Akta Notaris Diduga Sengaja Tidak Dilampirkan Dalam Berkas Perkara

0
5
Jpeg

Dumai,kompasriau-Sidang lanjutan perkara nomor: 290/Pid.B/2017/PN.Dum dengan terdakwa Tekming, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Dumai, Selasa (17/10/2017), dengan agenda mendengar keterangan saksi Mursalim.

Sidang dipimpin hakim ketua, Aziz Muslim, SH dibantu hakim anggota, Firman Khadafi Tjindarbumi,SH dan Liena,SH.M.Hum.

Aneh, terungkap di persidangan bahwa akta notaris surat perjanjian antara Mursalim dengan terdakwa Tekming tidak ada dalam berkas perkara yang diperiksa majelis hakim dalam persidangan.

“Tetapi dalam berkas perkara ini tidak ada akta surat perjanjian saudara saksi dengan terdakwa Tekming. Tadi dalam keterangan saudara saksi menyatakan saudara ada membuat surat perjanjian dengan saudara Tekming. Coba saudara maju ke depan, mana ada surat perjanjian saudara dengan Tekming di dalam berkas perkara ini,”tanya Hakim Aziz Muslim kepada saksi Mursalim.

Kemudian saksi Mursalim menjawab,”Surat perjanjian saya dengan terdakwa Tekming sudah disita penyidik Polres,”ujar saksi Mursalim.

Sejumlah awak media bertanya kepada kuasa hukum terdakwa Tekming, kenapa dalam berkas perkara terdakwa Tekming tidak ada akta notaris surat perjanjian saksi Mursalim dengan terdakwa Tekming.?. Padahal pengakuan saksi Mursalim kepada majelis hakim berulang kali menyatakan bahwa akta perjanjian antara Mursalim dengan terdakwa Tekming sudah disita penyidik Polres sebagai barang bukti.

Usai sidang, kuasa hukum terdakwa, Mangaratua Tampubolon, SH, saat dikonfirmasi awak media ini dengan tegas mengatakan, seharusnya saksi Mursalim dan oknum notaris yang membuat akta perjanjian tersebut dijadikan penyidik sebagai tersangka dalam perkara tersebut.

“Kitapun heran, kenapa akta notaris surat perjanjian saudara saksi Mursalim dengan Tekming tidak ada dalam berkas perkara, padahal akta surat perjanjian tersebut diduga isinya rangkaian “kebohongan” atau akta notaris yang dibuat tanggal terbitnya belaku surut,”ungkap Mangaratua Tampubolon SH kepada awak media ini.

Dalam keterangan saksi Mursalim di muka persidangan mengatakan tidak banyak mengetahui terkait pertemuan dan perjanjian antara Sumanto dan Tekming.

”Saya pemenang tender, pekerjaan saya berikan kepada Sumanto dan tekming dan saya hanya mengetahui fee untuk saya saja, namun saya juga mendengar antara tekming dan Sumanto ada kegaduhan tentang pembagian, tapi saya tidak banyak tahu apa permasalahannya,”ujar Mursalim.

Pengamatan awak media ini dimuka persidangan terungkap bahwa dua akta notaris surat perjanjian dibuat atau diterbitkan dihari yang sama dan tanggal yang sama.

Kuasa hukum terdakwa, Mangaratua Tampubolon,SH membenarkan ada dua akta notaris surat perjanjian diterbitkan diwaktu hari, tanggal yang sama.

”Tadikan terungkap dipersidangan bahwa satu akta notaris tidak ada dalam berkas perkara itu. Kemudian ada 2 akta notaris surat perjanjian diterbitkan di hari yang sama dan tanggal yang sama,”ujar Mangaratua Tampubolon,SH.

Bahkan menurut Mangaratua Tampubolon SH, bahwa dalam  BAP saksi Mursalim mengakui bahwa di dalam akta tersebut ada rangkaian “kebohongan” tertulis dengan membuat berlaku surat tanggal terbitnya akta perjanjian tersebut dalam mendapatkan fee.

“Klien saya bisa melaporkan soal akta notaris itu ke penyidik, karena pembuatan akta notaris itu merugikan klien saya dan merupakan perbuatan dugaan tindak pidana membuat surat perjanjian berlaku surut tanggal terbitnya,”ucap Mangaratua Tampubolon.***(Kriston).

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here