Tidak Terlihat Dalil Tipu Muslihat Yang Dipersangkakan Kepada Abu Bakar

0
4

Dumai, kompasriau-Kerja sama usaha dan bisnis antara Abu Bakar dengan Rahmat Harahap merupakan hubungan keperdataan didalamnya, maka permasalahan yang timbul kemudian sepatutnya tidak dibawa ke ranah pidana, akan tetapi harus diselesaikan dengan proses perdata.

Demikian dikatakan Fitri Andrison SH, menanggapi kasus yang menerpa kliennya Abu Bakar setelah Abu Bakar ditetapkan tersangka dan dilakukan penahanan oleh polres Dumai atas laporan Rahmat Harahap.

Fitri Andrison SH selaku kuasa hukum Abu Bakar menganggap kliennya Abu Bakar tidak patut dan tidak sah dijadikan tersangka apalagi ditahan karena ada hubungan keperdataan.

Oleh karena itu, Fitri Andrison SH dari Kantor Hukum Asep Ruhiat & Partner yang berkantor di Pekanbaru ini melakukan upaya hukum atas kliennya Abu Bakar, dengan mempraperadilkan Sat Reskrim Polres Dumai soal sah atau tidaknya ketersangkaan dan penahanan kliennya.

Kepada awak media usai sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Dumai, Fitri Andrison SH mengatakan heran dengan ketersangkaan kliennya oleh penyidik polres Dumai.

Menurutnya,  tidak melihat dalil kebohongan dan tipu muslihat yang dipersangkakan oleh penyidik kepada kliennya Abu Bakar.

“Dimana dalil kebohongan tipu muslihat penipuan dan penggelapan,”ujar Fitri Andrison.

Dahulu Antara Abu Bakar dan Rahmat Harahap cerita Fitri Andrison SH, awalnya menjalin kerja sama jual beli semen curah.

Abu Bakar selaku Direktur PT Nilam, merupakan distributor resmi semen curah, sedangkan Rahmat Harahap direktur PT Beton Mitra Perkasa pembeli semen curah dari PT Nilam. Kerja sama jual beli tersebut berlangsung dari tahun 2013 hingga tahun 2016, kata Fitri.

Dalam proses perjalanan kerjasama jual beli semen curah tersebut, kemudian timbul permasalahan soal tagihan invois antara PT Nilam dan PT Beton Mitra Perkasa (BMP).

“Menurut klien saya ada tunggakan pembayaran, beberapa invois tidak dibayar pak Rahmat Harahap PT BMP kepada PT Nilam”, jelas Andrison.

Fitri Andrison menjelaskan, bahwa Rahmat Harahap alias Ucok Harahap mendalilkan kalau dalam kerjasama jual beli semen curah tersebut, Rahmat Harahap ada menanamkan modalnya miliaran rupiah kepada Abu Bakar, selaku Direktur PT Nilam.

“Memang dalam hal kerjasama jual beli semen curah ini, ada dua poin yang harus disingkronkan terlibih dahulu antara Abu Bakar dan Rahmat Harahap.  Dimana, disana ada dua sisi, satu sisi ada uang dan satu sisi ada utang. Inilah seharusnya yang perlu didudukkan terlebih dahulu berapa selisih utang piutang yang terjadi,”imbuh Fitri.

Namun dalam permasalahan ini kata Fitri Andrison belum ada singkronisasi berapa selisih modal atau uang Rahmat Harahap yang dipakai PT Nilam dan berapa utang atas pembelian semen curah, belum ada singkronisasi, namun Abu Bakar sudah dilaporkan ke polisi oleh Rahmat Harahap dengan tuduhan dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan. “Ini patut menjadi pertanyaan,”urai Fitri Andrison menjelaskan.

Disisi lain, terkait permasalahan yang dihadapi Abu Bakar ini, Fitri Andrison SH mengatakan kalau kasus tersebut merupakan kasus keperdataan, maka dia (Fitri Andrison-red) mengaku telah membuat gugatan perdatanya ke Pengadilan Negeri Dumai dengan menggugat Rahmat Harahap selaku Direktur PT BMP, dengan nomor gugatan : 31/Pdt.G/2017/PN.Dum, tanggal 28 September 2017.***(Tambunan)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here