli As dalam acara temu pers tersebut bahwa proyek air bersih tersebut tidak ada masalah dan tidak ada kerugian negara dalam pelaksanaan proyek air bersih tersebut, disikapi Sekretaris Umum Perkumpulan Pegiat Penyelamat Kekayaan Daerah (P3KD) Riau, Syaiful Aula.

Menurut Syaiful, proyek air bersih kota Dumai yang dianggarkan melalui APBD Dumai Tahun 2008 – 2011 dengan sistim tahun jamak adalah uang rakyat melalui pembayaran pajak, Walikota Dumai Zulkifli As menyebutkan tidak ada masalah. “Tapi hingga saat ini proyek air bersih kota Dumai belum juga terealisasi menimbulkan pertanyaan besar dikalangan masyarakat kota Dumai yang dimaksud Drs H. Zulkifli AS, proyek air bersih kota Dumai dengan progress terealisasi 70 % dan tidak ada masalah menimbulkan tanda tanya,”ungkap Syaiful kepada awak media ini, Kamis (29/09/2017).

Dikatakan Syaiful,  bahwa proyek air bersih kota Dumai TA 2008-2011 telah terbayarkan sebesar 70%  harus ada pembuktian dan penjelasan secara transparan kepada publik. “Itu uang rakyat, ketika berlangsungnya proyek air bersih kota Dumai, Drs H Zulkifli AS sebagai Walikota Dumai harus bertanggungjawab,”ujar Syaiful.

Drs H. Zulkifli AS terpilih kembali untuk ke dua kali, masyarakat berharap air bersih dapat terwujud sebelum masa jabatan berakhir. Dalam program kerja Drs H. Zulkifli AS pada masa jabatan periode 2015-2020, bahwa proyek air bersih kota Dumai disebutkannya skala prioritas. “Sementara masa jabatan Drs H. Zulkifli AS sudah memasuki tahun ke tiga,  proyek air bersih yang dikatakan Zulkifli AS dengan skala prioritas, hingga saat ini juga belum terealisasi, masih abu-abu,” ungkap Syaiful.*** (Salamuddin Purba).

 

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here