Sidang Lanjutan 19 Terdakwa “Kencing” CPO Di Laut

0
5

Dumai, kompasriau-19 (sembilan belas) orang terdakwa anak buah kapal (ABK) dalam perkara dugaan tindak pidana “kencing” CPO atau penggelapan minyak kelapa sawit mentah di tengah laut, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Dumai, kamis (19/10/2017).

19 orang terdakwa dihadapkan di depan meja persidangan Pengadilan Negeri  klas IA Dumai, berangkat atas perbuatan mereka melakukan dugaan tindak pidana penggelapan CPO yang notabene dibawah pengawasan para terdakwa.

Para terdakwa ini terbagi dalam dua berkas terpisah karena waktu dan perbuatan mereka melakukan “kencing” CPO berbeda.

13 orang terdakwa merupakan satu berkas perkara, sedangkan 6 orang terdakwa lainnya berkasnya berbeda dengan terdakwa 13 orang.

Namun dalam pemeriksaan dua orang saksi dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Agung Nugroho SH dan Heri Susanto SH dan hakim ketua, Liena SH.M.Hum, saat itu bersamaan memeriksa kedua saksi.

Saksi Johannes Lim, adalah merupakan perwakilan ouner kapal pengangkut cpo dari Kalimantan Tengah milik Wilmar dibawa crew abk 13 orang terdakwa.

Dalam perjalanan dari Kalimantan menuju Wilmar kawasan industri Dumai (KID), sekitar perairan Laut Selat Morong, para terdakwa menjual CPO di tengah laut kepada orang pompong yang tren disebut lawa-lawa.

Menurut Johannes Lim, para terdakwa (13 orang-red), menggelapkan CPO ke lawa – lawa sekitar 47 ton. Hal tersebut diketahui karena CPO terlebih dahulu disonding atau di ukur volume/isi muatan kapal sebelum dibongkar, namun tidak sesuai dengan pengiriman.

Demikian dengan kasus yang menimpa 6 orang terdakwa, hal yang sama para terdakwa melakukan dugaan penggelapan CPO di tengah laut secara ilegal pada lawa – lawa sebanyak 61 ton CPO juga milik Wilmar Dumai.

“Setelah dilakukan pengukuran quwantiti dan sounding CPO didalam kapal, ada kesusutan yang tidak wajar,”ujar saksi Muduk dari surveyor surindo pihak yang melakukan pemeriksaan dan sonding CPO yang dibawa 6 terdakwa.

Berangkat dari kejadian tersebut kata Johannes Lim, Wilmar  melaporkan kedua kasus ini ke Polres Dumai.***(Tambunan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here