Kapolda Riau Diminta Menindak Aksi Mafia Julbacok DPO Di Kecamatan Mandau

0
172

Bengkalis,kompasriau-Salah seorang warga Kecamatan Mandau-Duri, Benur Pandiangan meminta kepada Kepala Kepolisian Daerah Riau, Brigjen Pol Drs Nandang MH,  untuk menindak tempat mafia Julbacok yang berada di KM-9, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis. Pasalnya, menurut Benur Pandiangan, di tempat mafia  Julbacok DPO diduga masih bebas setiap hari menampung inti sawit secara ilegal dari puluhan unit truck CV Teman Setia, meski statusnya sebagai daftar pencarian orang (DPO) dalam perkara dugaan penggelapan inti sawit di KM-9,Kecamatan Mandau.

Menurut Benur Pandiangan, bahwa bernama Jauhari, Alex dan Heri yang merupakan sopir truck jasa angkutan CV Teman Setia pengangkut inti sawit dari PT Padasa Enam Utama Kebun Kalianta Dua Kampar bebas masuk ke tempat mafia Julbacok untuk menukar inti sawit yang diangkutnya dengan cangkang sebanyak kurang lebih 120 ember per masing-masing truck yang dibawa Jauhari dan kawan-kawannya.

Jauhari dan kawan-kawannya sopir mendapat uang masing-masing sekitar Rp 4 juta dari hasil menggantikan muatan inti sawit milik orang lain dengan cangkang di tempat Julbacok yang berada di KM-9,Kecamatan Mandau.

“Oknum sopir “nakal” CV Teman Setia sampai saat ini masih bebas masuk ke tempat mafia Julbacok itu untuk menukar inti sawit milik orang lain dan menukar dengan cangkang secara ilegal. Untuk itu, kita minta kepada Kapolda Riau untuk menindak tegas aktivitas yang diduga melanggar Pasal 374 jo dan Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP itu,”terang Benur Pandiangan kepada awak media ini, Senin (23/10/2017).

Selain itu, menurut Benur Pandiangan, bahwa tempat-tempat penampungan mafia Crude Palm Oil (CPO) dan inti sawit ilegal di wilayah hukum Polres Bengkalis, Kecamatan Mandau-Duri masih “marak”, bebas beroperasi setiap hari secara terang-terangan, seakan tidak adanya tindakan hukum dari aparat penegak hukum di daerah tersebut.

Aktivitas mafia CPO dan inti sawit tersebut terindikasi tidak membayar pajak kepada Pemerintah setempat, karena tempat-tempat penampungan CPO dan inti sawit tersebut tidak memiliki izin usaha dari Pemerintah Kabupaten Bengkalis.

Seperti dikabarkan media ini sebelumnya, bahwa  Jauhari Edison Sitinjak, Alexander  Sitanggang dan Heri Edi Syahputra yang mengendarai truck berisi muatan inti sawit milik perusahaan berhenti di tempat mafia untuk menurunkan ratusan ember muatan inti sawit dan mengantikan dengan cangkang tempat mafia Julbacok yang berada di KM-9, Kecamatan Mandau.

Kemudian setelah ke 3 mobil truck tersebut sampai di PT Ivo Mas Tunggal di Dumai, pihak PT Ivo Mas Tunggal menolak untuk dibongkar muatan truck tersebut, karena dari hasil pemeriksaan pihak PT Ivo Mas Tunggal, muatan inti sawit truck tersebut bermasalah  atau berubah kadar kotorannya.

“Karena kasus itu, Jauhari Edison Sitinjak dan kawan-kawannya diadili di Pengadilan Dumai ini, tetapi Udin Pelor  sebagai mandor CV Teman Setia dan Julbacok DPO masih bebas berkeliaran di depan rumah saya, padahal saya sudah menelepon penyidik untuk memberitahukan bahwa Udin Pelor dan Julbacok saat ini masih berkeliaran di tempat penampungan inti sawit di depan rumah saya itu,”ungkap Benur Pandiangan dengan nada kecewa.

Sementara itu, Humas CV Teman Setia, Tolo Sirait, ketika dikonfirmasi awak media ini via telepon genggamnya, Senin (16/10/2017), membenarkan bahwa terdakwa Jauhari Edison, Alexander Sitanggang dan terdakwa Heri Edi Sayhputra adalah sopir truck jasa anggutan CV Teman Setia yang mengangkut muatan inti sawit dari PT Padasa Enam Utama Kebun Kalianta Dua,Kampar dengan tujuan kota Dumai.

Tolo Sirait mengaku sudah 6 tahun bekerja sebagai humas di jasa angkutan CV Teman Setia yang berada di Kecamatan Mandau, tetapi dia tidak pernah menerima uang atau imbalan dari oknum sopir truck “nakal” pengangkut inti sawit tersebut.

Informasi yang berhasil dihimpun awak media ini lapangan, bahwa CV Teman Setia yang diwakili oleh sopir truck bernama Jauhari Edison Sitinjak, Alexander Sitanggang dan Heri Edi Syahputra mengangkut inti sawit dari PT Padasa Enam Utama Kebun Kalianta Dua, Kampar dengan tujuan ke PT Ivo Mas Tunggal di Kecamatan Sungai Sembilan,Kota Dumai.

Julbacok dan Udin Pelor, belum berhasil ditemui awak media ini, guna konfirmasi terkait kasus tersebut.***(/JK.Situmeang).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here