Udin Pelor DPO Diduga Berkeliaran Di Tempat Mafia Julbacok

0
5

Bengkalis,kompasriau-Pengurus CV Teman Setia, Udin Pelor  dan  Julbacok  diduga masih bebas setiap hari melakukan aktifitasnya di Kecamatan Mandau untuk menampung inti sawit secara ilegal dari puluhan unit truck, meski statusnya sebagai daftar pencarian orang (DPO) dalam perkara dugaan penggelapan inti sawit di KM-9,Kecamatan Mandau.

Hal tersebut diungkapkan B.Pandiangan kepada awak media ini diruang tunggu Pengadilan Negeri Dumai, Rabu (18/10/2017).

Menurut  B.Pandiangan, bahwa  Jauhari Edison Sitinjak, Alexander  Sitanggang dan Heri Edi Syahputra yang mengendarai truck berisi muatan inti sawit berhenti di tempat mafia untuk menurunkan ratusan ember muatan inti sawit dan mengantikan dengan cangkang tempat mafia Julbacok yang berada di KM-9, Kecamatan Mandau.

Kemudian setelah ke 3 mobil truck tersebut sampai di PT Ivo Mas Tunggal di Dumai, pihak PT Ivo Mas Tunggal menolak untuk dibongkar muatan truck tersebut, karena dari hasil pemeriksaan pihak PT Ivo Mas Tunggal, muatan inti sawit truck tersebut bermasalah  atau berubah kadar kotorannya.

“Karena kasus itu, Jauhari Edison Sitinjak dan kawan-kawannya diadili di Pengadilan Dumai ini, tetapi Udin Pelor  sebagai mandor CV Teman Setia dan Julbacok sebagai pengelola tempat penampugan inti sawit itu masih bebas berkeliaran di depan rumah saya, padahal saya sudah menelepon penyidik untuk memberitahukan bahwa Udin Pelor dan Julbacok saat ini masih berkeliaran di tempat penampungan inti sawit di depan rumah saya itu,”ungkap B.Pandiangan dengan nada kecewa.

B.Pandiangan mengatakan bakal melayangkan surat pengaduan kepada Kapolda Riau.  Pasalnya, Julbacok  sebagai status DPO  masih bebas mengelola tempat penampungan inti sawit ilegal di KM-9,Kecamatan Mandau, sementara 3 orang sopir truck jasa angkutan CV Teman Setia yang diduga menjual inti sawit di tempat mafia Julbacok sudah di tahan di Rutan Dumai.

“Kalau Udin Pelor masih tetap berkeliaran di tempat mafia Julbacok, tentu saya akan melaporkan kasus ini ke Kapolda Riau,”ucap B.Pandiangan.

Sementara itu, Humas CV Teman Setia, Tolo Sirait, ketika dikonfirmasi awak media ini via telepon genggamnya, Senin (16/10/2017), membenarkan terdakwa Jauhari Edison, Alexander Sitanggang dan terdakwa Heri Edi Sayhputra adalah sopir truck jasa anggutan CV Teman Setia yang mengangkut muatan inti sawit dari PT Padasa Enam Utama Kebun Kalianta Dua,Kampar dengan tujuan kota Dumai.

Tolo Sirait mengaku sudah 6 tahun bekerja sebagai humas di jasa angkutan CV Teman Setia yang berada di Kecamatan Mandau, tetapi dia tidak pernah menerima uang atau imbalan dari oknum sopir truck “nakal” pengangkut inti sawit tersebut.

Informasi yang berhasil dihimpun awak media ini lapangan, bahwa CV Teman Setia yang diwakili oleh sopir truck bernama Jauhari Edison Sitinjak, Alexander Sitanggang dan Heri Edi Syahputra mengangkut inti sawit dari PT Padasa Enam Utama Kebun Kalianta Dua, Kampar dengan tujuan ke PT Ivo Mas Tunggal di Kecamatan Sungai Sembilan,Kota Dumai.

Julbacok dan Udin Pelor, belum berhasil ditemui awak media ini, guna konfirmasi terkait kasus tersebut.***(K.S).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here