Karyawan PT BIP Diduga Belum Terdaftar Di BPJS Ketenagakerjaan

Dumai,kompasriau-PT Beton Indo Perkasa (BIP) Dumai, adalah perusahaan bergerak dibidang pengolahan campuran material pasir, kerikel dan semen menjadi bahan beton atau Pabrik Beton.

Perusahaan Pabrik Beton ini berada di wilayah Kelurahan Bagan Besar, Kecamatan Bukit Kapur Dumai, Jalan Lintas Umum Dumai~Pekanbaru Riau.

Data yang diperoleh media ini, perusahaan Batching Plant ini memiliki sejumlah Truck Molen (truck mixer) dengan jumlah karyawan sekitar 44 orang, diantarannya 20 orang sopir truck mixer.

Sehari~harinya, para sopir ini menghantar beton readymix atau beton cor siap pakai kepada konsumen sesuai pesanan konsumen ke perusahaan.

Pekerjaan yang digeluti para sopir ini sudah lama berlangsung. Artinya, para sopir ini sudah banyak terbilang lama bekerja di perusahaan tersebut hingga ada yang 15 tahun.

Permasalahan di tubuh perusahaan (BIP) muncul ketika menejemen perusahaan menyuruh beberapa sopir truck mixer untuk bekerja di luar kota Dumai, yakni Bagan Siapiapi Rokan Hilir (Rohil) Propinsi Riau.

Ditengah rencana perusahaan memindahkan sopir kerja mandah, si sopir merasa keberatan karena gaji mereka tidak sesui gaji mandah perbulannya.

Berangkat dari hal tersebut, lantas pihak perusahaan katanya marah dan langsung mengultimatum para sopir dengan menyebut “bagi yang mau bekerja silahkan lanjut, tetapi bagi yang tidak mau akan diselesaikan di kantor Disnaker Dumai,”ujar para sopir ini, menirukan ucapan mandor PT BIP.

Seiring para sopir mendapat ultimatum, pihak perusahaan katanya langsung meminta kunci mobil truck mixer dari masing~masing sopir tanpa ada pertimbangan soal upah sopir.

Berangkat dari kejadian tersebut, para sopir pun melaporkan perusahaan ke kantor Disnakertrans Pemko Dumai terkait PHK sepihak dari perusahaan.

Dari tindakan perusahaan (BIP) yang diduga memutus hubungan kerja (PHK) dinilai sepihak bagi para sopir ini, terungkap hal-hal yang menarik perhatian awak media.

Kepada wartawan kompasriau dituturkan para sopir ini. Selain gaji perbulan yang mereka terima tidak sesuai UMK Kota Dumai, mereka juga mengaku tidak pernah didaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan oleh PT BIP.

Terkait pengakuan para sopir mengaku digaji dibawah UMK Kota Dumai dan tidak pernah didaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, humas PT BIP tidak bersedia menanggapi ketika dihubungi.

Bahkan ketika hal itu dikonfirmasi awak media via sms (pesan singkat) kepada Humas PT BIP, Aim Sukamto, namun Aim Sukamto hanya menjawab “No Comment dulu ya” kata Aim.

Sementara itu, soal gaji perbulan di duga tidak sesuai dengan UMK Kota Dumai dibayar PT BIP kepada karyawannya, Disnakertrans Pemko Dumai belum berhasil dikonfirmasi awak media ini.

Demikian soal pengakuan para sopir juga tidak pernah didaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, awak media ini juga belum konfirmasi instansi terkait.***(Tambunan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *