Polres Dumai Dipraperadilankan

0
5

Dumai, kompasriau-Satuan Reserse Kriminal Polres Dumai berurusan dengan pengadilan buntut ditetapkannya tersangka salah seorang warga Dumai bernama Abu Bakar.

Abu Bakar ditetapkan sebagai tersangka di Polres Dumai, berawal dari laporan Rahmat Harahap ke polres Dumai, dengan tuduhan dugaan penipuan dan penggelapan.

Tuduhan dugaan penggelapan dan penipuan yang dialamatkan Rahmat Harahap alias Ucok kepada Abu Bakar, berangkat dari Bisnis atau usaha kerja sama Semen antara Abu Bakar dengan Rahmat Harahap.

Atas penetapan tersangka tersebut, penyidik Polres Dumai langsung menahan Abu Bakar di polres Dumai dan saat ini kabarnya sedang berjalan proses tahap dua ke kejari Dumai.

Tidak terima dan menganggap tidak sah status tersangka yang dialamatkan kepada Abu Bakar, apalagi dirinya ditahan dengan tuduhan penipuan dan penggelapan, maka Abu Bakar  mempraperadilankan penyidik polres Dumai lewat PN Dumai.

Dalam perkara praperadilankan ini, pihak penyidik Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Dumai merupakan pihak termohon, sedangkan Abu Bakar adalah selaku pemohon.

Perkara praperadilankan nomor Pid.pra/2017/PN.Dum, merupakan sidang kedua kalinya, sebagaimana sidang hari Kamis (19/10/2017), memasuki agenda penyerahan bukti surat dari penyidik polres Dumai dilanjut pemeriksaan dua saksi sopir dihadirkan pemohon.

Kapasitas dua saksi dihadirkan dalam perkara ini, mengakui kalau mereka (saksi-red) sebagai sopir tanki semen curah, pernah bekerja sebagai sopir di PT Nilam, milik Abu Bakar.

Dalam sidang, saksi ini menyebut kalau mereka sering mengangkut semen curah dari gudang Semen Padang di Lubug Gaung Kecamatan Sungai Sembilan Dumai, diangkut ke tempat usaha beton Batching Plant PT Beton Mitra Perkasa (BMP) milik Rahmat Harahap alias Ucok yang juga pengusaha ternama di kota Dumai itu.

Diakui saksi ini, dalam perjalanan usaha bisnis semen antara Abu Bakar dengan Ucok Harahap, saksi mengakui mendengar ada permasalahan dialami perusahaan tempat mereka bekerja (PT Nilam – red), yakni soal permasalahan pembayaran semen oleh pihak PT Beton Mitra Perkasa milik Ucok.

Perkara praperadilankan ini disidangkan oleh hakim tunggal Muhammad Sacral Ritonga SH, dibantu Panitera Pengganti (PP) Fransiska Manurung.

Abu Bakar selaku pemohon dalam perkara ini didampingi pengacaranya, Fitri Andrison SH, Kantor Hukum Asep Ruhiat & Partner Pekanbaru Riau, sedangkan pihak termohon langsung diwakili penyidik Polres Dumai.

Selain kedua saksi sopir itu, pengacara Abu Bakar, Fitri Andrison SH, kepada hakim M. Sacral Ritonga pada sidang besok, Jumat (20/10) akan menghadirkan saksi ahli menerangkan keahliannya dalam perkara prapedilankan ini.***(Tambunan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here