Mediasi Berjalan Buntu, Karyawan PT BIP Minta Hak Normatifnya Diselesaikan

0
5

Dumai,kompasriau-Atas pengaduan para sopir melaporkan PT Beton Indo Perkasa terkait PHK sepihak,langkah pertemuan mediasi pun dilakukan Disnakertrans Pemko Dumai, Rabu (11/10/2017).

Mediasi antara sopir dengan menejemen BIP yang dimediatori pihak Disnakertrans ini tidak ada titik temu alias berjalan buntu.

Tidak adanya hasil yang signifikan dalam pertemuan kedua belah pihak ini, tidak lain dikarenakan saling mempertahankan ego yang merupakan hak masing-masing kedua belah pihak.

“Kami seakan digiring untuk tetap bekerja, kami siap bekerja, asalkan selesaikan dulu seluruh hak normatif kami selama ini,”ujar salah seorang sopir itu kepada awak media ini usai pertemuan.

Para sopir ini mengakui, selama mereka bekerja, pihak PT BIP tidak menerapkan upah UMK sebagainana ditetapkan pemerintah.

Selain Upah Mininum Kota (UMK) Dumai tidak diterapkan, para sopir ini juga mengaku tidak didaftarkan peserta Jamsostek, sekarang BPJS Ketenagakerjaan termasuk cuti tahunan. “Hanya ada tiga atau empat orang sopir terdaftar BPJS Ketenagakerjaan”, aku sopir itu.

Humas PT BIP, Aim Sukamto, menanggapi pengakuan para sopir soal UMK, membantah kalau perusahaan tidak menerapkan gaji UMK.

Sukamto menyebut perusahaannya sudah menerapkan UMK kepada sopir berdasarkan jumlah trip sopir. “Itu semua dicantumkan dalam slip gaji termasuk uang makan,”ujar Sukamto menjawab awak media ini.

Sementara itu, soal BPJS Ketenagakerjaan yang diakui para sopir tidak terdaftar, Sukamto lagi lagi membantah. “Mereka semua sudah terdaftar dan perusahaan terus membayar BPJS Ketenagakerjaan,”ungkap Sukamto.

Namun apa yang diakui Sukamto menyebut para sopir terdaftar di BPJS Ketengakerjaan malah dibantah para sopir itu. “Kalau benar kami terdaftar mana kartunya,”ujar mereka seakan balik bertanya.

Sementara itu, menyikapi mediasi yang dilakukan tidak ada kesepahaman antara sopir dan perusahaan, Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Persyaratan Kerja Disnakertrans Pemko Dumai, Muhammad Fadhly SH, mengatakan akan mengeluarkan anjuran kepada para pihak.

“Karena tidak ada kesepakatan dalam pertemuan, maka kami akan mengeluarkan anjuran kepada para pihak. Namun kami masih memberikan kesempatan kepada mereka, silahkan untuk berunding,”jelas Fadhly.***(Tambunan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here